"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 6:36-38;

Luk 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Luk 6:37
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
-----------

Murah hati, memberi dan tidak menghakimi.

Injil pagi hari ini sangat menarik, murah hati dan memberi disandingkan _berdekatan_ dengan menghakimi.
Dalam Perjanjian Lama:
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.(Mal. 3:10)

Saudara-saudara kita dalam gereja Kristen ada persepuluhan.
Dalam Perjanjian Baru ada perpektif yang lebih luas tentang hal memberi.
Pagi hari ini saya mengajak bahwa memberi tidak cukup hanya sekedar sebagai kewajiban atau aturan.
Tetapi memberi adalah keinginan yang timbul dari perspektif iman.
Sebab jika menggunakan pemahaman dengan pikiran maka secara sadar dan tidak sadar lalu pasti akan membuat takaran.
Dan pada akhirnya tidak terlepas dari menghakimi.
Misalnya:
Yuk memberi sumbangan ke Si A.
Aaah ngapain disumbang.
Susah dibuat sendiri kok, coba kalau dia tidak ini, tidak itu, dll.

Menyumbang gereja sedikit saja, uang gereja sudah banyak.
Sebagian disumbangkan ke panti asuhan saja.

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.(Mat. 7:1)

atau saya tulis:
Jangan menilai sehingga kita tidak akan dinilai.

Kemurahan hati mengalir dengan sendirinya dalam hidup, bahkan dirinya sendiri tidak menyadari.
Tangan kirinya tidak punya kesadaran tentang apa yang dilakukan tangan kanan.
Itulah memberi dengan perspektif iman.

Hidup bukan hanya bahagia saja tetapi menjadi berarti.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa hari Senin 13 Maret 2017

Selamat pagi Bapa
Kembali kami memulai aktivitas dan pekerjaan kami pekan ini
Kami tahu dengan pasti
Kasihmu tidak akan pernah berhenti
Dan membentuk hidup kami dalam rencana-Mu

Kami mohon penyertaan dan tuntunan-Mu
Untuk selalu menyadari
Hanya kasih-Mu yang menjadikan kami hidup
Sehingga hidup kami pun selalu murah hati

Dalam nama PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus dan bersama Dia, dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami akan selalu hidup dalam kasih-Mu
Kini dan sepanjang masa
Amin
 


 


Injil Matius 17:1-9;

Saya kutipkan sebagian:
Mat 17:1
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
Mat 17:2
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Mat 17:3
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Mat 17:4
Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
-----------

Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia.(Yoh. 15:19)

Saya mencoba memahami kata memilih menjadi mengangkat.
Injil hari ini Tuhan Yesus naik ke sebuah gunung.
Dan para murid yang mengikutinya melihat rupa Tuhan Yesus berubah wajah-Nya bercahaya seperti matahari.

Tuhan Yesus mengangkat kita dari dunia dan menempatkan kita diatas dunia.
Sehingga mata kita dengan mudah melihat dunia.
Dan tentunya lalu bisa dengan mudah membedakan mana yang layak bagi anak-anak Allah dan yang tidak.
Maka dengan demikian wajah kita juga *berubah*, hidup kita bercahaya.
Lalu pertanyaannya:
Apakah orang-orang disekitar kita bahagia?

Tentunya tidak ada yang menginginkan rumah tanpa jendela.
Semua orang merindukan cahaya.
Janganlah kita sia-siakan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada kita.
Untuk bercahaya bagi sesama.
Dan saat kita bercahaya bagi orang lain, kita tidak akan pernah kekurangan cahaya.
Tuhan akan menyediakan untuk kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa hari Minggu 12 Maret 2017

Bapa di dalam surga
Engkau pilih kami menjadi anak-anakMu
Sehingga setiap hari kami bisa merasakan kehangatan-Mu dan kasih-Mu
Engkau juga menghendaki
Agar hidup kami memancarkan cahaya kasih untuk sesama

Pagi hari ini
Bersama keluarga dan anak-anak-Mu
Kami kembali beribadat dalam bait-Mu
Memuliakan nama-Mu dengan segenap pujian dan ucapan syukur

Bersama Puteramu Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami bawa ucapan syukur kami kepada-Mu
Amin


Injil dari Matius 5:43-48;

Saya kutipkan sebagian:
Mat 5:43
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Mat 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Mat 5:45
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Mat 5:46
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
----------

Kembali saya ulangi, tulisan saya kemarin:
Jika kita punya kemampuan untuk melihat maka kita tidak akan pernah memiliki rasa benci.

Saya mengajak Saudaraku semua terutama yang sudah berkeluarga atau yang masih pacaran.
Coba diingat saat Saudara jatuh cinta dengan istri, suami atau pacar.
Semuanya terlihat indah dan membuat bahagia.
Tidak lagi marah.
Tidak lagi membenci.
Dan mungkin menjadi baik hati kepada semua orang di sekitarnya.
Naah..
Itulah yang saya maksud kemampuan untuk melihat
Saat jatuh cinta Saudara melihat semua orang dengan mata baru.

Saat terjadi perbedaan pendapat atau pemahaman, sering terdengar kalimat yang waras ngalah.
Mengalah yang seperti apa??
Memahami bahwa orang lain salah dan dirinya merasa benar lalu mengalah saja?
Namun apakah lalu kemudian tidak terpikirkan lagi?
Biasanya akan tersimpan dalam memori, lalu suatu saat akan muncul kembali dan menjadi kaca mata penglihatan.

Memahami artinya memaafkan.
Memaafkan itu melupakan.
Dan...

Cinta itu melupakan

Dengan demikian setiap hari kita melihat semua orang dengan mata baru.
Lalu kemudian kita tidak pernah merasa memiliki musuh.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa hari Sabtu 11 Maret 2017

Kami bersyukur kepada-Mu ya Bapa
Untuk kasih-Mu yang kami rasakan setiap hari
Dan sabda-Mu yang selalu menjadi kekuatan kami
Untuk mengasihi semua orang

Engkau mengajarkan kami
Untuk memenuhi hidup dengan kebaikan
Sehingga tidak ada kata musuh
Diperbendaharaan hidup kami

Kami bawa persembahan hidup penuh kasih, kebahagiaan ataupun kesusahan kepada-Mu
Dan berserah diri dalam pimpinan-Mu
Bersama Puteramu Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 11:11-15;

Mat 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Mat 11:12
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
Mat 11:13
Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
Mat 11:14
dan?jika kamu mau menerimanya?ialah Elia yang akan datang itu.
Mat 11:15
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
---------

Membaca Injil di zaman ini sangat dimudahkan dengan teknologi.
Ada aplikasi di telepon pintar dengan berbagai macam bahasa.
Namun apakah setiap orang lantas menjadi tertarik untuk setia membacanya?
Mampukan Firman Tuhan mengubah hidup kita?

Firman Tuhan ditujukan untuk mereka yang haus dan lapar.
Menjangkau orang-orang miskin dan tersisih.
Untuk mereka yang dibenci dan diabaikan.
Gereja yaitu kita semua anak-anak Allah dituntut untuk menjadi WAJAH ALLAH.
Supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat:
Orang buta melihat.
Orang lumpuh berjalan.
Orang kusta menjadi tahir.
Orang tuli mendengar.
Orang mati dibangkitkan.

Maka...
Jika kita semua diberkati Tuhan, dalam keadaan yang sehat dan dicukupkan kebutuhan kita,
dan jika kita merasa sebagai anak-anak Allah, kita wajib menjangkau semua orang yang haus, lapar dan tersisih.
Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup tanpa cahaya, tanpa kekuatan dan tak ada penghiburan.
Banyak cara untuk menjangkau mereka, jika memang ada kemauan, dan jika memang kita punya telinga dan mendengar.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Kamis 14 Desember 2017

Allah Bapa di dalam surga
Engkau baik dan penuh kasih
Rahmat-Mu selalu menyertai kami
Menjadi kekuatan dan penghiburan
Menjadi cahaya yang menghidupkan

Bapa di surga
Kami mohon buka hati kami
Berikanlah semangat dan kekuatan
Agar mata kami melihat dan telinga kami selalu mendengar
Saudara-saudara kami yang haus, lapar dan tersingkir
Pakailah hidup kami untuk menghadirkan Engkau di hidup mereka

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 11:28-30

Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
------------

Injil Markus ditulis untuk orang Romawi.
Injil Lukas untuk Teofilus dan semua orang percaya bukan Yahudi.
Injil Matius ditulis untuk orang Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Injil Matius ditujukan untuk orang kristen Yahudi.
Orang Yahudi mendapatkan pengajaran dari orang Farisi bahwa;
Untuk hidup layak dihadapan Allah harus mentaati hukum dasar Musa, 10 perintah Allah.
Dan...
Ratusan hukum atau mungkin semacam ritual yang diajarkan oleh para imam lewi.
Tentunya lalu menjadi beban yang sangat berat.

Tuhan Yesus tetap mengajarkan hukum dasar Musa, 10 perintah Allah.
Dan...
Kasihilah Tuhan, Allahmu.(Bdk Mat 22:37)
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.(Bdk Mat 22:39)
Dengan demikian bukan lagi menjadi beban yang sangat berat bagi umat-Nya.
Tuhan Yesus menghapus hukum atau aturan dari para imam misalnya tentang hari sabat

Untuk itu marilah kita mengucap syukur kepada Allah.
Kita memiliki Allah yang dekat dan yang penuh kasih.
Yang selalu bersama-sama dengan kita, ikut meringankan beban kita.
KUK dibuat untuk 2 sapi.
Libatkan Allah dalam hidup kita, jangan biarkan Allah hanya menonton kita dari tepi sawah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Rabu 13 Desember 2017

Jiwaku memuliakan Engkau ya Bapa
Dengan kasih-Mu Engkau mengampuni kesalahan dan dosa kami
Engkau menyayangi kami dan tidak ingin kami ini binasa

Engkau ada bersama kami dalam satu kuk
Engkau menuntun langkah kami
Sehingga beban kami menjadi ringan
Dan kami menghasilkan buah yang berlimpah

Engkau ajarkan pula kepada kami untuk peduli
Memakai KUK bersama sesama kami
Saling mengasihi dan saling menolong
Sehingga nama-Mu diagungkan di seluruh muka bumi

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin