"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 8:11-13;

Mrk 8:11
Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga.
Mrk 8:12
Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda."
Mrk 8:13
Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.
--------

Mengapa angkatan ini meminta tanda?

Saudaraku,
terkadang dalam menghadapi situasi tertentu kita kurang sabar, lebih pas dalam bahasa jawa "grusah-grusuh".
Kita punya mata dan telinga, terkadang hanya dengan mata saja atau telinga saja, kita menyimpulkan sesuatu.
Kita punya hati dan akal budi, terkadang hanya salah satu yang kita gunakan.
Dan sebagai orang kristiani ada Roh Kudus yang "hidup", terkadang kita pun menolaknya bahkan melupakannya.

Saudaraku,
jika seorang tidak mengerti bahasa jawa, ketika mendengar seorang bicara dengan bahasa jawa maka hanya terdengar seperti suara angin.
Allah pun setiap saat berbicara kepada manusia dengan berbagai cara bahkan melalui para nabi.
Allah melihat "kehendak bebas" yang diberikan kepada manusia tidak selalu jadi berkat.
Manusia lebih memilih bergaul dengan dunia, sehingga ia tidak lagi mengenal suara-Nya.
Dan ketika Allah sendiri hadir sebagai manusia pun tetap ditolaknya.

Saudaraku,
Roh Kudus telah menyatakan karya-karya Allah dihadapan mata kita, bukan hanya "sekedar tanda".
Jika seorang kristiani hidupnya menyimpang dari jalan Allah, menurut saya bukan karena buta atau tuli.
Namun ia sendiri memilih menolak Allah.
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.(Yoh 12:48)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 17 Februari 2020

Ampunilah kami ya Bapa
Seringkali kami mendukakan hati-Mu
Kami sungguh-sungguh memohon pertolongan-Mu
Kuatkanlah kami setiap hari
Supaya kami berani mengalahkan diri sendiri
Dan tetap berada di jalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 5:17-37;

Saya kutip sebagian:

Mat 5:21
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Mat 5:22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Mat 5:23
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
Mat 5:24
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
---------
Mat 5:27
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
Mat 5:28
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Mat 5:29
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Mat 5:30
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
----------
Mat 5:36
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
Mat 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
----------

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak

Saudaraku,
memilih untuk melakukan hal yang benar sesuai ajaran dan kehendak Allah terasa sangat sukar dan berat.
Sebab manusia lebih cenderung hanya memikirkan diri sendiri dan memang daging ini manja dan sangat-sangat lemah dan rakus.
Tentunya seorang kristiani jika ditanya apakah percaya kepada Injil, jawabnya pasti percaya.
Namun apakah mudah menjaga hidup ini untuk taat kepada Injil?

Saudaraku,
Hampir setiap saat kita "dipaksa" untuk memilih hal yang baik dan hal yang buruk, dan terkadang kita mengalami kondisi tidak ada waktu lagi untuk menunda pilihan.
Oleh karena itu "membiasakan diri bergaul dengan Allah" menjadikan kita "terbiasa melakukan hal yang baik".
Dengan demikian apabila kita tiba-tiba harus memilih, maka spontanitas pilihan kita pasti hal-hal yang baik.
Cobalah lihat dunia, jika orang terbiasa mencaci, ia akan selalu mencaci.
Jika terbiasa menghakimi, selalu melihat orang lain yang salah.
Dan lain sebagainya.

Saudaraku,
lebih baik "dikucilkan oleh dunia", atau dijulukkin "kudet(kurang update)", daripada mengikuti cara hidup orang-orang dunia, supaya kita tidak disesatkan olehnya.
Mari tetap berpegang teguh kepada Injil, sebab semua jawaban atas pertanyaan dunia ada didalamnya.
Dan Injil telah terbukti menjaga dan memelihara orang-orang kudus-Nya, terbukti mereka tidak kekurangan suatu apapun.
Untuk hidup benar dihadapan Allah, masihkah kita menuntut "bukti atau mujizat"?
Saya kira dihadapan kita telah tersaji cukup bukti dan cukup alasan, untuk kita berkata ya jika ya dan berkata tidak jika tidak.
Tidak lagi tergoda oleh kebohongan dunia.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 16 Februari 2020

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Engkau puaskan kami dengan kasih-Mu
Roh Kudus Mu jadi mata dan telinga kami
Firman-Mu menjadi kekuatan kami
Sehingga kami tetap berada di jalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 8:1-10;

Saya kutip sebagian:

Mrk 8:5
Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."
Mrk 8:6
Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
Mrk 8:7
Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
Mrk 8:8
Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.
--------

Dan mereka makan sampai kenyang

Saudaraku,
Allah mengetahui kebutuhan kita dan apa yang bermanfaat bagi kita.
Allah mengetahui setiap persoalan kita dan Allah kita adalah Allah yang penuh belas kasih dan tidak menghukum.
Pehatian-Nya kepada kita lebih besar dari apa yang ada dipikiran kita.
Jika saja kita mau memusatkan seluruh pikiran kepada-Nya, kita akan selalu "menang" dalam segala hal.
Tidak ada keluh kesah saat mengalami kesulitan, tidak mudah gelisah atau takut dan tidak sombong.

Saudaraku,
segala sesuatu yang baik yang ada pada kita saat ini adalah perbuatan baik Allah.
Hidup bukan hanya sekedar tentang benda-benda duniawi, bukan hanya tentang makanan dan minuman dan bukan pula tentang penghiburan.
Oleh karena itu, barang siapa menerima lebih banyak tidak pantas untuk sombong dan merasa itu atas jasanya sendiri.
Dan yang menerima sedikit, tidak perlu merasa golongan kecil dan lalu memelihara "iri hati" yang justru akan semakin melemahkan dirinya sendiri.

Saudaraku,
mari arahkan pandangan kita kepada "keajaiban Allah".
Kita akan menemukan banyak keajaiban di langit dan di bumi, sehingga kita tidak kehilangan "kebijaksanaan".
Lalu dalam keadaan apapun kita tidak pernah merasa kekurangan dan selalu tergerak dengan penderitaan sesama.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 15 Februari 2020

Bapa
Kami buka hati kami untuk hukum-hukum-Mu
Kami buka mata kami untuk keajaiban karya-Mu
Kami buka telinga kami untuk kidung indah-Mu
Dengan demikian kami berjalan dalam perintah-Mu
Supaya keajaiban-Mu nyata melalui hidup kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 7:24-30;

Mrk 7:31
Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
Mrk 7:32
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
Mrk 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
Mrk 7:34
Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
Mrk 7:35
Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
Mrk 7:36
Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
Mrk 7:37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
--------

Ia menjadikan segala-galanya baik

Saudaraku,
jika kita masih percaya bahwa Allah yang berkuasa atas langit dan bumi dan segala isinya, ada baiknya "tidak mengambil keputusan" tanpa lebih dahulu mempertimbangkan di hadapan Allah.
Setiap saat kita harus yakin dan menyadari bahwa Allah berada di dekat kita dan setiap saat kita harus menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Jika tidak maka "perbuatan baik" yang kita lakukan hanya "perintah manusia", dan setiap orang pun bisa melakukannya.

Saudaraku,
tidak akan ada sesuatu yang baik bila tanpa rahmat Allah.
Maka bersama Tuhan Yesus, kita pun akan membuat kebaikan dan tidak mengambil "keuntungan pribadi".
Cobalah pandang dunia lalu pandang diri kita sendiri.
Apakah kita termasuk orang-orang dunia, yang selalu "mengharapkan imbalan" atas apa yang kita lakukan?
Dan termasuk yang nampak berlebihan dan serakah atau termasuk yang malu-malu tapi mau?

Saudaraku,
kita adalah anak-anak Allah, yang telah ditebus dari penguasa dunia dengan darah Kristus.
Dan harus sempurna sama seperti Bapa kita di surga adalah sempurna.
Berusaha baik terus menerus menurut saya adalah kesempurnaan, sebab dengan demikian akan selalu sadar untuk menolak keinginan yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Maka marilah kita membina pikiran-pikiran yang mulia, supaya hanya ada keinginan-keinginan yang suci.
Memang kata orang, pintu itu sempit tetapi ada Roh Allah dalam diri kita maka pasti kita akan bisa melaluinya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 14 Februari 2020

Ya Bapa
Kami sadar bahwa Engkau telah memilih kami untuk mewujudkan karya-Mu
Namun kami sadar pula bahwa bisa saja kami terbelenggu oleh diri kami sendiri
Menjadi orang yang tamak dan hanya menyayangi diri sendiri
Oleh karena itu ya Bapa
Kami selalu mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami tidak lagi tertarik dengan hikmat duniawi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa

Injil Markus 7:24-30;

Mrk 7:24
Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
Mrk 7:25
Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
Mrk 7:26
Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
Mrk 7:27
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Mrk 7:28
Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
Mrk 7:29
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
Mrk 7:30
Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
--------

Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu

Saudaraku,
"iman" selalu menjadi "perhatian Tuhan Yesus", jika Saudara ingin menarik perhatian Tuhan Yesus, imanlah kuncinya.
Namun sayang sekali masih banyak orang kristiani mengakui iman hanya di bibir mereka, tidak diwujudkan dalam tindakan.
Mungkin menurutnya iman hanya untuk dikotbahkan.

Saudaraku,
kerendahan hati dan kesederhanaan nampaknya adalah syarat mutlak agar tidak kehilangan pengharapan akan Allah dan memiliki iman yang teguh.
Oleh sebab itu mari melepaskan diri dari segala pengharapan kepada manusia dan akan hal-hal duniawi yang sia-sia dan kecongkaan.
Ada baiknya tidak beranggapan bahwa diri kita lebih baik daripada orang lain.
Ada baiknya tidak membanggakan diri, bangga atas kekayaan, pangkat, jabatan dan sebagainya.
Ada baiknya tidak membanggakan "fisik", cantik, ganteng dan lainnya, tubuh ini karena penyakit sedikitĀ  saja mudah rusak.

Saudaraku,
kita tidak akan "kehilangan apapun" apabila kita menganggap bahwa diri kita lebih rendah dari orang lain.
Justru kita memperoleh kententraman hati karena penghiburan Allah selalu tersedia bagi kita.
Dan segala keinginan jahat tidak ada dalam hati dan pikiran.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 13 Februari 2020

Allah Bapa kami
Kami sadar bahwa terkadang kami ini sangat bodoh
Sibuk memikirkan orang lain sehingga lupa melihat diri sendiri
Sibuk membanggakan diri sehingga lupa menghargai anak, istri, suami dan keluarga sendiri
Ampunilah kami ya Bapa
Dan kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Agar kami berani menghindari segala percakapan dan hal-hal yang tidak perlu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin