"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 5:21-43;

Ayat 35-43:

Mrk 5:35
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Mrk 5:36
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
Mrk 5:37
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Mrk 5:38
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
Mrk 5:39
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
Mrk 5:40
Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Mrk 5:41
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Mrk 5:42
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Mrk 5:43
Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
--------

Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru? Jangan takut, percaya saja!

Saudaraku,
Injil kita hari ini, Tuhan Yesus menyembuhkan perempuan yang telah 12 tahun lamanya menderita pendarahan.
Dan Tuhan Yesus membangkitkan anak kepala rumah ibadat yang telah meninggal.

Saudaraku,
apa reaksi kita saat kita mengalami kesulitan dan tidak ada lagi jalan keluar dan telinga batin kita mendengar Tuhan Yesus berkata: Jangan takut, percaya saja!
Percaya kepada Tuhan Yesus atau mengikuti jalan pikiran kita sendiri?
Seringkali kondisi seperti itu sangat sukar menentukan pilihan dan cenderung percaya kepada pemikiran sendiri.
Seperti salah satu keluarga kepala rumah ibadat itu: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"

Saudaraku,
hidup rohani kita harus sampai pada tingkatan ini: saat saya tidak bisa, Tuhan Yesus bisa.
Lalu permenungannya: apakah hidup kita fokus kepada Tuhan Yesus?
Ada baiknya jangan masuk kedalam "perdebatan dunia", tetaplah fokus hidup sebagai anak-anak Allah.
Dengan selalu berusaha mengelakkan hati kita dari keduniawian, jangan tergoda untuk berdebat, pasti akan kalah.
Tegas menolak segala bentuk cinta diri, fokus mengasihi Tuhan Yesus.
Ya atau ya kemanusiaan kita lebih suka melakukan kehendak sendiri.
Namun apabila kita selalu sadar dan tegas, pertimbangan-pertimbangan yang muncul adalah pertimbangan sebagai anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 31 Januari 2023

Tuhan Yesus
Telinga kami mendengar kuasa-Mu
Dan mata kami melihat mujizat-Mu
Kami mohon ampunilah kami jika Kau dapati kami kurang percaya
Dan kami mohon teguhkanlah hati kami supaya selalu berserah diri hanya kepada rencana dan kuasa-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 5:1-20;

Ayat 1-8:

Mrk 5:1
Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
Mrk 5:2
Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
Mrk 5:3
Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
Mrk 5:4
karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
Mrk 5:5
Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
Mrk 5:6
Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
Mrk 5:7
dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Mrk 5:8
Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
---------

Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!

Saudaraku,
kita umat katolik minimal seminggu sekali mengucapkan syahadat singkat.
Kita mengucapkan: _aku percaya akan Roh Kudus.._
Lalu permenungannya: Apakah Roh Kudus yang mengendalikan hidup kita?
Jika ya, tentunya roh jahat tidak akan sanggup mengendalikan hidup kita.

Saudaraku,
sebelum Tuhan Yesus mengutus para murid-Nya, Ia memberikan Roh Kudus.
Roh Kudus yang sama diberikan pula kepada kita, saat kita percaya kepada-Nya.
Peliharalah Roh Kudus dengan berbagai cara dan usaha sehingga tidak ada lagi tempat untuk segala yang jahat.
Ada baiknya kita batasi pergaulan supaya kita tidak terjebak dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Kadang-kadang pergaulan nampak menyenangkan namun tetaplah hati-hati sebab "hawa nafsu keduniawian" selalu mengincar kita.
Dan supaya tingkah laku dan ucapan kita tetap terjaga sebagai anak-anak Allah.

Saudaraku,
kita telah dibebaskan dari roh jahat tetapi selama daging ini ada, roh jahat selalu berusaha untuk menguasainya.
Maka mari tetap hidup dalam ketaatan, hidup dibawah perintah Roh Kudus.
Sudah tentu setiap orang suka melakukan kehendaknya sendiri.
Tetapi mari kita ingat, bahwa kita tidak lagi sendiri.
Kita telah diselamatkan untuk membawa keselamatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 30 Januari 2023

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelematkan kami
Engkau angkat kami dari keduniawian menuju hidup
Kami mohon kuasailah kami, kausailah hati dan pikiran kami
Supaya dalam segala keadaan Kau dapati kami setia

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 5:1-12;

Mat 5:1
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Mat 5:2
Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Mat 5:3
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:4
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Mat 5:5
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Mat 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Mat 5:7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Mat 5:8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mat 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:11
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Mat 5:12
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
--------

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan

Saudaraku,
Injil Matius pagi ini lebih dikenal sebagai "sabda bahagia".
Kata orang, bahagia itu saat hidupnya telah sukses.
Sukses dalam karir dan sukses apa yang direncanakan dan dicita-citakan.
Kata orang, sukses menghasilkan kepuasan.
Tetapi Injil berkata lain, pencapaian di dunia ini tidak akan pernah bisa memuaskan.
Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya, namun keinginannya tidak terpuaskan.(Pkh 6:7)

Saudaraku,
mata kita melihat dengan sangat jelas, banyak orang yang mencapai puncak karirnya bahkan dengan kekayaan yang besar, tidak semuanya bahagia.
Ada yang lalu menjadi rakus.
Ada pula yang masih mencari sensasi dan kepuasan disana-sini.
Jadi mereka selalu ingin bekerja lebih keras.
Ada pula yang mencari kepuasan dengan hal-hal relijius, seperti ahli-ahli Taurat dan orang Farisi.
Bukan kepuasan dari Allah tapi kepuasan karena terlihat suci dan terlihat taat menjalankan hukum Allah.

Saudaraku,
kepuasan sejati hanya untuk orang yang lapar dan haus akan kebenaran.
Dan kebenaran itu adalah Yesus Kristus Tuhan kita.
Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.(Bdk Yoh 6:35)
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.(Bdk Yoh 14:6)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 29 Januari 2023

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau tuntun kami dengan sabda-Mu
Terimakasih Engkau cukupkan kami dengan belas kasih-Mu
Dan Engkau hibur kami dengan penglihatan surgawi
Sehingga hidup kami tidak dikuasai oleh hawa nafsu rasa
Setiap hari kami serahkan hidup kami kedalam rencana-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 4:35-41;

Mrk 4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
Mrk 4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Mrk 4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Mrk 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Mrk 4:39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Mrk 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Mrk 4:41
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
--------

Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

Saudaraku,
secara kodrati akan selalu ada ketidaknyamanan dalam kehidupan ini.
Terlebih yang sering saya katakan: daging ini selalu menuntut lebih dari apa yang ia butuhkan.

Saudaraku,
Injil Markus pagi ini para murid yang sedang berada dalam perahu bersama Tuhan Yesus, tiba-tiba ada angin taufan yang dahsyat sehingga perahu mereka hampir tenggelam.
Tetapi Tuhan Yesus saat kejadian itu sedang tidur, maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?
Jika kita perhatikan setiap hari kita mengalami ketidaknyamanan.
Hanya "iman" yang mampu memberikan kekuatan kepada kita, sehingga hati dan pikiran kita bersih, tidak menyalahkan apapun dan siapapun dan TIDAK "meragukan kepedulian Tuhan".

Saudaraku,
saat kita mengalami ketidaknyamanan, secara kodrati kita selalu mencari apa dan siapa yang disalahkan.
Hanya "iman" yang mampu membangkitkan kesadaran supaya kita tidak menyalahkan siapapun dan apapun.
Lalu hati dan pikiran kita bersih sehingga lebih mudah menemukan jalan keluar dari kesulitan.

Saudaraku,
ketakutan ada dimana-mana dan dalam segala keadaan.
Coba mari lihat diri kita sendiri, apakah kita pernah MENGALAMI TIDAK TAKUT sehari saja?
Yang kaya takut miskin.
Yang miskin takut tidak punya makanan.
Pejabat takut kehilangan jabatan.
Bawahan takut dimarahi atasan.
Dan lainnya...
Maka mari sungguh-sungguh memelihara iman.
Sebab hanya iman yang memberi jalan keluar bagi segala kecemasan, menenangkan pikiran dan memenuhi hati dengan harapan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 28 Januari 2023

Tuhan Yesus
Kami mohon ampunilah kami jika Kau dapati kami kurang percaya
Dengan rendah hati kami mohon tingkatkanlah iman kami
Dan terangilah hati dan pkiran kami dengan Cahaya Roh-Mu
Supaya kami tidak mudah terjebak dalam kecemasan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 6:26-34;

Mrk 4:26
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30
Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
Mrk 4:33
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
Mrk 4:34
dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya
--------

Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah

Saudaraku,
Ada yang menarik tentang benih yang ditaburkan ditanah.
Petani "tidak berkuasa" menumbuhkan benih itu jadi tanaman tetapi petani bisa menghentikan pertumbuhannya.
Petani akan melakukan berbagai cara yang bisa dia lakukan untuk melindungi tanamannya dan mengusahakan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah.
Tetapi tetangga yang tidak suka, bisa saja berusaha untuk merusak tanaman itu.
Ada berbagai macam perusak tanaman, beberapa dapat diidentifikasi dengan mudah dan beberapa sulit untuk diidentifikasi.

Saudaraku,
ada benih yang ditanam oleh Allah dalam diri kita dan dengan berbagai cara Allah memeliharanya supaya berumbuh dan berbuah.
Namun di dunia ini ada banyak "hama" yang bisa merusak bahkan mematikan.
Yang saya anggap paling berbahaya adalah sikap seseorang saat mendengar suara Tuhan.
Seringkali mengabaikannya dan berkata ah sudah tahu, sudah pernah dengar dan lain sebagainya.

Saudaraku,
saya ingatkan lagi bahwa kita adalah orang-orang pilihan Allah.
Untuk menghasilkan buah-buah pekerjaan Allah.
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.
Dan Aku telah menetapkan kamu, *supaya kamu pergi dan menghasilkan buah* dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
(Yoh 15:16)
Ada banyak santo dan santa yang bisa menjadi teladan bagi kita.
Dan mari perhatikan: dengan berbagai cara Allah berbicara kepada kita, dengarkanlah Dia dan mari kita taat kepada pendengaran itu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 27 Januari 2023

Tuhan Yesus
Kami mengucap syukur dan berterimakasih
Dengan berbagai cara Engkau memelihara kami supaya kami bertumbuh dan berbuah
Kami sangat sadar bahwa daging ini selalu cenderung menjadi pengkhianat
Oleh karena itu kami selalu mengarahkan mata dan telinga kami kepada-Mu
Supaya kami memperoleh kekuatan untuk mengalahkan semua tipu daya duniawi

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa