Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 11:2-11;
Saya kutip sebagian:
Mat 11:2
Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
Mat 11:3
lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
Mat 11:4
Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
Mat 11:5
orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Mat 11:6
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
--------
Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?
Saudaraku,
sebagai orang kristiani kita hidup oleh iman, pengharapan dan kasih.
Dan tentunya masing-masing pribadi memiliki cara sendiri dalam mewujudkan iman dan kasih dan bagaimana tetap setia dalam pengharapan.
Dengan demikian apabila seorang kristiani hidupnya tidak menampilkan karya Allah, bisakah dikatakan meragukan pemeliharaan Allah?
Saudaraku,
jika kita mau melihat dengan hati dan pikiran yang bersih dan dengan rendah hati, apakah jasa kita?
Bukankah hidup kita sampai hari ini bukan semata-mata oleh karena kehebatan kita sendiri?
Ada begitu banyak orang yang terlibat dalam hidup kita, ada yang membangun ada pula yang mencela.
Dan kita juga harus menyadari bahwa hidup kita "mempengaruhi" orang lain, terlibat dalam hidup orang lain.
Maka ada baiknya kita selalu menyadari hal itu, supaya kita tidak kehilangan rahmat Allah.
Sehingga mampu menjadi teladan dan menjadi pengaruh baik untuk setiap orang di kehidupan kita.
Terutama saat mengalami ketidaknyamanan, hendaknya disikapi dengan bijak.
Sebab tidak ada seorangpun yang sempurna, dan semua jalan tidak lurus dan rata.
Celaan, hinaan apapun wujudnya adalah "rambu" peringatan supaya kita tetap "sadar" untuk tetap di jalan yang benar.
Maka dengan demikian mata kita akan melihat: orang lumpuh berjalan dan orang mati dibangkitkan.
Dan karya Allah nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 15 Desember 2019
Sungguh bahagianya kami ya Bapa
Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Engkau nyatakan kuasa-Mu dalam hidup kami setiap hari
Oleh karena itu ya Bapa
Doronglah kami selalu untuk menyatakan belas kasih-Mu
Supaya hidup kami menjadi kabar sukacita bagi semua orang
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 17:10-13;
Mat 17:10
Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?"
Mat 17:11
Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
Mat 17:12
dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."
Mat 17:13
Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
---------
Anak Manusia akan menderita oleh mereka
Saudaraku,
banyak orang yang mengikuti Yesus, makan bersama Yesus tetapi hanya sedikit yang mengikutinya di jalan salib.
Banyak orang yang mengormati Yesus karena mujizat-Nya, tetapi memalingkan wajahnya saat melihat salib.
Banyak orang memuji Yesus saat usahanya lancar dan keadaaan baik, tetapi saat susah sedikit, mudah berkeluh kesah.
Saudaraku,
salib itu "kunci" pintu surga.
Mari kita lihat, tidak ada seorangpun manusia di dunia ini yang terhindar dari penderitaan.
Kita sadar bahwa daging ini lemah dan selalu menuntut.
Kita bersyukur memiliki Tuhan Yesus, Ia sendiri telah memberikan teladan mengalami "penderitaan daging".
Bahkan seluruh hidup-Nya adalah salib, sebab sejak kelahiran-Nya pun sudah ditolak oleh dunia.
Oleh karena itu kita harus terus menerus "membangun kesadaran" supaya menang melawan "kehendak dunia".
Saudaraku,
"menundukkan kemauan" untuk setia mengabdi Allah.
Menerima ejekan atau cacian dengan gembira.
Menghindari kehormatan.
adalah salib adalah kunci pintu surga itu.
Saudaraku,
Allah telah "menganugerahkan iman" dan tanda salib Kristus, yang menjadi kekuatan kita untuk mengalahkan dunia.
Maka dari itu marilah kita dengan senang hati menerima setiap ketidaknyamanan dalam perjalanan kita bersama Tuhan Yesus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 14 Desember 2019
Allah Bapa kami
Engkau tidak menjajikan kenyamanan
Tetapi Engkau adalah Allah yang setia
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu
Atas semua penghiburan dan kekuatan
Sehingga sampai hari ini Engkau dapatkan kami tetap teguh dijalan-Mu
Kami mohon kesabaran-Mu ya Bapa
Dalam menuntun setiap langkah kaki kami
Sebab terkadang kami malas dan mudah tergoda untuk menyimpang
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 11:16-19;
Mat 11:16
Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
Mat 11:17
Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
Mat 11:18
Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
Mat 11:19
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."
---------
Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari
Saudaraku,
ada iringan seruling tetapi tidak menari?
Karena tuli, pura-pura tuli, tidak lagi peduli atau memang iringan seruling itu tidak lagi sanggup membuatnya menari?
Ada orang yang mau menyerahkan dirinya kepada Allah dengan syarat, lalu sibuk dengan dirinya sendiri supaya memenuhi syarat itu.
Ada orang yang awalnya menyerahkan dirinya kepada Allah, karena diserang godaan lalu berpaling kembali ke dirinya sendiri.
Saudaraku,
segala hiburan duniawi sangat mudah kita dapatkan, namun penghiburan itu sesaat mampu menghibur lalu sesaat lagi telah menjadi sampah.
Dan meskipun dapat dirasakan kenikmatannya, sudah pasti bahwa itu tidak akan berlangsung lama.
Siapa yang telah memperoleh semua barang dunia ini lalu puas dengan pencapaiannya?
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.(Pkh 3:1)
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;(Pkh 3:4)
Saudaraku,
jika kita tidak tergerak oleh dorongan ilahi, ada baiknya memeriksa diri adakah suatu halangan antara Allah dengan kita.
Jangan-jangan kita salah tempat dalam "meletakkan hati".
Tempat yang tepat untuk hati seorang kristiani tidak bisa dicari dalam peta google.
Namun dengan cara uji diri, lakukanlah sesuatu tanpa mementingkan diri sendiri.
Maka kita akan menemukan tempat dimana tiupan seruling itu mampu membuat kita menari.
Sehingga kita sendiri dan setiap orang dihidup kita akan bersukacita dan menari oleh karena mendengar kidung surgawi.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 13 Desember 2019
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah memilih kami untuk menghadirkan sukacita surgawi
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Supaya kami tetap teguh dan setia membawa kabar sukacita setiap hari
Sehingga setiap orang menerima kebaikan-Mu
Lalu memuji dan memuliakan Dikau sekarang dan selama-lamanya
Injil Matius 18:12-14;
Mat 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Mat 11:12
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
Mat 11:13
Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
Mat 11:14
dan?jika kamu mau menerimanya?ialah Elia yang akan datang itu.
Mat 11:15
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
---------
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Saudaraku,
Allah memberikan banyak "tanda" di hadapan kita dalam segala keadaan.
Tandanya itu nyata dan Ia pun tidak pernah sembunyi-sembunyi.
Maka ada baiknya selalu merenungkan kebajikan Allah sehingga kita tidak akan "lupa" suara-Nya.
Dan menghindari "pikiran-pikiran pengisi waktu" supaya kita tidak terjebak olehnya.
Saudaraku,
tidak ada seorang pun yang bisa merasakan ketenangan jika masih saja sibuk dengan hal-hal yang tidak perlu.
Meneruskan/forward dan salin/copy konten, berita atau apapun yang tidak perlu tidak ada yang salah.
Tetapi sadar atau tidak sadar berpotensi menganggu "sinyal Allah".
Sayang sekali jika pikiran, tenaga , waktu terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak berguna.
Demikian pula dalam pergaulan, tak perlu sedikit-sedikit tersinggung.
Justru sebaliknya tampilah sebagai anak-anak Allah.
Saudaraku,
jangan pula terlalu percaya kepada diri sendiri, karena hal itu bahaya besar.
Dan bertobatlah "di kamar hati kita", sebab disana Allah berbicara.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 12 Desember 2019
Allah Bapa Kami
Rasanya sulit untuk menghindari keramaian dunia
Supaya telinga kami hanya mengarah kepada-Mu
Namun kekuatan Roh-Mu selalu menyertai kami
Oleh karena itu ya Bapa
Berilah kami keberanian untuk menjadi raja atas diri kami sendiri
Sehingga kami tidak lagi diperintah oleh dunia
Namun hidup kami hanya mendengarkan perintah-Mu
Yang selalu bertahta di hati kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 18:12-14;
Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
---------
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat
Saudaraku,
oleh karena hidup manusia "dikendalikan" oleh keinginan, maka hampir semua waktu yang dimilikinya adalah beban.
Seringkali manusia meleset dalam menetapkan pandangannya dan tidak sedikit yang tertipu oleh pancanindranya.
Sebab jarang sekali orang yang memiliki "batas keinginan", satu terpenuhi datang keinginan yang lainnya.
Maka hari-hari yang dilaluinya adalah beban.
Banyak orang yang lantas mencari penghiburan misalnya nonton, nongkrong di pusat pembelanjaan atau bahkan ada yang berusaha menikmati alam.
Usaha mencari penghiburan itu hanya akan menjadi semacam obat sakit kepala atau bahkan hanya semacam tipuan daging.
Bahkan ada orang yang membohongi dirinya sendiri dengan berbagai macam penghiburan.
Saudaraku,
dapatkah orang merasa "lebih baik" saat mendapat pujian?
Dapatkah orang merasa "lebih baik" saat memiliki jabatan?
Dapatkah orang merasa "lebih baik" saat berlimpah harta?
Dunia tidak pernah bisa menjamin memberikan kelegaan.
Mari kita lihat tidak semua orang yang sukses di dunia, dipuaskan oleh pencapaiannya.
Saudaraku,
hanya datang kepada Tuhan Yesus, untuk memperoleh kebijksanaan hidup.
Punya mata dan punya telinga yang mampu membedakan hal-hal yang nampak dan hal-hal yang didengarnya dengan "mata dan telinga anak Allah".
Sehingga memperoleh pertimbangan yang tepat, tandanya dalam segala hal tidak pernah mencari penghiburan diri.
Ia selalu merasa cukup dan dipuaskan atas apa yang telah dikerjakannya bersama Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 11 Desember 2019
Allah Bapa kami
Kami datang kepada-Mu
Berserah diri kepada-Mu
Pandanglah kami ya Bapa
Saat ini hidup kami berada dalam tangan-Mu
Kami tunduk kepada kehendak-Mu
Sebab kami telah melihat suka cita abadi hidup bersama-Mu
Dan menikmati kebaikan-Mu selama-lamanya
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
