"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 21:33-43, 45-46;

Mat 21:33
"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Mat 21:34
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Mat 21:35
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
Mat 21:36
Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
Mat 21:37
Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
Mat 21:38
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Mat 21:39
Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
Mat 21:40
Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
Mat 21:41
Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
Mat 21:42
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Mat 21:43
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
---------
Mat 21:45
Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Mat 21:46
Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.
---------

Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu

Saudaraku,
para penggarap dalam perumpamaan tersebut dapat menganiaya dan bahkan membunuh beberapa utusan karena pemilik kebun anggur tersebut tinggal jauh.
Allah dapat tampak jauh dari pandangan dan pikiran.
Namun, kita masing-masing akan diadili dan diberi pahala segera setelah kematian sesuai dengan perbuatan kita dan apa yang kita lakukan serta iman kita.
Kedatangan sang anak memungkinkan para penyewa berasumsi bahwa pemilik kebun anggur itu sudah meninggal dan bahwa sang anak datang untuk mengambil warisannya.
Jika mereka membawanya keluar dari kebun anggur dan membunuhnya, kebun anggur itu menjadi milik tanpa pemilik yang kemudian dapat mereka klaim berdasarkan posisi mereka yang pertama.
Itu merujuk pada Tuhan Yesus yang dibawa ke luar kota Yerusalem untuk disalibkan.

Saudaraku,
bagi kita bahwa perumpamaan ini tentang komitmen Allah kepada umat-Nya dan tanggapan penolakan yang tidak percaya.
Terkadang kita juga cenderung memberontak daripada bertobat.
Kita adalah penyewa kebun anggur Tuhan dalam hidup ini.
Perumpamaan ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah tetap menjadi penjaga kebun anggur-Nya dan akan ada umat yang dipulihkan, diampuni melalui Kristus, yang menghasilkan buah.
Buahnya adalah menaati perintah Tuhan, bekerja, bersekolah, di rumah, bermain atau sendirian.
Yaitu memikirkan apa yang menyenangkan Tuhan dalam pikiran, perkataan, dan tindakan serta melakukan apa yang terbaik bagi sesama kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 20 Maret 2025

Allah Bapa kami
Engkau begitu mengasihi kami dan dengan berbagai cara Engkau mendekat dan memulihkan kami
Kami mengucap syukur dan terimakasih
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendakMu
Dan berilah kami hati yang taat

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin

Lukas 16:19-31;

Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
Luk 16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Luk 16:24
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Luk 16:25
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Luk 16:26
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Luk 16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
Luk 16:28
sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Luk 16:29
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Luk 16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Luk 16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
---------

Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati

Saudaraku,
Injil Perjanjian Lama maupun Perjanjian baru, memberi kita pilihan dan itu sangat jelas.
Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan, karena mereka seperti pohon yang ditanam di dekat air, yang berbunga sepanjang waktu.(Bdk Yer 17:7)
Tuhan Yesus memberi kita sebuah kisah tentang orang miskin yang meninggal.
Dan orang kaya itu juga meninggal, dan dikuburkan.
Dia disiksa di dunia bawah—kita menyebutnya neraka.
Dia meminta Abraham untuk mengirim Lazarus, orang miskin itu, untuk bersaksi kepada saudara-saudaranya, sehingga mereka akan bertobat dan tidak berakhir di tempat yang sama.
Kata Abraham “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka juga tidak akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.

Saudaraku,
Terang Kristus “adalah terang yang dipantulkan dari satu wajah ke wajah yang lain".
Kita pun dipilih untuk memancarkan terang kemuliaan Allah.
Maka terang Kristus harus bersinar dalam kehidupan kita.
Iman lahir dari sebuah perjumpaan dengan Kristus dan kita dipilih untuk "menghadirkan Kristus.
Supaya melalui rantai saksi yang tak terputus, dunia dapat melihat wajah Kristus.

Saudaraku,
sama seperti gemuruh samudera terbentuk oleh suara setiap gelombang ombaknya, begitu juga "kerasulan" terbentuk oleh kebajikan-kebajikan pribadi kita sebagai anak-anak Allah.
Maka marilah kita pelihara iman dengan sungguh-sungguh, supaya kita tidak menunjukkan semangat yang buruk.
Sehingga setiap orang dalam kehidupan kita melihat dan mengalami kemuliaan dari Allah yang hidup.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 20 Maret 2025

Allah Bapa kami
Dengan gembira kami menanggapi setiap firman-Mu
Sebab kami sadar tanpa Engkau, kami pasti tersesat
Terimakasih dengan berbagai cara, Engkau selalu hadir dalam kehidupan kami
Menjaga dan memberkati kami, supaya hidup kami pun menjadi kabar sukacita bagi setiap orang dalam kehidupan kami
Kami mohon limpahkan rahmat-Mu setiap hari dan berilah kami rahmat kekuatan untuk menjadi saksi-Mu

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 1:16, 18-21, 34;

Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
--------
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
--------
Mat 1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
--------

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya

Saudaraku,
teladan St. Yusuf memberi tahu kita untuk tetap percaya kepada Allah ketika segala sesuatunya tidak masuk akal.
Di ruang tunggu kehidupan, kita menemukan apa yang benar-benar kita yakini tentang Allah.
St. Yusuf menerima apa yang telah Allah rencanakan untuknya dan menerima dengan iman.
St. Yusuf sebelumnya telah memutuskan untuk menceraikan Maria secara diam-diam, tetapi ia mengubah rencananya setelah malaikat mengunjunginya dalam mimpinya.

