Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 4:31-37;
Luk 4:31
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
Luk 4:32
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
Luk 4:33
Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
Luk 4:34
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Luk 4:35
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
Luk 4:36
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar."
Luk 4:37
Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
--------
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa
Saudaraku,
jadi permenungan kita apakah kita memercayai kisah-kisah mukjizat Tuhan Yesus?
Saya yakin kita semua menjawab ya.
Namun, pertanyaan kedua adalah: bagaimana kita menanggapi mukjizat-mukjizt itu?
Pertanyaan selanjutnya: apakah keyakinan itu mendorong kita untuk berusaha mengikuti teladan-Nya dan hidup kita menjadi kabar baik bagi setiap orang dalam kehidupan kita?
Saudaraku,
Tuhan Yesus datang ke dunia, untuk hidup di antara kita sebagai salah satu dari kita, untuk wafat dan bangkit kembali agar kita dapat dibawa kembali kepada Allah.
Ia juga datang untuk memanggil umat-Nya yang percaya kepada-Nya dan mengasihi-Nya *hingga mereka mau melakukan apa yang Ia perintahkan*.
Lalu permenungannya: apakah kita mengikuti teladan Tuhan Yesus?
Apakah kita membawa kabar baik kepada orang miskin, memulihkan penglihatan bagi orang yang buta rohani, membebaskan mereka yang terbelenggu? Ini adalah pertanyaan bagi kita masing-masing sebagai individu dan bagi kita semua sebagai Gereja.
Apa yang kita lakukan untuk membawa setiap orang di kehidupan kita, supaya mengalami kerajaan Allah?
Jika kita tidak melakukan itu, maka kepercayaan kita menjadi sia-sia, tidak lebih baik daripada kepercayaan roh-roh jahat yang mengenali Tuhan Yesus apa adanya.
Saudaraku,
dengan teladan yang baik, ditaburkan benih yang baik.
Ingatlah bahwa kita telah mendengarkan pengajaranNya dan kuasa Tuhan Yesus ada dalam diri setiap orang yang percaya.
Kita dalah rasul-rasul baru di zaman ini.
Marilah kita hidup dalam pengajaranNya dan dalam setiap perkataanNya.
Percayalah hidup kita pasti akan membawa keajaiban.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 2 September 2025
Tuhan Yesus pengajaran dan perkataanMu, hidup dalam kehidupan kami
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup dalam ketaatan
Kami percaya keajaiban pasti terjadi
Dan kuasaMu nyata dalam kehidupan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 14:16-30;
Luk 14:16
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
Luk 14:17
Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
Luk 14:18
Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
Luk 14:19
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
Luk 14:20
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Luk 14:21
Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
Luk 14:22
Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
Luk 14:23
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Luk 14:24
Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."
Luk 14:25
Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
Luk 14:26
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:27
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Luk 14:28
Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Luk 14:29
Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
Luk 14:30
sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
---------
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku
Saudaraku,
"memikul salib" adalah "disiplin pribadi" yang mencakup penderitaan dan penyangkalan diri.
Hal ini serupa dengan “membenci hidup sendiri”, yang berarti menyangkal diri untuk menundukkan pikiran manusiawi kepada pikiran Tuhan, kepada kehendak-Nya, rencana-Nya dan tujuan-Nya, untuk memiliki hubungan yang intim, instruktif dan "meniru" Sang Guru, Tuhan Yesus.
Perlu diingat bahwa dalam bahasa Aram, benci tidak selalu merupakan kata yang mengandung perasaan, melainkan kata yang menunjukkan prioritas.
Ketika Tuhan Yesus menjadi pusat kehidupan kita, kita akan menjadi pasangan, putra atau putri dan teman yang lebih baik bagi diri kita sendiri, Tetapi hanya jika kita memilih kesetiaan tertinggi, mengikuti kehendak-Nya sebagai murid di dalam dan melalui Kristus, Tuhan kita.
Saudaraku,
Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk memandang rendah segala sesuatu, bahkan diri kita sendiri, dibandingkan diri-Nyai.
Dia adalah Tuhan dalam wujud manusia, menuntut ketaatan dan kasih kita sepenuhnya.
Kita harus memikul salib kita sendiri dan mengikuti-Nya di jalan menuju Kalvari, mati bagi diri kita sendiri sebagaimana Dia wafat, untuk keselamatan kita.
Dia menginginkan segalanya.
Dia ingin kita tidak menahan apa pun.
Kita sedang membangun sebuah struktur, sebuah Gereja dari batu-batu hidup, yang menuntut kita masing-masing untuk menyerahkan segalanya kepadanya.
Jika ada sesuatu yang dibutuhkan yang belum kita miliki, kita harus meminta Kristus untuk membantu kita menemukannya dan menerapkannya pada tugas tersebut.
Kita akan berperang melawan musuh Setan, sebuah budaya maut yang ingin mengambil segala sesuatu yang baik dan mengubahnya menjadi tujuan yang egois dan jahat.
Kita juga tidak dapat menahan apa pun di sana.
Kita harus memohon kepada Tuhan Yesus untuk mengirimkan Roh Kudus-Nya supaya kita dapat menanggung pergumulan dan bangkit dengan hati nurani yang baik yang utuh.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 1 September 2025
Tuhan Yesus, kami hanyalah manusia biasa, Engkau memilih kami untuk terlibat dalam kerajaanMu
Kami mohon kuatkanlah kami untuk berperan dalam membangun Kerajaan-Mu
Dan penuhi kami, peliharalah kami dengan belas kasih dan kuasaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 14:1, 7-14;
Luk 14:1
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
Luk 14:7
Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 14:8
"Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
Luk 14:9
supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
Luk 14:10
Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
Luk 14:11
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Luk 14:12
Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
Luk 14:13
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Luk 14:14
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."
---------
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan
Saudaraku,
Injil memandang kesombongan dengan cara yang sedikit berbeda.
Kisahnya hampir seperti perumpamaan hikmat, di mana Yesus memberikan nasihat praktis untuk berperilaku di tengah orang-orang yang ingin ditinggikan atau dihormati.
"Pergilah duduk di tempat yang paling rendah".
Ada sebuah ungkapan: "Dia yang terpuruk tak perlu takut jatuh."
Ketika kita bersikap rendah hati, ada peluang untuk diangkat.
Ketika kita mengambil tempat terhormat, tuan rumah mungkin saja sudah memikirkan tempat duduk itu untuk orang lain dan kemudian kita merasa malu.
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita: "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Anak-anak tentu saja selalu ingin "lebih dari yang lain", itu wajar.
Bahkan terkadang mengarah pada perilaku yang nakal.
Namun mata kita masih melihat, orang dewasa yang masih, berperilaku seperti anak-anak.
Tuhan Yesus adalah teladan kerendahan hati yang sempurna.
Ia menghendaki kita juga sempurna.
Maka kita harus menjadi apa yang Tuhan Yesus inginkan, dalamn pikiran dan perbuatan.
Saudaraku,
pertama-tama, kita harus berdoa memohon pertobatan hati kita sendiri, agar kita dapat terbuka terhadap apa pun yang Tuhan Yesus ingin kita lakukan.
Kita juga harus berdoa memohon kekuatan bagi saudara-saudari kita seiman.
Supaya kita semua sungguh-sungguh ambil bagian dalam pengilahian.
Mengapa demikian?
Sebab manusia itu cinta diri, sangat sulit untuk merendahkan diri.
Tanpa Roh Kudus, sangat sulit untuk hidup dalam kerendahan hati.
Setiap usaha untuk rendah hati, pada akhirnya hanyalah kepura-puraan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 31 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Engkau teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Dan bebaskanlah kami dari semua keinginan-keinginan yang tidak teratur
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 25:14;
Mat 25:14
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Mat 25:15
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Mat 25:16
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Mat 25:17
Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
Mat 25:18
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Mat 25:19
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Mat 25:20
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Mat 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Mat 25:22
Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
Mat 25:23
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Mat 25:24
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
Mat 25:25
Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
Mat 25:26
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
Mat 25:27
Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
Mat 25:28
Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Mat 25:29
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Mat 25:30
Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
---------
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya
Saudaraku,
kita masing-masing sebagai anggota Gereja itu, ada beberapa tugas sederhana namun penting dalam kehidupan Kristiani kita.
Tugas-tugas itu bermuara pada mengasihi Allah dan mengasihi sesama.
Kita mengasihi Allah dengan menaati perintah-perintah-Nya, mempelajari jalan-jalan-Nya dan beribadah dengan benar.
Kita mengasihi sesama tentu saja dengan berbagi dengan orang miskin, tetapi ada juga kewajiban untuk mewartakan Injil melalui cara hidup kita.
Tuhan Yesus berkata, "Pergilah, beritakanlah Injil kepada semua bangsa dan baptislah mereka."
Di akhir setiap Misa, kita menerima berkat perutusan: "Pergilah dalam damai dan beritakanlah Injil."
Saudaraku,
apa yang terjadi pada putra ketiga juga bisa terjadi pada kita.
Kita melihat apa yang orang lain lakukan dan mengagumi ketika mereka berhasil dan tidak suka ketika mereka berbuat buruk.
Seringkali kita memikirkan apa yang tidak kita miliki dan apa yang tidak bisa kita lakukan.
Kita lupa apa yang kita miliki dan kebaikan yang bisa kita lakukan.
Kita berdalih bahwa kita memiliki lebih sedikit daripada yang dimiliki orang lain dan meratapi bahwa kita tidak memiliki hal yang sama.
Kita hampir tidak menyadari bahwa setiap orang telah menerima gelas dengan ukuran berbeda, tetapi semuanya terisi.
Kita kadang berpikir apakah apa yang kita lakukan akan dihargai dan dikagumi oleh orang lain atau tidak.
Kita memiliki begitu banyak hambatan batin dan pertimbangan sadar serta kebutuhan sebelum kita mulai memanfaatkan bakat dan talenta kita untuk melayani orang lain.
Karena jika semua konsentrasi kita tertuju pada diri sendiri, kita akhirnya hanya menggunakan sedikit bakat dan talenta kita dan akhirnya justru kehilangan.
Saudaraku,
penting untuk menyadari bahwa kita hanyalah hamba dari karunia kita sendiri yang telah diberikan oleh alam dan Tuhan.
Kasih karunia Tuhan membalikkan pusat dan tujuan hidup kita dari diri kita sendiri kepada sesama.
Imbalannya adalah kepercayaan yang lebih besar yang kita terima dari "Sang Pemberi".
Penting untuk menyadari bahwa banyak keuntungan dari perbuatan baik kita tidak selalu kembali kepada kita.
Bagaimanapun, semua itu adalah keuntungan dari perbuatan baik kita.
Itulah satu-satunya jalan menuju pertumbuhan batin pribadi kita dan untuk menerima anugerah yang lebih besar dari Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 30 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami hati yang memberi
Dan kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak dan belas kasihMu
Hidup kami adalah milikMu
Pakailah sesuai dengan rencanaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 6:17-29;
ayat 17-25;
Mrk 6:17
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Mrk 6:18
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Mrk 6:19
Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
Mrk 6:20
sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Mrk 6:21
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Mrk 6:22
Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
Mrk 6:23
lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
Mrk 6:24
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
Mrk 6:25
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
----------
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Saudaraku,
istrinya yang tidak sah, Herodias, bukanlah seorang pengecut.
Ia menginginkan Herodes dan berhasil mendapatkannya.
Namun, ia juga berhasil mendapatkan pengkhotbah yang menjengkelkan ini, Yohanes, yang dengan imannya menyinari kebenaran atas perzinahan mereka. Maka ia menggunakan putrinya sendiri untuk membujuk Herodes agar bersumpah dan mengira ia telah membungkam Yohanes Pembaptis.
Saudaraku,
“Iman lahir dari perjumpaan dengan Allah yang hidup", yang memanggil kita dan menyatakan kasih-Nya, kasih yang mendahului kita dan yang dapat kita andalkan untuk mendapatkan rasa aman dan untuk membangun hidup kita.
Ditransformasikan oleh kasih ini, kita memperoleh visi yang segar, "mata baru untuk melihat" dan kita menyadari bahwa iman mengandung janji pemenuhan yang besar dan bahwa visi masa depan terbuka di hadapan kita.
Iman, yang diterima dari Allah sebagai anugerah supernatural, menjadi terang bagi jalan kita, membimbing perjalanan kita melintasi waktu.
Disatu sisi, iman adalah terang yang datang dari masa lalu, terang dari ingatan mendasar tentang kehidupan Tuhan Yesus yang mengungkapkan kasihNya yang sepenuhnya dapat dipercaya, kasih yang mampu mengalahkan maut.
Kristus telah bangkit dan membebaskan kita dari maut, iman juga merupakan terang yang datang dari masa depan dan membuka cakrawala luas di hadapan kita yang membimbing kita melampaui diri kita sendiri menuju persekutuan yang luas didalam Kristus.
Kita menjadi sadar bahwa iman tidak berdiam dalam bayangan dan kegelapan, iman adalah terang bagi kegelapan kita.
Terang yang "menegor kita" disaat timbul keinginan-keinginan yang tidak teratur.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 29 Agustus 2025
Tuhan Yesus
Kami percaya dengan berbagai cara Engkau memelihara iman kami
Kami sadar tanpa iman, kami pasti tersesat
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup setia dalam iman
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh tipu daya keinginan-keinginan yang tidak teratur
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
