"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 2:22-40;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
--------
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
Luk 2:32
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel
------

terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa

Saudaraku,
apa yang terjadi di sekitar kita, adalah baik untuk dijadikan cermin untuk diri kita sendiri.
Dan dengan cara itu kita bisa menilai diri sendiri:
Apakah selama ini iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus mampu membuat hidup kita berbeda dengan dunia?
Apakah mata kita masih sanggup membedakan mana yang pantas dilakukan oleh anak Allah dan mana yang tidak?
Dan apakah kita telah memilih yang pantas?

Saudaraku,
kita dipanggil untuk memberi diri, untuk menyatakan terang Kristus di dunia.
Kita dipanggil untuk menyerahkan hidup kita kepada Allah.
Allah membutuhkan kita untuk berbagi kebahagian, kesejahteraan dan kedamaian, supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat keselamatan.
Marilah kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan untuk Allah, sekarang, sebab kita tidak tahu kapan kita mati.
Selagi kita mampu, mari kumpulkan pundi-pundi untuk kita persembahkan kepada Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 2 Februari 2019

Allah Bapa kami
Setiap hari Engkau nyatakan kebaikan-Mu
Setiap hari pula mata kami melihat perbuatan-perbuatan jahat
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Karena Engkau selalu mendorong kami untuk hidup benar dihadapan-Mu
Terang-Mu selalu ada di depan langkah kami
Dan Roh-Mu selalu memberikan kekuatan kepada kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 4:26-34;

Mrk 4:26
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mrk 4:27
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Mrk 4:28
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Mrk 4:29
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Mrk 4:30
Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Mrk 4:31
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Mrk 4:32
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
--------

benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu

Sudaraku,
kita terpilih menjadi ladang Allah, maka mari kita mengucap syukur sebab tentu Allah akan memelihara kita dengan sempurna apabila kita tidak melawan-Nya.
Seperti petani yang merawat tanamannya, Allah juga merawat bibit yang ditanam dala diri kita sampai menghasilkan buah.
Manusia tidak seperti tanah yang mati.
Manusia adalah tanah yang hidup dan bisa memilih menolak benih Allah.
Bahkan ada yang merasa jadi beban lalu bibit Allah yang baru mulai bertunas dimatikannya.

Saudaraku,
dalam hal makanan Tuhan tidak melarang makan daging babi misalnya.
Tetapi bisa kita pahami bahwa kita justru dianggap dewasa, artinya mampu melihat mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak pantas.
Terutama untuk pertumbuhan benih Allah supaya tumbuh berbuah.
Rasul Paulus dalam 1Kor 10:23-25
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Sebagai anak-anak Allah, marilah menjaga diri, menjaga dan merawat benih Allah tumbuh dan berbuah.
Menjaga pula ucapan dan perbuatan kita, supaya kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 1 Februari 2019

Allah Bapa kami
Terimakasih hidup kami Engkau jadikan ladang-Mu
Supaya setiap orang di hidup kami menikmati buah kasih-Mu
Kami berjanji akan selalu merawatnya ya Bapa
Dan kami percaya Engkau akan membuatnya berbuah sempurna

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 4:21-25;

Mrk 4:21
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Mrk 4:22
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Mrk 4:23
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Mrk 4:24
Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Mrk 4:25
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
--------

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan
Camkanlah apa yang kamu dengar!

Saudaraku,
Surat St. Paulus kepada jemaat di Roma:
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.(Rm 10:17)
Pagi ini saya mengingatkan kepada Saudaraku semua yang hobi meneruskan/menyalin konten dari dan melalui berbagai media informasi digital.
Hendaknya lebih hati-hati, tidak asal salin dan meneruskan, terutama yang isinya peringatan-peringatan, waspada, info kesehatan, dan lain-lain sebelum Saudara yakin kebenarannya.
Itu akan mempengaruhi pendengaran Saudara, dan yang lebih buruk adalah Saudara tidak pernah mengetahui dengan pasti kondisi orang yang menerima kiriman Saudara.
Mencerminkan kapasitas Saudara sendiri, orang bisa saja menilai Saudara adalah orang yang sok paling tahu.
Boleh saja berbagi wawasan, berbagi informasi asal Saudara memang mempunyai kapabilitas dengan konten/isi yang Saudara kirimkan.

Saudaraku,
oleh karena iman dan oleh karena terang Roh Kudus kita melihat, mendengarkan dan hidup dalam kebenaran.
Pantas ditanyakan tentang iman Saudara dan kehidupan rohani Saudara jika:
Saudara masih menyebarkan kebohongan.
Saudara masih menyebarkan ketakutan dan kegelisahan.
Saudara masih menyebarkan kebencian atau permusuhan.
Walaupun hanya salin/meneruskan.

Kasih Allah telah dinyatakan dalam hidup kita, kasih itulah yang seharusnya kita sebarkan.
Damai surga telah kita rasakan dalam hidup kita, damai itulah yang seharusnya kita bagikan.
Maka mari mulai sekarang ini: Camkanlah apa yang kita dengar!
Supaya kita tidak menjadi perpanjangan tangan si jahat.
Kita tidak bisa menghindar, tetapi marilah kita bijak.
Kita tidak punya kuasa untuk menghentikan hujan, namun kita bisa memakai payung.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 31 Januari 2019

Allah Bapa kami
Kata-kata para nabi sangat bagus
Namun itu menjadi sia-sia jika yang mendengarnya hanya diam saja
Demikian pula sabda-Mu sangat indah
Dan kami sadar hanya sabda-Mu yang mampu membawa kami kedalam kebenaran
Sebab Engkau sendiri yang mengungkapkan maknanya
Dan membuka rahasia-rahasia yang tersembunyi

Bapa kami mohon
Ajarilah kami mendengar
Dan berikanlah kekuatan untuk melakukannya

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Markus 4:1-20;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 4:15
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Mrk 4:16
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
Mrk 4:17
tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Mrk 4:18
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
Mrk 4:19
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mrk 4:20
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
--------

yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah

Saudaraku,
saya menjadi katolik karena melihat buah firman itu.
Dengan demikian dengan segala upaya saya berusaha agar hidup saya juga termasuk tanah yang baik dan menghasilkan buah.
Tadi malam saya mimpi menginap di rumah teman, dan teman saya itu memelihara anjing.
Saat saya mengucap terimakasih dan pamit untuk pulang, anjing tersebut berusaha mencari batu dan saya lihat anjing itu memilih dari beberapa batu yang ia temukan, dan akhirnya dapat sebuah batu yang kemudian diberikan kepada saya.
Dan saya yakin itu batu yang terbaik menurut anjing tersebut.
Menjadi inspirasi saya untuk menulis pagi ini.
Mata kita telah dibuatnya melihat dan telinga kita telah dibuatnya mendengar.
Jangan lupa untuk mengucap syukur, sebab kita adalah orang-orang yang terpilih.
Orang-orang yang telah dipilih untuk menghasilkan buah.
Hasil orang benar adalah pohon kehidupan.(Bdk Ams 11:30)
Anjing memiliki penciuman yang tajam, tetapi anjing juga punya penglihatan yang bisa mendeteksi gerak.
Obyek yang bergerak dengan cepat dapat ditangkap oleh anjing.

Saudaraku,
kita telah menerima indra ke 6, yaitu Roh Allah, sehingga kita bisa melihat dengan cepat karya-karya Allah.
Maka marilah hidup dalam Roh Kudus, sehingga kita selalu bersemangat untuk hidup layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah._(Bdk Kol 1:10)

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 30 Januari 2019

Semua yang bertentangan dengan kehedak-Mu
Adalah sumber kegaduhan dalam hati kami
Dan kami menyadari itu ya Bapa

Engkau Bapa penolong kami
Yang aku percayakan hidup kami
Kami mohon rahmat kekuatan setiap hari ya Bapa
Untuk kami tetap hidup layak dihadapan-Mu
Terlepas dari kegaduhan duniawi

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 3:31-35;

Mrk 3:31
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Mrk 3:32
Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Mrk 3:33
Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Mrk 3:34
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mrk 3:35
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
--------

Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?

Saudaraku,
tentunya tidak asing lagi dari penglihatan dan pendengaran kita, kalimat: ikatan keluarga besar alumni ....
Nah apa arti keluarga dari kalimat tersebut?
Keluarga yang dibentuk oleh karena sama-sama lulusan sekolah/perguruan tinggi.
Kita yang telah dibaptis adalah anggota keluarga Tuhan Yesus, keluarga yang dibentuk oleh karena iman.
Tuhan Yesus lahir di keluarga kudus Nazaret, yaitu Bunda Maria dan St. Yusuf, sudah seharusnya dan sepantasnya kita juga menempatkan Bunda Maria sebagai Bunda kita dan St. Yusuf sebagai Bapa kita.
Tuhan Yesus datang ke dunia oleh karena kasihNya kepada manusia, dan kasih itu pula yang menjadi semangat dalam keluarga Kristus.
Maka Gereja adalah keluarga Allah dan Gereja harus selalu siap menjadi keluarga bagi siapapun yang tidak memiliki keluarga, dengan penuh kasih.

Saudaraku,
dalam iman dan kasih kita adalah keluarga Gereja, keluarga Allah.
Sudah menjadi semangat kita untuk tetap menjaga hidup sebagai keluarga Allah.
Menampilkan hidup yang damai dan penuh kasih.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 29 Januari 2019

Allah Bapa kami
Kami menghadap kepadaMu dengan membawa ucapan syukur
Karena Engkau menerima kami menjadi keluargaMu
Kami hidup bersama orang-orang kudusMu
Yang menjadi teladan kami untuk hidup sebagai anak-anakMu

Kami serahkan rencana hidup kami kepadaMu
Dan kami mohon ajarilah kami untuk selalu berserah kepadaMu
Dengan menjaga hidup kami untuk tetap setia dalam firmanMu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin