"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 14:7-14;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 14:11
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Yoh 14:12
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Yoh 14:13
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Yoh 14:14
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
---------

Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan

Saudaraku,
kita berbeda satu sama lain, beda kepribadian, beda pekerjaan, beda kesenangan, dan lainnya.
Namun kita serupa dalam wajah Kristus, sebab kita adalah anak-anak-Nya.
Yaitu satu wajah yang menampilkan pekerjaan-pekerjaan Allah.
Apa pekerjaan Allah itu?
Kita bisa melihat apa yang dikerjakan Tuhan Yesus selama berada di dunia.
Tuhan Yesus menyembuhkan berbagai macam penyakit, memelekkan mata orang yang buta, yang tuli menjadi mendengar, memberi makan, mengajar, memberikan semangat dan juga BERDOA.
Tuhan Yesus telah memberi teladan bagaimana:
Mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Saudaraku,
kita harus tunduk dengan rendah hati kepada Allah supaya pekerjaan-pekerjaan itu menjadi ringan.
Sebab Ia sendiri lah yang akan bekerja dalam diri kita.
Tetapi apabila kita mengikuti kemauan diri kita sendiri, hidup kita akan selalu berat, sebab manusia selalu dikuasai oleh ketidak puasan diri.
Sebesar apapun pekerjaan itu jika kita bersama Tuhan akan ringan.
Sekecil apapun pekerjaan itu jika kita kerjakan dengan hati yang tulus dan murni akan memuliakan Tuhan.
Dan ketahuilah, Allah menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Saudaraku,
selalu ada dorongan-dorongan kesombongan dan dorongan-dorongan hawa nafsu, lawanlah semua itu dengan rahmat Ilahi.
Dan kita tidak akan pernah kekurangan rahmat itu jika kita tetap terhubung dengan Allah.
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?
Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 18 Mei 2019

Kupersembahkan segala kemuliaan hanya kepada-Mu ya Bapa
Kami mohon kuasailah kemauan kami
Supaya kami hanya menginginkan pekerjaan-pekerjaan-Mu
Dan kami mohon murnikanlah selalu niat kami
Sehingga kami tidak mencari pujian dan hormat

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 14:1-6;

Yoh 14:1
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Yoh 14:2
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Yoh 14:3
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Yoh 14:4
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
Yoh 14:5
Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
Yoh 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
--------

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup

Saudaraku,
dalam masa prapaskah sampai dengan masa paskah, ingatan kita tentang siapa Tuhan Yesus disegarkan kembali.
Akulah roti hidup (Yoh 6:35)
Akulah terang dunia (Yoh 8:12)
Akulah pintu (Yoh 10:9)
Akulah adalah gembala yang baik (Yoh 10:11)
Akulah kebangkitan dan hidup (Yoh 11:25)
Dan dalam Injil Yohanes hari ini Tuhan Yesus berfirman Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Saya yakin Saudaraku semua telah mendengar dan mengerti siapa Tuhan Yesus.
Lalu pertanyaannya: bagaimana pemahaman kita tentang Tuhan Yesus, apakah hanya menurut kata orang atau kita memiliki sebutan pribadi untuk Tuhan Yesus?

Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak hanya mengajarkan tentang moral yaitu bagaimana kita harus berbuat baik dan mengasihi sesama.
Tuhan Yesus juga mengajarkan kepada kita, hubungan khusus dengan Allah Bapa, yaitu bahwa Roh Allah ada dan hidup dalam setiap pribadi yang percaya kepada-Nya.
Dan hubungan tersebut tidak bisa diajarkan dengan ilmu apapun.
Tetapi hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus dan melalui penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah.
Itulah kekuatan iman Kristen, Allah sendiri telah menjadi manusia, tidak lagi hanya sebatas kepercayaan, tetapi Allah sungguh-sungguh nyata dan hadir dimulai saat kita dibaptis.
Dan dengan Roh yang hidup itu kita akan mengerti kehendak Allah dan bukan hanya mengetahui hal yang baik namun juga melihat keselamatan dan hidup kekal.
Kehadiran Allah dalam manusia Tuhan Yesus, yang memungkinkan Ia membuat mujizat, demikian juga apa yang Ia katakan adalah apa yang Ia dengar dari Bapa-Nya.
Maka seseorang yang telah dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, lahir baru dalam Roh dan sesungguhnya ia adalah ciptaan baru.(Bdk 2Kor 5:17)
Jika seseorang mengaku Kristen tetapi hidupnya tidak membawa kebenaran dan orang sekitarnya tidak melihat dia hidup, ia pembohong besar, sebab ia melihat kebenaran dan mengerti kehendak Allah.
Mari menjahui segala yang jahat dan menjadi berguna bagi orang lain supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa yang di sorga.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 17 Mei 2019

Allah Bapa kami
Hanya perkataan-Mu yang mampu menghibur hati kami
Kuasailah hati kami dengan Roh-Mu ya Bapa
Dan bertakhtalah dalam hidup kami
Supaya kami hanya melakukan kehendak-Mu
Sehingga kebenaran itu menjadi terang yang menghalau kepalsuan
Dan Engkau menjadikan kami kabar baik bagi setiap orang

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 13:16-20;

Yoh 13:16
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
Yoh 13:17
Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
Yoh 13:18
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
Yoh 13:19
Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.
Yoh 13:20
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."
---------

Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku

Saudaraku,
saya mengawali permenungan kita pagi ini dengan surat St. Paulus kepada jemaat di Efesus :
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.(Ef 2:10)
Dan Tuhan Yesus berfirman bahwa: siapa yang menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku.
Maka kita harus hidup seperti Tuhan Yesus.
Untuk itu menjadi sangat-sangat penting untuk meng-kristen-kan hati, pikiran, ucapan dan perbuatan, supaya hidup kita tidak mencemarkan nama Allah.
Maka kita harus terus menerus melatih diri agar tidak mudah percaya kepada setiap keinginan atau perkataan.
Mempertimbangkan setiap perkara dengan tenang, apakah sesuai dengan tugas dan pekerjaan kita sebagai utusan Allah.
Berusaha lebih bijaksana, tidak tergesa-gesa dan tidak mempertahankan pendapatnya sendiri.
Tetapi juga tidak mudah percaya dengan perkataan orang lain.

Saudaraku,
tanpa kerendahan hati, seseorang tidak bisa hidup di dalam Kristus.
Tanpa kerendahan hati tidak akan bisa taat dan setia.
Sebagai seorang utusan harus taat kepada yang mengutus.
Seorang utusan melakukan perkerjaan yang mengutusnya.
Apa gunanya jam yang sangat bagus dan mahal jika tidak bisa menunjukkan waktu?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 16 Mei 2019

Allah Bapa kami
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan
Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu?
Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Yohanes 12:44-50;

Saya kutipkan sebagian:

Yoh 12:44
Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;
Yoh 12:45
dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
Yoh 12:46
Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.
Yoh 12:47
Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Yoh 12:48
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
---------

Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan

Saudaraku,
Saudara merasa telah bersama Allah bahkan merasa tinggal di rumah Allah?
Saya ajak Saudaraku berhati-hati supaya kita tidak terjebak dalam pikiran bahwa kita telah dibaptis, kita telah menerima Roh Kudus dan kita bersama-sama Allah, lalu merasa aman dan tidak melakukan apa-apa.
Sebab walaupun kita bersama-sama Allah tetapi tidak melakukan perkataan-Nya, kita akan dihakimi oleh Firman itu sendiri.
Firman itu menuntut ketaatan.
Firman itu menuntut kesetiaan.
Firman itu menuntut kekudusan.
Dan kita semua menghadapi konsekuensi itu.
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?(Yak 2:14)
Mungkin sebagai orang kristen terlihat ringan, IBADAT seminggu 1 kali dan tidak banyak aturan-aturan yang memaksa kita untuk melakukan perkara-perkara rohani yang sifatnya seperti aturan agama.
Ibadat adalah sarana kita untuk menyembah, memuji, memuliakan Allah. mengucap syukur dan menyatukan batin kita dengan Allah.
Dan perlu kita perhatikan bahwa Tuhan Yesus juga memberikan teladan IBADAH, yaitu membawa karya-karya kasih Allah kepada banyak orang.
(catatan: IBADAH adalah: perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya;  Sumber: KBBI)
Apabila kita hanya ibadat saja tidak disertai ibadah maka Firman itulah yang  akan menjadi hakimnya.

Saudaraku,
pengetahuan akan Firman Tuhan, menjadikan kita berani menghadapi setiap kesulitan tanpa mengorbankan kesetiaan dan ketaatan.
Untuk itu hendaklah jangan pernah bosan menbaca Injil, sebab didalamnya ada kebenaran.
Dan Allah pasti akan memberikan pengertian baru setiap hari sehingga kita tidak akan terbawa seperti orang-orang yang kurang percaya yang selalu ingin menyelidiki hal-hal yang tidak perlu.
Yang memutar, membalik. menyelidiki kata demi kata hanya demi melayani kesombongan diri, yang ingin mengetahui segala-galanya.
Injil hanya akan menjadi seperti koran jika tidak disertai dengan IMAN.
Mari kita membaca Injil dengan rendah hati dan setia, tidak menginginkan agar mendapat NAMA sebagai orang yang berilmu.
Dengarkanlah Allah berbicara.
Dan pasti Roh Allah akan memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan Firman-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 15 Mei 2019

Allah Bapa kami
Tidak ada yang pantas kami sombongkan dihadapan-Mu
Kasih dan kebaikan yang kami lakuakan belum sebanding dengan kasih-Mu kepada kami
Namun Roh-Mu membakar semangat kami untuk selalu melakukan kehendak-Mu
Terimakasih ya Bapa

Kami berdoa untuk semua orang yang melihat wajah-Mu
Semua orang yang melihat terang-Mu
Semua orang yang mendengar perkataan-Mu
Kami mohon Roh-Mu menjadi kekuatan untuk melakukan kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 15:9-17;

Yoh 15:9
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
Yoh 15:10
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Yoh 15:11
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Yoh 15:12
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Yoh 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Yoh 15:14
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
Yoh 15:15
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Yoh 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yoh 15:17
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
---------

Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap

Saudaraku,
sangat jelas bahwa kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, ditantang untuk pergi dan menjadi pemberi, bukan penerima.
Ada yang bingung? Karena merasa yang dipunyainya sekarang hanya cukup untuk dirinya sendiri.
Utamanya adalah kita harus menjahui sikap mementingkan diri sendiri.
Mengutamakan kepentingan orang lain, adalah pemberian yang sangat besar.
Mengutamakan kepentingan orang lain, jauh dari mengharapkan pujian atau balas jasa atau mengharapkan keuntungan.
Kita bisa melatih diri dari keseharian dijalan misalnya.
Mengurangi kecepatan kendaraan saat melihat orang atau kendaraan lain hendak menyeberang, bukankah tidak ada orang yang memuji Saudara? Mungkin hanya istri/suami atau anak Saudara.

Saudaraku,
jika sesorang memiliki cinta kasih yang besar, dalam segala hal ia tidak akan mencari dirinya sendiri.
Dalam segala hal ia tidak mencari kepuasan diri.
Dan ia akan sabar terhadap kekurangan orang lain.
Lalu permenungannya: apakah ada diantara kita yang merasa bisa segalanya dan tidak membutuhkan orang lain?
Tidak ada seorang pun tanpa kekurangan.
Tidak seorang pun mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.
Tidak seorang pun mampu menyelesaikan kesulitan-kesulitannya sendiri.
Oleh karena itu seperti perintah Tuhan kita Yesus Kristus, seharusnya:
Kita saling membantu.
Kita saling menolong.
Kita saling memberi.
Kita saling menghibur.
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.(Gal 6:2)

Saudara berharap memetik buah dari cinta kasih?
Jika demikian tanyalah kepada diri sendiri, kapan Saudara menanamnya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 14 Mei 2019

Allah Bapa kami
Kami mengucap syukur kepada-Mu
Sebab Engkau telah mengangkat kami dari keduniawian kepada kasih
Bahkan setiap hari kami menerima anugerah yang baru
Kami tidak lagi mencari diri sendiri
Kami tidak lagi berbahagia karena pujian dan hormat
Tetapi kami bahagia saat kami mengutamakan kepentingan orang lain

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin