Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 19:11-28;
Saya kutip ayat 11-13, 16-23;
Luk 19:11
Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
Luk 19:12
Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
Luk 19:13
Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
------------
Luk 19:16
Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
Luk 19:17
Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
Luk 19:18
Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
Luk 19:19
Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
Luk 19:20
Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
Luk 19:21
Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
Luk 19:22
Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
Luk 19:23
Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
------------
Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali
Saudaraku,
kita hidup dalam iman, kasih dan pengharapan.
Oleh karena iman kita melihat karya-karya Allah, merasakan kasih Allah dan pemeliharaannya sehingga semuanya itu membawa kita kepada pengharapan untuk menuju kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus Kristus.
Melalui perumpaan tentang sepuluh mina dalam Injil Lukas pagi ini, kita diingatkan bahwa kita tidak bisa hidup semaunya kita sendiri, hidup kita harus berbuah.
Berbuah adalah menghasilkan atau melakukan sesuatu yang bukan untuk kepentingan diri sendiri.
Orang kristiani BUKAN hanya sekedar tidak berbuat dosa dan diam saja tidak berbuat apa-apa, hidup hanya untuk dirinya sendiri.
Saudaraku,
saya ingatkan kembali bahwa kita diciptakan sesuai dengan gambar Allah, sehingga sesungguhnya manusia mampu menjangkau ke segala arah tanpa batas.
Namun kenyataannya manusia membatasi dirinya sendiri, yaitu ketika hanya memikirkan dirinya sendiri.
Nyata dihadapan kita saat ini, ada yang matanya hanya sampai kepada kelompoknya.
Dan jika hal itu terjadi efek yang ditimbulkan sangat bahaya, sebab lalu menganggap orang lain sebagai musuh yang akan merebut minanya.
Dan dari situlah akan muncul segala pikiran jahat.
Saudaraku,
harta kekayaan yang kita miliki saat ini memang tidak akan kita bawa ke kehidupan kekal.
Namun ingat bahwa apa yang dihadapkan oleh Tuhan ditangan kita hari ini bisa mengantar kita kepada hidup bersama Allah atau kepada kematian.
Maka baiklah kita selalu belajar tidak egois tidak hanya memikirkan diri sendiri, sebab dengan sangat jelas Allah menuntut hidup kita berbuah.
Mari setiap saat tanyakan kepada diri sendiri apakah tujuanku disini?
Dengan demikian kita dipaksa menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan tidak terombang-ambing dalam kebimbangan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 18 November 2020
Allah Bapa kami
Terimakasih karena Engkau telah memberi kepercayaan kepada kami untuk mewujudkan kasih-Mu
Ampunilah kami jika Kau dapati kami sering sibuk dengan pemikiran kami sendiri
Oleh karena tu kami mohon ya Bapa
Puaskanlah kami dengan pemberian-Mu
Hiburlah kami dengan kasih-Mu
Dan ajarilah kami bersyukur
Supaya kami tidak mudah tergoda oleh keuntungan duniawi
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Lukas 19:1-10;
Luk 19:1
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
Luk 19:2
Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
Luk 19:3
Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
Luk 19:4
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
Luk 19:5
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
Luk 19:6
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
Luk 19:7
Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
Luk 19:8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
Luk 19:9
Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
Luk 19:10
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
------------
Ia menumpang di rumah orang berdosa
Saudaraku,
seringkali kita membandingkan hidup kita dengan orang lain.
membandingkan: penampilan, pencapaian atau jabatan, kekayaan dan terkadang juga kebaikan atau perbuatan-perbuatan baik.
Saya kira Zakheus, kepala pemungut cukai dalam Injil Lukas pagi ini juga membandingkan dirinya sendiri dengan kebanyakan orang Yahudi di zaman itu.
Ia jelas dikucilkan oleh bangsanya sebab ia adalah petugas penjajah, bekerja untuk bangsa romawi yang menjajah bangsanya dengan kata lain ia dianggap sebagai pengkhianat.
Ia sadar akan kesalahannya maka saat ia mendengar tentang Tuhan Yesus, hatinya tergerak untuk disembuhkan untuk diampuni dosa-dosanya.
Saudaraku,
membandingkan hidup kita dengan orang lain adalah baik untuk kemajuan kehidupan kita di hadapan Allah.