Saudaraku,
apakah kita mendengarkan Allah dan mengizinkan Allah berbicara kepada kita?
Reaksi St. Yusuf terhadap "suara Allah", memperlihatkan bahwa Ia bergaul dengan Allah.
Kita tidak tahu apa yang diharapkan St. Yusuf dari kehidupan saat ia bertunangan dengan Bunda Maria.
Mungkin yang terbaik yang dapat ia lakukan adalah menggunakan keterampilan pertukangannya untuk menafkahi keluarganya.
Menjauh dari orang-orang Romawi dan merawat Bunda Maria.
Peristiwa-peristiwa pada bulan-bulan itu menghancurkan harapan apa pun yang dimiliki St. Yusuf.
Namun, ia mendengarkan "suara ilahi", dan menyelaraskan keinginannya dengan keinginan Allah.
Hasilnya, kita semua tahu, adalah keselamatan dunia!

Saudaraku,
teladan Bunda Maria dan St. Yusuf memberi kita frasa yang kita ucapkan setiap hari dalam Doa Bapa Kami: "Jadilah kehendak-Mu." St. Yusuf menghilang dari Injil sebelum Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya, dari tradisi kuno, ia meninggal di pelukan Bunda Maria.
Namun, apa pun niat St. Yusuf untuk hidupnya, apa pun harapannya, menyelaraskan dirinya dengan kehendak Tuhan menuntunnya ke jalan yang jauh lebih mulia.
Menjadi teladan kita, agar kitapun menyelaraskan hidup kita dengan kehendak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 19 Maret 2025

Allah Bapa kami
Engkaulah yang membawa kami kepada Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Kami mohon kuasailah kehendak kami
Dan berilah kami hati yang taat
Supaya rencanan dan khendak-Mu yang terjadi dalam hidup kami

Kami bawa doa dan permohonan ini kepadaMu ya Bapa
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 23:1-12;

Mat 23:1
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Mat 23:2
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Mat 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mat 23:4
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Mat 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Mat 23:6
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
Mat 23:7
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Mat 23:8
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Mat 23:9
Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Mat 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mat 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Mat 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
---------

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu

Saudaraku,
di dunia ini, manusia telah membagi alam kehidupan menjadi tinggi dan rendah, kecil dan besar, yang sukses dan gagal, mampu dan tidak mampu. Para pencipta tatanan ini telah menggunakan cara ini untuk memiliki lebih banyak kekuasaan atas yang lain dan telah bersikeras agar mereka dihormati, dihargai, dipatuhi dan dihormati oleh yang lain.
Pola kehidupan seperti itu telah menyebabkan penyalahgunaan kekuasaan, perlakuan yang tidak adil terhadap sesama, persaingan antarmanusia dan kecenderungan untuk membandingkan satu dengan yang lain.

Saudaraku,
supaya kita tidak membanding-bandingkan satu dengan yang lain, Tuhan Yesus mengajarkan: “siapa yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi pelayanmu.”
Misi Tuhan Yesus mencakup tugas mengajar manusia untuk menghormati dan menghargai orang lain dan tidak menuntut mereka dari orang lain. Kehormatan dan rasa hormat dalam hidup tidak bergantung pada senioritas, usia, atau posisi seseorang dalam suatu lembaga di masyarakat. Hanya karena menjadi sesama manusia dan tetangga, kita semua dipanggil untuk menghormati dan menghargai orang lain di sekitar kita.
Ketika kita menambahkan perbuatan baik ke dalamnya, kita sudah membangkitkan rasa hormat dan nilai terhadap kita dalam diri orang lain. “Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”.
Itulah kunci "menjadi pelayan" seperti yang dikehendaki Tuhan Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 18 Maret 2025

Tuhan Yesus
Kami mohon bimbinglah kami dengan kebijaksanaan-Mu
Supaya kami selalu bijaksana dalam menyikapi setiap dorongan hati
Dan doronglah kami setiap hari untuk mengenal diri sendiri dengan jujur
Sehingga kami tetap rendah hati dan tidak mudah disesatkan oleh segala bentuk cinta diri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 6:36-38;

Luk 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Luk 6:37
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
--------

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati

Saudaraku,
dalam Perjanjian Lama berkali-kali menyatakan Allah itu penyayang, tetapi umat-Nya tidak setia.
Dosa asal tidak merusak kodrat kita sepenuhnya, tetapi telah melemahkannya sehingga rasanya sulit untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan.
Tanpa kasih karunia Allah, mustahil untuk mencapai kekudusan, untuk memperoleh penglihatan kekal tentang Allah, untuk menjadi ilahi.
Dalam kegenapan waktu, Allah memilih untuk campur tangan, melalui Putera-Nya Tuhan kita Yesus Kristus.
Roh Kudus menjadikan kita seperti Kristus, yang datang bukan untuk menghukum, tetapi untuk mengampuni, untuk berbelas kasih sebagaimana Bapa berbelas kasih.

Saudaraku,
Allah itu adil tanpa batas, juga penyayang tanpa batas.
Itulah sebabnya kita orang berdosa dapat memiliki harapan.
Di dalam hati Allah, belas kasihan mengalahkan keadilan.
Orang berdosa yang berbalik kepada Allah dan bertobat akan selalu menemukan belas kasihan.
Satu-satunya dosa yang tidak dapat diampuni adalah menolak Allah, menolak pengampunan dan belas kasihan Allah.
Oleh karena itu kita juga harus membiarkan "belas kasihan mengalahkan keadilan".
Jika seseorang menyinggung kita, menyakiti kita, kita harus mengampuni dengan tulus hati, tanpa syarat.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 17 Maret 2025

Tuhan Yesus
Engkau menghendaki kami murah hati seperti Bapa adalah murah hati
Engkaupun memenuhi kami dengan belas kasih-Mu
Yang kami butuhkan hanyalah ketaatan
Kami membutuhkan rahmat-Mu setiap hari
Supaya kami tetap setia hidup dalam belas kasih dan kuasa-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa