Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 11:19-27;
Yoh 11:19
Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
Yoh 11:20
Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Yoh 11:21
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Yoh 11:22
Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
Yoh 11:23
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
Yoh 11:24
Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
Yoh 11:25
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
Yoh 11:26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Yoh 11:27
Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
---------
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati
Saudaraku,
Mazmur 56:8
Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kau daftarkan?
Tuhan memperhitungkan segala kesedihan dan rasa sakit kita, pengembaraan kita dan setiap tetes air mata kita dalam kenangan-Nya.
Maria dan Marta harus melalui proses berduka.
Injil mengungkapkan kelembutan hati Tuhan Yesus dan mendorong kita untuk duduk berkabung bersama keluarga yang berduka.
Marta berkata, “Tuhan, seandainya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”
Tuhan Yesus berkata kepada kita: “Penyakit ini tidak akan berakhir dengan kematian, tetapi untuk kemuliaan Allah, karena melalui penyakit ini Anak Allah akan dimuliakan.”
Penderitaan dan kematian bukanlah sesuatu yang sia-sia.
Tuhan Yesus dapat menggunakannya untuk tujuan-tujuan-Nya, bahkan jika hal itu tetap tersembunyi bagi kita.
Tuhan memiliki rencana-Nya yang hanya dapat dipahami sepenuhnya oleh manusia apabila pikirannya dikuasai oleh belas kasih dan kuasaNya.
Kematian jasmani, memang akan datang, namun ini bukanlah kematian yang memisahkan kita dari Tuhan.
Saudaraku,
Tuhan Yesus bangkit masuk ke kehidupan baru, hidup yang tak berkesudahan.
Tuhan Yesus menang bagi kita yang percaya kepada-Nya, mengikuti jalan-Nya, menjalani komitmen baptisan kita dan hidup baru di dalam Dia.
Pertama-tama, hati yang diubahkan akan mengubah watak dan sikap kita.
Kita akan mulai menginginkan apa yang Tuhan inginkan.
Kita akan menginginkan kedamaian dan keadilan, kita akan mengubah perilaku kita sendiri menjadi lebih baik.
Darah kehidupan Allah mengalir dalam pembuluh darah rohani kita sehingga kita selalu berbuat baik dan menyebarkan kabar baik melalui perkataan dan perbuatan kita.
Dan yang tidak kalah penting, kita akan mulai memperlakukan setiap orang sebagaimana Tuhan Yesus memperlakukan mereka, karena hati kita akan dipenuhi belas kasihan atas kelemahan mereka, kelemahan kita dan dengan penuh pengampunan.
Kita akan sungguh-sungguh mengasihi setiap orang dalam kehidupan kita.
Kita akan mengasihi dan menerima setiap orang sebagai sesama manusia dan melakukan apa pun yang kita bisa untuk membantu mereka berpaling dari dosa-dosa mereka dan mengikuti Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 29 Juli 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Penuh belas kasih, pengampunan dan membawa kedamaian
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan
Supaya selalu taat dan setiap kepada kehendakMu
Sehingga hidup kami selalu menjadi kabar baik bagi setiap orang dalam kehidupan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 13:31-35;
Mat 13:31
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
Mat 13:32
Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."
Mat 13:33
Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
Mat 13:34
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
Mat 13:35
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."
---------
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya
Saudaraku,
biarkan "ragi kerajaan" meresap ke dalam hati dan hidup kita dan Firman Tuhan "tingal dan hidup" di hati kita, pelajari dan renungkan, lalu berusahalah untuk taat dan tunduk kepada kehendakNya.
Firman itu akan menghasilkan buah dalam hidup kita, sehingga kita hidup dalam kerajaan Allah!
Perkataan yang keluar dari mulut kita akan selal membawa kabar sukacita dan perbuatan kita akan menjadi perwujudan belas kasih dan kuasa dari Allah yang hidup.
Saudaraku,
kita hidup di dunia kerajaan Allah dan membaca firman-Nya, mendengar janji-janji-Nya dan melihat bahwa Dia bekerja dalam hidup kita dan dalam hidup orang lain.
Kita melihat Dia menjawab doa dan menawarkan penghiburan bagi mereka yang menderita.
Namun, ada dunia lain, dunia yang bahkan tidak mau mengakui, apalagi mengakui Tuhan.
Melakukan hal-hal sesuka hatinya, dan seringkali hal itu bertentangan dengan jalan Tuhan.
Ada orang-orang yang mungkin mengakui Tuhan, tetapi tampaknya lebih dipengaruhi oleh dunia daripada oleh Tuhan.
Saudaraku,
apakah kedua dunia atau realitas ini tidak terhubung?
Adakah hubungan antara dunia atau kerajaan Allah dan kerajaan manusia atau si jahat?
Sejujurnya, saya terkadang menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada diri saya sendiri.
Dan jawabaanNya adalah: berbahagaialah kita, jika saat ini kita "masih setia hidup dalam Kerajaan Allah".
Sebab untuk itulah kita dipilih, untuk menghadirkan "kerajaan Allah" dalam kehidupan kita.
Saudaraku,
tempatkan Allah dalam segalanya, maka dunia tidak akan sanggup menguasai hidup kita.
Sebaliknya jika kita dikuasai oleh keinginan-keinginan dunia, kita jadi budak dunia.
Hati-hati, keinginan-keinginan daging bisa saja dibalut dengan hal-hal rohani.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 28 Juli 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah mengangkat kami dari keduniawian
Dan Engkau memelihara kami dengan belas kasih dan kuasaMu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup dalam kehadiranMu
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh keinginan-keinginan dunia
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 11:1-13;
Luk 11:1
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
Luk 11:2
Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
Luk 11:3
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
Luk 11:4
dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
Luk 11:5
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
Luk 11:6
sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
Luk 11:7
masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
Luk 11:8
Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
Luk 11:9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Luk 11:10
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Luk 11:11
Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Luk 11:12
Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Luk 11:13
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
---------
Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Saudaraku,
kita tahu bagaimana memberi yang baik kepada anak-anak kita, begitu pula Bapa kita.
Lagipula, Dia telah memberi kita keberadaan, kehidupan dan pengampunan.
Dia tidak ragu memberikan Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus, untuk keselamatan kita.
Dan sebagai hadiah terakhir, Dia memberikan Roh Kudus kepada semua yang meminta.
Hadiah yang sempurna dari Allah yang sempurna.
Saudaraku,
kita semua ingin menanggapi sepenuhnya kasih Allah dan untuk membuahkan hasil dari apa yang telah Ia tabur dalam hidup kita.
Namun, hal ini selalu menuntut kesabaran seseorang yang sepenuhnya memahami bahwa setiap orang dapat memiliki rahmat dan kasih, namun gagal dalam menjalankan keutamaan-keutamaan tersebut karena "kecenderungan-kecenderungan yang berlawanan" yang terus-menerus.
Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian untuk mencapai tingkat "kedewasaan iman", di mana sesorang dapat membuat keputusan dengan selalu "melibatkan Allah".
Sesungguhnya itu tidaklah sulit, apabila kita selalu membangun kesadaran bahwa Roh Kudus hidup dan bergerak dalam hidup kita.
Doa yang baik bagi diri kita untuk mengatasi "setiap dorongan hati" adalah dengan memohon rahmat kepada Tuhan untuk menjinakkan dorongan dan keinginan kita yang tidak teratur, karena hal ini menyulitkan kita untuk merasakan kehadiranNya.
Saudaraku,
jangan keliru menganggap berdoa untuk kebutuhan kita sendiri sebagai sesuatu yang egois.
Jika kita sendiri dalam keadaan kekurangan, bagaimana kita akan bisa berbagi dengan orang lain?
Sebab saya percaya setiap orang yang tinggal dalam kasih Kristus, tidak akan pernah menutup mata kepada kesulitan orang lain.
Intinya, ketika kita tidak berfokus pada ego kita dan ketika kita selalu menumbuhkan kesaadaran bahwa kita dipilih Allah untuk menghadirkan belas kasih dan sukacita didalam Kristus, pasti Allah akan menjawab doa-doa kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 27 Juli 2025
Allah Bapa kami
Engkau tidak akan pernah membiarkan setiap orang yang berseru minta tolong kepadaMu
Kami sungguh percaya Engkau selalu mencukupkan kebutuhan kami
Sebab Engkau telah memilih kami untuk menjadi saksi belas kasih dan kuasaMu
Kami mohon rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kehadiranMu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Injil Matius 13:16-17;
Mat 13:16
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Mat 13:17
Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
---------
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar
Saudaraku,
Allah menyatakan diri-Nya di Sinai dalam asap dan awan, guntur dan kilat.(Kel. 19)
Dia perlu melakukan itu untuk menarik perhatian mereka dan menunjukkan kepada mereka bahwa jalan hidup yang Dia inginkan bagi manusia yang lebih baik daripada yang mereka pilih.
Demikian pula, Tuhan Yesus menyampaikan kebenaran kepada orang-orang biasa, tetapi Dia melakukannya dalam perumpamaan dan perumpamaan.
Jalan Tuhan Yesus, yang merupakan jalan yang kita tempuh jika kita ingin menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, selalu adil, selalu murni, selalu berpusat pada orang lain.
Jika dibiarkan dengan sifat kita yang telah jatuh, kita cenderung berbuat curang, mencoba mengungguli orang lain, dan mengutamakan diri kita sendiri.
Saudaraku,
Allah dengan berbagai cara selalu ingin berbicara dengan umat-Nya, untuk mengungkapkan misteri-Nya kepada semua orang dan untuk menarik orang-orang biasa melalui ajaran dan tuntunan-Nya yang luhur.
Dan perhatikan cara Tuhan Yesus memandang orang-orang, melihat melampaui kelemahan dan kegagalan mereka: "Jangan takut, hai kawanan kecil, karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu."(Luk. 12:32), Tuhan Yesus mengajar dengan semangat itu.
Penuh sukacita dalam Roh, Ia membawa kita kepada-Nya: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu." (Luk. 10:21).
Allah sungguh berbicara dengan umat-Nya.
Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 26 Juli 2025
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah membawa kami kepada PuteraMu Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau. buat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk taat kepada penglihatan dan pendengaran kami
Dan kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendakMu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Injil Matius 20:20-28;
Mat 20:20
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Mat 20:21
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
Mat 20:22
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."
Mat 20:23
Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
Mat 20:24
Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
Mat 20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
---------
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu
Saudaraku,
standar kehebatan dunia berbeda dengan standar Tuhan kita Yesus Kristus.
Menurut dunia, orang hebat adalah orang yang memiliki uang dan harta terbanyak, pelayan terbanyak dan kekuasaan terbanyak.
Namun, Tuhan Yesus menganggap orang yang bekerja untuk kebahagiaan orang lain adalah orang yang hebat.
Menurut Tuhan Yesus, kebesaran sejati bukanlah menerima melainkan memberi, bukan dilayani melainkan melayani.
Tuhan Yesus kesulitan membuat para pengikut-Nya menyadari hal ini.
Mereka percaya bahwa pangkat dan jabatan adalah simbol kebesaran, tetapi Yesus berkata: "Jika kamu ingin benar-benar hebat, mulailah melayani orang lain."
Hal itu mungkin terdengar aneh dan sulit untuk dipahami di dunia, tetapi itulah cara yang benar menurut Tuhan Yesus.
"Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani."
Saudaraku,
jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi hebat, biarkan Tuhan Yesus mengarahkan gerak hidup kita.
Jadikan diri kita tersedia bagiNya.
Rasul Paulus dalam Roma 12:1:
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Tuhan Yesus pasti dapat menggunakan kehebatan kita untuk orang lain.
Tempatkan diri kita dalam kehendakNya.
Serahkan seluruh hidup kita kepada-Nya sebagai alat untuk melakukan yang benar.
Jika kita ingin menjadi hebat, temukan kebesaran itu dalam melayani orang lain, karena menurut Tuhan Yesus, itulah cara sejati untuk menemukan kebesaran.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 25 Juli 2025
Tuhan Yesus
Engkaulah teladan kami
Engkau juga mengetahui bahwa melakukan kehendakMu tidaklah mudah
Kami percaya Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Maka kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendakMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