Paling dekat dan paling mudah, kita bisa membandingkan dengan Santo atau Santa pelindung kita.
Dan tentunya kita harus siap berkorban, terutama siap dicibir oleh orang-orang sekitar kita.
Siap meninggalkan kebiasaan lama yang bertentangan dengan iman kristiani.
Yang paling menakutkan adalah siap miskin, seperti Zakheus yang memberikan setengah dari miliknya untuk orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat(400 persen) kepada yang diperasnya.
Saya yakin setelah itu Zakheus bangkrut dan hidup miskin.
Saudaraku,
pertobatan selalu menuntut pengorbanan.
Mengikut Tuhan Yesus harus berani mengabaikan segala kesia-siaan dunia.
Maka mari arahkan hati kita kepada yang tidak tampak.
Sebab segala sesuatu yang nampak seringkali lebih menarik dan menggoda nafsu rasa.
Apabila kita tidak tegas menolaknya akan menodai hubungan kita dengan Allah, bahkan kita bisa kehilangan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 17 November 2020
Ada banyak orang yang tersesat
Ada banyak pula yang melihat jalan kebenaran tetapi mereka menolak panggilan-Mu
Puji dan syukur dan terima kasih kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Engkau memanggil kami dan menjadikan kami anak-anak-Mu
Dan Engkau nyatakan perbuatan tangan-Mu disepanjang hidup kami
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 18:35-43;
Luk 18:35
Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
Luk 18:36
Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"
Luk 18:37
Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."
Luk 18:38
Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Luk 18:39
Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Luk 18:40
Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
Luk 18:41
"Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"
Luk 18:42
Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"
Luk 18:43
Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.
-------------
Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat", lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Saudaraku,
orang BUTA dalam Injil Lukas pagi ini MELIHAT Tuhan dan berseru kepadaNya: Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!
Lalu Tuhan Yesus menjawab: Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!
Permenungannya bagi kita: apakah kita melihat Tuhan melalui peristiwa sehari-hari?
Saudaraku,
orang kristiani hidup oleh karena iman, maka jika seorang kristiani tidak mampu melihat Tuhan melalui peristiwa sehari-hari, ia tidak lagi hidup karena iman.
Menurut saya orang kristiani tidak akan pernah kehilangan imannya, namun saya menyebutnya iman yang beku.
Ia membelakangi Tuhan, ia menutup telinganya akan suara Tuhan.
Sehingga ia tidak lagi memiliki keinginan dan semangat menanggapi perintah Tuhan, selalu bersikap dingin kepada Tuhan lalu lama kelamaan imannya membeku.
Lalu dengan apa itu dihangatkan?
Dengan TIDAK menyembunyikan bujukan-bujukan keinginan yang berlawanan dengan kehendak Allah.
Bujukan-bujukan itu membuat orang berpaling dari Tuhan dan hubungannya dengan Allah menjadi dingin, tidak mesra.
Maka harus berani mengakuinya lalu mengalahkannya dan jika perlu dengan doa dan puasa, melatih diri menahan keinginan diri dan TAAT kepada perintah Allah.
Kata banyak orang, hidup mentaati aturan itu sangat membosankan, memang membosankan jika tidak memiliki cinta kasih.
Saudaraku,
Marilah kita menjaga penglihatan kita kepada Allah, dalam setiap aktivitas dan pekerjaan kita sehari-hari.
Kita anak-anak Allah, mengenali pekerjaan-pekerjaan Allah.
Kita anak-anak Allah, hanya melakukan kehendak Allah.
Sehingga kekristenan kita terwujud dalam kehidupan sehari-hari dalam ucapan dan perbuatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 16 November 2020
Bapa
Kami ingin dengan sungguh-sungguh mengasihi-Mu
Supaya kami mengerti perkara-perkara ilahi
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Untuk melepaskan diri dari semua ikatan-ikatan duniawi
Dan yakinkanlah kami dengan penglihatan dan pendengaran akan karya-karya agung-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 25:14-15, 19-21;
Mat 25:14
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Mat 25:15
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
------------
Mat 25:19
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Mat 25:20
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Mat 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
-------------
Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar
Saudaraku,
dalam diri kita ada unsur malas.
Zaman ini perkembangan teknologi sangat dahsyat, hampir dalam segala hal dimudahkan.
Namun ada pula yang justru menjadi sarana untuk melayani kemalasan, misalnya ada yang kencaduan main game.
Adanya Go Food dan Grab Food menjadi andalan utama orang yang MAGER(malas gerak) dan yang malas masak.
Injil Matius pagi ini mengingatkan kita bahwa kita masing-masing mendapatkan MODAL dari Allah.
Kita semua mengetahui dan sangat sadar bahwa MODAL kecil atau besar akan habis sia-sia di tangan pemalas.
Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.(Ams 13:4)
Saudaraku,
janganlah lupa bahwa di atas bumi ini segala sesuatu yang besar berawal dari yang kecil.
Dan ada pula ungkapan: kesempatan tidak pernah datang dua kali.
Maka mari membangun sikap bahwa apa yang dihadapkan ditangan kita saat ini adalah pemberian yang terbaik dari Allah dan kita diberi sesuai apa yang bisa kita tangani.
Lalu kewajiban kita adalah mengembangkan apa yang telah kita terima dari Allah.
Tidak perlu menganggap besar atau kecil, sebab yang besar di bumi ini adalah berawal dari yang kecil atau jalinan dari yang kecil-kecil.
Dan ada baiknya tidak memikirkan apa kekurangan kita, sebab jika tidak bijaksana justru akan menjadi beban yang akan menghimpit dan menghancurkan semangat hidup kita.
Kegagalan hari ini adalah latihan untuk menjadi pemenang.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 15 November 2020
Allah Bapa kami
Puji dan syukur atas pemeliharaan-Mu sampai hari ini
Jika Engkau dapati kami terlalu malas
Kami mohon bukalah mata kami akan pekerjaan-pekerjaan-Mu
Supaya setiap hari Kau dapati kami berbuah
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 18:1-8;
Luk 18:1
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Luk 18:2
Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
Luk 18:3
Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Luk 18:4
Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
Luk 18:5
namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
Luk 18:6
Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Luk 18:7
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Luk 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
-----------
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?
Saudaraku,
perumpamaan dalam Injil Lukas pagi ini mengajarkan kita tentang ketekunan.
Dan menurut saya ketekunan tidak pernah bisa dipisahkan dengan tanggung jawab.
Oleh karena itu kita harus mengembangkan rasa tanggung jawab.
Misalnya datang tepat waktu di tempat kerja atau saat memenuhi janji dengan seseorang.
Tetap mengerjakan apa yang harus dikerjakan meskipun saat itu tidak ingin melakukannya.
Lakukan yang terbaik untuk semua tanggung jawab, meskipun sedang lelah.
Berikutnya ketekunan tidak pernah bisa dipisahkan dengan cinta dan belas kasih.
Saya kira kita semua mengalami atau melihat bagaimana orang yang sedang jatuh cinta, ia tidak akan pernah menolak permintaan dari orang yang dicintainya, sekalipun harus mengorbankan banyak hal.
Maka berusahalah selalu mencintai apa yang dihadapkan di tangan kita dan menurut saya selalu saja ada alasan untuk mencintai.
Satu hal lagi, lakukan saja.
Ada kalanya kita sudah kehilangan semangat, rasa malas telah menguasai semua tenaga dan pikiran kita.
Namun tetaplah bergerak, lakukan saja apa yang bisa dilakukan walaupun tidak menemukan satupun alasan.
Saudaraku,
apabila kita bisa menikmati dan memahami segala kesukaran sampai ke dalam hati sanubari, maka kita tidak akan pernah berani mengeluh.
Sebab memang demikianlah adanya, selama kaki kita masih menginjak bumi.
Oleh karena itu mari kita selalu menengadah ke surga, disanalah tujuan akhir hidup kita.
Kita akan setia dalam ketekunan sehingga dalam keadaan apapun, kita tetap menikmati penghiburan dan kegembiraan dari Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabu 14 November 2020
Allah Bapa kami
Kami percaya Engkau memberikan penghiburan dan kegembiraan saat kami berseru kepada-Mu
Untuk itulah setiap hari kami datang kepada-Mu
Dan kami mengarahkan seluruh pancaindra hanya kepada-Mu
Sebab kami mengetahui jalan kami ini tidak mudah dan menuntut ketekunan
Dan hanyalah Engkau yang sanggup menguatkan kami
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
