Yohanes K. Sugiyarta
Injil Yohanes 8:12-20;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 8:12
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
Yoh 8:13
Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar."
Yoh 8:14
Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
Yoh 8:15
Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun,
--------
Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan
Saudaraku,
kata kegelapan dalam Injil adalah analogi dari kejahatan.
Ada yang menarik apabila kita mau mengamati tentang kegelapan spiritual atau kegelapan rohani atau orang yang tidak lagi mematuhi perintah Allah.
Mengapa saya bilang menarik?
Sebab dalam kegelapan spritual itulah terjadinya KEMUNAFIKAN.
Hidup dalam kepura-puraan atau kebohongan.
Sering kita lihat, banyak orang yang menggunakan atribut rohani bahkan sering berbicara atau mengajar kerohanian tetapi hidupnya tidak taat kepada perintah Allah.
Kemarin saya membaca sebuah kalimat yang sangat menarik:
behind every sin is a lie about God - Tim Chester.
Hidup dalam kebohongan tidak akan pernah bisa merasakan ketenangan, tidak pernah bisa merasakan kedamaian.
Terlebih jika kebohongan itu untuk mencari kehormatan diri.
Sebab jika demikian pasti selalu diikuti menyalahkan atau menghakimi orang lain.
Pembohong bukan orang yang tidak tahu!
Ia mengetahui tetapi berusaha menutupinya dengan berbagai macam kebohongan.
Saudaraku,
Kalimat Rasul Paulus ini selalu saya ingat:
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman.
(Bdk Rm 1:16-17)
Hanya terang Allah, yang mampu membuat orang terlepas dari ketidaktahuan.
Dan Injil menyatakan kebenaran Allah.
Maka marilah kita bersyukur dan memuji Allah, sebab kita telah melihat terang itu.
Dan terang itu menerangi hati dan pikiran kita, sehingga kita tidak lagi hidup dalam kegelapan.
Kita juga wajib berdoa untuk semua orang yang menolak terang Allah, supaya mereka kembali ke jalan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 8 April 2019
Allah Bapa kami
Cinta diri membawa kami kepada kebohongan
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Agar kami berani membuang semua keinginan diri dan mencari kepentingan diri sendiri
Kami mohon Roh-Mu ya Bapa
Untuk menerangi hati dan pikiran kami
Sehingga kami selalu memikirkan terlebih dahulu apa yang hendak kami lakukan
Supaya setiap langkah kami tetap berada dalam terang Firman-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 8:1-11;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 8:3
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Yoh 8:4
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Yoh 8:5
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Yoh 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Yoh 8:7
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Yoh 8:8
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Yoh 8:9
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Yoh 8:10
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Yoh 8:11
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
--------
Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.
Saudaraku,
dalam empat Injil yang sudah berulang kali saya baca, saya tidak menemukan Yesus mencela atau menghukum orang yang berdosa.
Justru saya menemukan perkataan bahwa Tuhan Yesus sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.(Bdk Mat 11:19)
Mengapa demikian?
Saudaraku,
orang-orang berdosa membutuhkan ajakan seruan pertobatan, bukan hujatan!
Kebanyakan orang selalu menyalahkan dan menghakimi orang lain.
Kita ini anak Allah maka jika kita merasa teman, sahabat atau saudara kita melakukan kesalahan, tidak boleh kita menghujat, mencela atau menghakimi.
Demikian pula sebaliknya jika kita menyadari diri kita salah, segeralah minta maaf, segera bertobat tidak mengulangi lagi, bukan malah berusaha menutupi dan membenarkan diri sendiri.
Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak menegur orang yang berdosa dengan cara mengutuk atau menghukum.
Tetapi Ia dengan penuh kasih mendekat dan memberikan dorongan dan semangat untuk bertobat.
Sebaliknya,
Tuhan Yesus menegur dengan sangat keras kepada orang yang munafik.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.(Mat 23:25)
Mari dengan rendah hati datang kepada Tuhan, mengakui kekurangan dan kesalahan-kesalahan kita.
Dan memohon Roh Tuhan untuk menuntun dan memberikan kekuatan supaya berani memperbaiki diri.
Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.
Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!(Bdk Yeh 33:11)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 7 April 2019
Bapa
Kami datang kepada-Mu memohon pengampunan dan rahmat
Dan tidak henti-hentinya kami memohon kemurahan hati-Mu
Kami sangat menyesal atas kesalahan-kesalahan kami
Dan kami berjanji tidak akan berbuat dosa lagi
Ampunilah ya Bapa, ampunilah kami
Kepada-Mu kami persembahkan pula segala yang baik
Walaupun tidak banyak jumlahnya
Kami mohon Engkau sempurnakan dan kuduskan
Sebagai ungkapan terimakasih dan hormat kami kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 7:40-53;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 7:43
Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
Yoh 7:44
Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
Yoh 7:45
Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
Yoh 7:46
Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
Yoh 7:47
Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
--------
Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!
Saudaraku,
menurut Saudara Yesus itu Tuhan atau nabi?
Saudara-saudara kita umat muslim percaya bahwa Yesus adalah nabi, mereka menyebut Nabi Isa.
Saya percaya Yesus adalah Tuhan, sebab ia membuat yang tidak ada menjadi ada dan yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Bukan tentang menghidupkan orang mati.
Bukan tentang merubah air menjadi anggur.
Bukan tentang 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan ribuan orang.
Saya melihat ketuhanan Yesus dengan sangat sederhana, yaitu tetap mengasihi ditengah dunia yang saling membenci, tetap peduli ditengah dunia yang semakin egois.
Walaupun kita dibesarkan di keluarga kristen.
Walaupun kita sangat rajin ke gereja dan aktif dalam kegiatan rohani.
Walaupun kita rajin berdoa.
Apabila kita tidak mengasihi saat dibenci dan tidak mau berbelas kasih kepada orang yang tidak kita kenal, sama aja kita menganggap Yesus hanyalah seorang nabi.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?(Bdk Mat 5:46)
Bukankah orang yang tidak percaya kepada Tuhan pun melakukannya?
Saudaraku,
para rasul dan penulis Injil dengan sederhana menceritakan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan iman mereka.
Berbahagialah apabila saat ini mata kita melihat dan telinga mendengar keagungan-Nya dan kita merasakan Tuhan yang hidup dan yang penuh belas kasih.
Sebab dunia ini buta dan tuli kepada penciptanya:
_"Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak._(Yeh 12:2)
Dengan cara yang sederhana pula kita berusaha untuk selalu menyatakan iman kita.
Sebab jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.(Bdk Yak 2:17)
Maka marilah kita selalu mengarahkan pandangan kepada diri kita sendiri dan janganlah suka menilai perbuatan orang lain.
Dengan demikian kita sadar bahwa kita tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan.
Sehingga kita akan berusaha untuk hidup benar dihadapan Allah dan tetap hidup penuh kasih walau sekeliling kita membenci.
Lalu kita akan disebut anak-anak Allah.
Dan.. setiap orang yang melihat akan berkata:
Belum pernah seorang anak manusia yang memiliki kasih sebesar itu!
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 6 April 2019
Kami mengucap syukur ya Bapa
Mata kami melihat jejak kaki-Mu
Dan telinga kami mendengar suara-Mu
Kami mohon rahmat-Mu setiap hari ya Bapa
Untuk mengatasi keinginan diri sendiri
Sehingga ucapan, gerak hidup kami dan langkah kaki kami
Seirama dan sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 7:1-2, 10, 25-30;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 7:25
Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
Yoh 7:26
Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
Yoh 7:27
Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
Yoh 7:28
Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
Yoh 7:29
Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
Yoh 7:30
Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
--------
Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
Saudaraku,
orang-orang Yahudi tahu bahwa siapapun yang *menganggu kehormatan* orang-orang Farisi pasti akan disingkirkan.
Tuhan Yesus dimata orang-orang Yahudi dianggap telah menantang orang Farisi.
Zaman itu pemuka agama mengendalikan semuanya, dalam bisnis dan pengadilan.
Jadi jika orang-orang Farisi berencana membunuh Tuhan Yesus, pasti akan terjadi.
Walaupun orang-orang Yahudi banyak yang percaya bahwa Tuhan Yesus adalag Mesias, tetapi tidak akan berani mengatakannya di depan orang-orang Farisi.
Hanya orang Farisi, pemuka agama yang dianggap memiliki hak untuk me-legitimasi.
Lalu pertanyaannya: mengapa Tuhan Yesus tidak membangun semacam diplomasi dengan orang Farisi?
Saudaraku,
Tuhan Yesus adalah Allah, melihat hati orang Farisi.
Orang Farisi tidak sungguh-sungguh dalam menyembah Allah, semua aktivitas rohani yang dilakukan hanya untuk mencari kehormatan diri.
Mereka memilih-milih ayat-ayat kitab suci, hanya yang sekiranya membuat ia terlihat suci.
Mereka pasti mengerti:
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.(Yes 7:14)
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.(Mik 5:2)
Lalu permenungannya untuk kita:
Apakah kita benar-benar sudah tahu, Tuhan Yesus adalah Kristus/Mesias?
Dan apakah kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya?
Jika ya, tentunya semua aktivitas rohani dan hidup adalah ucapan syukur kita atas kasih dan kebaikan Allah dan tidak pilih-pilih perintah Allah.
Dalam arti, hanya mau yang enak-enak saja, berdoa hanya untuk urusan berkat, berkat dan berkat.
Yang diingat hanya Mazmur 23:2:
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Sedangkan Mazmur 23:4 sering dilupakan:
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Saat sedikit saja mengalami kesulitan langsung mengeluh, mencari-cari cara sendiri, bahkan ada yang lalu menyalahkan orang lain.
Apalagi Lukas 6:38:
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Buat sekali makan bisa habis Rp 100.000, tetapi akan berhitung jika untuk memberikan sedekah.
Saudaraku,
hendaklah kita tidak menyelidiki pertimbangan-pertimbangan Allah yang tersembunyi.
Sebab tidak semua keputusan Allah, bisa terjangkau oleh akal budi.
Oleh karena iman kita memiliki pengharapan dan dalam kasih Tuhan Yesus kita hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 5 April 2019
Bapa yang penuh kasih dan sumber pengharapan
Kami mohon kuduskanlah kami
Bimbinglah dan lindungilah kami
Supaya hati dan pikiran kami hanya tertuju kepada-Mu
Bapa sumber dari segala pengetahuan
Kami mohon terangilah pikiran kami dengan cahaya ilahi
Sehingga kami terhidar dari perdebatan yang tidak perlu
Dan kami mohon ajarilah kami tetap rendah hati dalam segala keadaan
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 5:31-47;
Saya kutipkan sebagian:
Yoh 5:31
Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
Yoh 5:32
ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
Yoh 5:33
Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
Yoh 5:34
tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
Yoh 5:35
Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
Yoh 5:36
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
--------
Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku
Saudaraku,
di zaman Tuhan Yesus, orang Yahudi pergi ke sinagoga untuk menikmati pujian, singkatnya siapa yang hidup paling taat dengan Taurat dan aturan yang mereka buat sendiri.
Hati dan pikiran mereka hanya fokus kepada kesucian diri mereka sendiri, bukan untuk kesatuan hidup dengan Allah tetapi untuk memperoleh kehormatan dirinya sendiri.
Bahkan mereka menggunakan Taurat untuk menghakimi orang lain, supaya dirinya sendiri terlihat paling benar dan paling suci.
Dengan demikian mereka jelas tidak akan pernah bisa percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang mereka nantikan, walaupun Tuhan Yesus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Allah.
Yaitu menghidupkan orang mati dan berbagai mujizat yang dahsyat lainnya.
Mereka lebih melihat pelanggaran Tuhan Yesus dalam aturan-aturan yang mereka buat, contohnya tentang hari sabat.
Saudaraku,
tentunya sampai hari ini kita telah menikmati pekerjaan Allah.
Yaitu semua kasih dan kebaikan yang kita terima sampai pagi hari ini, melalui orang tua kita, saudara-saudara kita dan semua orang yang telah berbuat baik kepada kita.
Dan tentunya juga teguran atau kritikan kepada kita, sehingga kita sadar ketika kita berada dijalan yang salah.
Jadi jika selama ini kita telah mengetahui, merasakan dan menerima pekerjaan Allah, tidakkah kita juga ingin terlibat dalam pekerjaan itu?
Saudaraku,
dengan teladan yang baik, ditaburkan benih yang baik.
Mari taburkanlah benih-benih itu, Allah akan mendatangkan angin yang akan menerbangkan benih-benih itu.
Dan percayalah bahwa benih itu akan berakar dan menghasilkan buah.
Dan buah itulah yang akan menjadi saksi-Nya.
Bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 4 April 2019
Ya Bapa
Kami hidup dalam kepercayaan kepada-Mu
Diperkuat oleh teladan orang-orang pilihan-Mu
Dan Firman-Mu yang selalu menjadi cermin hidup kami
Ampunilah kami ya Bapa
Apabila kami terkadang kurang percaya
Terutama saat kami sedang dalam kesulitan
Oleh sebab itu dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu
Roh-Mu memberikan kekuatan dan keberanian kami
Untuk berani membuka tirai dalam hati kami
Sehingga terang cahaya-Mu masuk ke relung hati kami yang paling dalam
Supaya hanya kasih dan kebaikan-Mu saja yang berkuasa atas hidup kami
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
