Injil Lukas 7:1-10;
Luk 7:11
Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
Luk 7:12
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Luk 7:13
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
Luk 7:14
Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
Luk 7:15
Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Luk 7:16
Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
Luk 7:17
Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.
--------
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya
Saudaraku,
hari ini hari spesial buat saya.
Hari ulang tahun saya dan peringatan santo pelindung saya, Santo Yohanes krisostomus.
Saya sendiri yang memilih santo pelindung, sebab saat itu orangtua saya belum katolik.
Saya memilih Santo Yohanes Krisostomus dengan pertimbangan yang sederhana, yaitu tanggal peringatannya sama dengan tanggal lahir saya.
Injil Lukas hari ini mengingatkan saya bahwa Allah senantiasa hadir di hidup kita.
Saya sungguh merasakan kehadiran itu saat saya kelas 4 SD dan sampai hari ini.
Saudaraku,
perjalanan hidup saya tidak mudah.
Saat saya kelas 2 di SMA De Britto, keadaan ekonomi orangtua saya tidak baik.
Adik-adik saya juga perlu biaya sekolah.
Saya putus asa, malas sekolah dan malas belajar.
Sebab buat apa saya melanjutkan sekolah tetapi tidak bisa kuliah.
Dan kelas 2 saya tidak naik kelas.
Tetapi saat itu saya tidak sedih, justru saya rasanya seperti bangkit dari kematian dan hidup baru.
Romo Pamong yang memahami ketakutan saya dan kesulitan saya berkata demikian:
"Buat apa kamu mikir bisa kuliah atau tidak? 5 menit lagi kamu masih hidup atau mati, kamu tidak tahu."
Saudaraku,
sejak saat itu saya berserah diri kepada Tuhan Yesus.
Hari demi hari saya merasakan kebersamaan dengan Tuhan Yesus.
Saya hanya jalani kewajiban saya, dan tidak pernah berpikir tentang hari esok.
Singkat cerita, saya dituntun oleh Tuhan Yesus dijalan yang sangat baik.
Maka dari itu sampai hari ini saya selalu berusaha untuk hidup benar di hadapan Allah.
Juga teladan Santo Yohanes Krisostomus yang kita peringati hari ini, selalu hidup dalam hati dan pikiran saya.
Yohanes dikenal sebagai seorang uskup yang saleh.
Kotbah dan tulisan-tulisannya sangat berbobot dan menjadi saksi akan kefasihannya dalam berbicara.
Oleh karena itu, ia dijuluki "Krisostomus" yang artinya "Si Mulut Emas."
Walaupun tulisan saya tidak berbobot, dengan menulis renungan harian, menjaga saya tetap berada di jalan Allah.
Maka mari berusahalah dengan berbagai cara untuk selalu hidup dalam kehadiran-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 13 September 2022
Tuhan Yesus
Sungguh kami bergembira setiap hari
Sebab Engkau selalu hadir dalam hidup kami
Engkau tidak membiarkan kami tersesat
Dengan berbagai cara Engkau nyatakan kuasa-Mu dalam hidup kami
Ampunilah kami ya Tuhan ampunilah kami
Jika Kau dapati kami tidak setia
Kami mohon perbaharuilah kami dengan firman-Mu setiap hari
Dan puaskanlah kami dengan pemberian-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa