"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 1:39-45

Luk 1:39
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
Luk 1:40
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Luk 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
Luk 1:42
lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Luk 1:43
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Luk 1:44
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Luk 1:45
Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
--------

Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana

Saudaraku,
Elisabet berkata kepada Bunda Maria, "Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana".
Apakah kita percaya bahwa Sabda yang sama ini akan digenapi di dalam diri kita?
Apakah kita memiliki iman, khususnya, untuk melihat peran kita dalam mewartakan kabar baik?
Apakah kita cukup mengasihi saudara-saudari kita yang membutuhkan pertolongan dan berbagi kasih Allah dengan mereka?

Saudaraku,
hidup setia dalam belas kasih Allah adalah cara kita mencapai surga.
Mencapai surga dan menghindari perpisahan kekal dari Tuhan jauh lebih penting dari apapun di dunia ini.
Lalu permenungannya: apakah kita lebih mencari makna hidup di dunia ini atau mengusahakan supaya hidup kita "bermakna di hadapan Tuhan"?.

Saudaraku,
percaya kepada Tuhan tanpa disertai mengabdi dengan sukarela kepada Tuhan adalah kebohongan besar.
Oleh karena itu kita harus "menyatukan diri kita dengan kehendak Tuhan".
Cintailah kehendak Tuhan dan hanya mengingini kehendak Tuhan.
Hanya dengan cara itulah kita bisa hidup bahagia di bumi ini.
Perhatikan jika kita menuruti kehendak diri kita sendiri, kita pasti kehilangan damai.
Oleh karena itu, dalam setiap dorongan hati kita harus berntanya kepada diri sendiri apakah bertentangan dengan kehendak Tuhaan atau tidak.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Dalam Tuhan Yesus Kristus kami menerima belas kasih-Mu
Kami mengetahui kehendak-Mu
Maka kami menyerahkan hidup kami kepada-Mu
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak-Mu
Supaya tidak mudah disesatkan oleh dorongan-dorongan dari hati kami

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Lukas 1:26-38;

Luk 1:26
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
Luk 1:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Luk 1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Luk 1:29
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Luk 1:30
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk 1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Luk 1:32
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Luk 1:33
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Luk 1:34
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Luk 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Luk 1:36
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Luk 1:37
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Luk 1:38
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
--------

Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?

Saudaraku,
Bunda Maria berdialog secara intim dengan Sabda Allah yang telah diwartakan, ia tidak menganggapnya secara dangkal, tetapi berhenti sejenak.
Ia membiarkannya masuk dalam pikiran dan hatinya untuk memahami apa yang Allah inginkan darinya.
Maka ia bertanya kepada malaikat: _Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?_
Perhatikan, Maria telah bertunangan dengan Yusuf, jika Maria berpikir secara dangkal, ia pasti tidak bertanya, karena mungkin mengandung setelah menikah dengan Yusuf.

Saudaraku,
iman kita menuntut penyerahan diri secara total kepada kehendak Tuhan dan membangun semangat pertobatan terus-menerus.
Sehingga jiwa kita selalu berserah diri kepada kehendak suci Tuhan.
Jiwa kita menyatu dengan Tuhan.
Keadaan seperti ini saya menyebutnya "pernikahan spiritual."
Tidak sulit bagi kita, karena Bunda Maria telah mengalaminya.
Oleh karena itu, kita juga harus berani seperti Bunda Maria, menjawab panggilan Tuhan dengan berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Saudaraku,
Tuhan lebih hadir dalam doa daripada yang sering kita pikirkan.
Menghadapkan wajahNya kepada kita dengan perhatian yang lembut untuk melindungi jiwa kita dengan caraNya.
Menghilangkan keraguan dan menghilangkan ketidakpastian.
Supaya kita setia dalam kehendak-Nya.
Perhatikan bahwa Tuhan sangat pribadi dalam kasih-Nya.
Dan Ia meminta kita untuk tinggal didalam kasih-Nya
Supaya kehendak-Nya yang terjadi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Melalui Putera-Mu Tuhan Yesus, Engkau mendekat kepada kami
Engkau nyatakan kuasa dan belas kasih-Mu
Kami mohon doronglah kami setiap hari untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya rencana dan kehendak-Mu lah yang terjadi dalam hidup kami

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
.

 

Injil Lukas 1:5-25;

Ayat 5-14:

Luk 1:5
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
Luk 1:6
Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
Luk 1:7
Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
Luk 1:8
Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
Luk 1:9
Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
Luk 1:10
Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
Luk 1:11
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
Luk 1:12
Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
Luk 1:13
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
Luk 1:14
Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
--------

Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat

Saudaraku,
Zakharia adalah seorang imam, ia melayani Tuhan di Bait Suci di Yerusalem dua kali setahun.
Ia menikah dengan seorang istri yang dinikahi dari sudut pandang imam Yahudi.
Garis keturunan imannya, ia adalah keturunan dari imam besar pertama, Harun, saudara laki-laki Musa.
Ia dan Zakharia adalah orang-orang yang saleh, menaati perintah-perintah Tuhan.
Mereka tampaknya adalah orang-orang saleh yang terkemuka, tetapi kehidupan pernikahannya tidak baik-baik saja.
Elisabet istrinya mandul dan mereka berdua telah lanjut usia.
Kalau kita lihat di Kitab Mazmur 7:23: Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
Bagaimana seorang imam yang dekat sama Tuhan tidak dikaruniai anak? Ini adalah "aib".
Saya kira pikiran orang-orang di zaman itu seperti ini: jika seseorang menjalani hidup yang benar, Tuhan akan menghadiahi banyak anak.
Di mata publik itu aib, mereka pasti telah melakukan sesuatu yang salah.

Saudaraku,
kita semua memiliki pergumulan.
Mungkin kita pernah merasa diabaikan oleh Tuhan.
Tampaknya tidak ada jawaban untuk doa-doa kita.
Situasi hidup kita tidak baik dan kita mulai bertanya-tanya, apakah Tuhan mendengarkan doa-doa kita?
Mungkin kita mulai bertanya: "Apa kesalahanku?
Apakah aku doa-doaku salah?
Apakah aku tidak memiliki cukup iman?
Apakah ada dosa yang belum aku sesali di masa laluku?
Dan mungkin saja ada orang yang sampai bertanya: Apakah Tuhan benar-benar ada?

Saudaraku,
dosa dapat menghalangi doa-doa kita dan pekerjaan Tuhan dalam hidup kita.
Ada baiknya kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, kita datang kepada-Nya dengan hati terbuka dengan jujur dan memohon pengampunan.
Lalu bertobat dan berpaling dari dosa.
Tuhan Yesus Kristus pasti mengampuni dosa-dosa kita.
Dan berusahalah selalu untuk hidup benar dihadapan-Nya, Ia tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.

 

*Doa*

Allah Bapa kami
Kami mohon ampunilah dosa dan kesalahan kami
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak-Mu
Dan bimbinglah kami untuk tetap setia hidup dalam ketaatan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Matius 1:18-24;

Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Mat 1:22
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
Mat 1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" ?yang berarti: Allah menyertai kita.
Mat 1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
--------

Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus

Saudaraku,
"keheningan" bukanlah ketiadaan suara, tetapi ketiadaan diri.
Karena itulah Yusuf bisa "mendengar" perkataan malaikat Tuhan dan Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.
Jika Yusuf "hidup dalam dirinya sendiri", ia pasti "tidak mendengar" perkataan malaikat Tuhan itu.
Ia pasti memilih meneraikan Maria.

Saudaraku,
yang saya maksud hidup dalam dirinya sendiri adalah dalam segala hal seseorang hanya mencari kepentingannya sendiri.
Lupa menanggapi rahmat-rahmat Allah atau bahkan "tidak mengakuinya",
Ingatlah, musuh yang terbesar adalah diri kita sendiri.
Jangan "bersenang-senang" dengan tubuhmu, sebaliknya anggap tubuhmu itu adalah musuh, musuh dari kesucian hidup dan musuh kemuliaan Tuhan.

Saudaraku,
Roh Kudus yang sama, saat ini hidup dalam setiap orang yang percaya kepada Anak.
Perhatikanlah, Roh Kudus terus menerus mendorong kita untuk selalu melakukan "pemeriksaan batin".
Membuat kita "waspada" terhadap setiap dorongan daging.
Dan sangat penting untuk disadari bahwa Roh Kudus tak henti-hentinya menjaga dan mendorong kita untuk hidup dalam kekudusan.
Oleh karena itu, beranikanlah diri untuk memeriksa dengan teliti setiap kehendak hati.
Periksalah perlahan-lahan dan dengan penuh keberanian
Dan percayalah rahmat Allah lebih dari cukup.
Janganlah takut.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Dengan berbagai cara, Engkau mendorong kami untuk hidup dalam kekudusan, sebab Engkau kudus
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan dan keberanian untuk memeriksa keadaan hidup batin kami
Supaya kami dapat dengan mudah mengenali segala bentuk jerat tersembunyi yang dipasang oleh hawa nafsu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Matius 1:1-17;

Mat 1:1
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
Mat 1:2
Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
Mat 1:3
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
Mat 1:4
Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
Mat 1:5
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
Mat 1:6
Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
Mat 1:7
Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
Mat 1:8
Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
Mat 1:9
Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
Mat 1:10
Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
Mat 1:11
Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
Mat 1:12
Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
Mat 1:13
Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
Mat 1:14
Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
Mat 1:15
Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Mat 1:17
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
--------

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham

Saudaraku,
Matius menyajikan silsilah keluarga Tuhan Yesus yang sama sekali tidak membosankan.
Matius berusaha untuk menunjukkannya, karena ia sedang mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia kita.
Matius mengarahkan kita pada kisah-kisah di balik kelahiran Tuhan Yesus, yang menunjukkan siapakah Allah itu dan mengapa Ia mengutus Sang Mesias ke dunia.
Matius ingin kita memahami bahwa Tuhan Yesus adalah anak Abraham dan karena itu menjadi bagian dari janji perjanjian Allah.
Janji Allah kepada Abraham adalah bahwa keturunannya akan memiliki Tanah Perjanjian dan mereka akan menjadi berkat bagi dunia.
Tuhan Yesus juga merupakan keturunan Daud, oleh karena itu memenuhi syarat sebagai Mesias karena nubuat tentang Mesias adalah dari keturunan Daud dan Dia akan memerintah selamanya.

Saudaraku,
tidak peduli apa latar belakang kita, dosa apa yang telah kita lakukan di masa lalu, Tuhan Yesus datang untuk mengubah hidup kita dan mengarahkan hati kita kembali kepada Allah.
Ia membawa kesembuhan, memulihkan hubungan dan meluruskan jalan kita.
Kita punya Tuhan yang sangat peduli pada setiap orang dan ingin kita menjadi umat-Nya, supaya diselamatkan.
Melalui kehidupan baru di dalam Dia, jalan menuju kehidupan kekal bersama Allah, nampak sangat nyata.

Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak peduli dengan "garis keturunan" kita.
Ia mengajak kita untuk "masuk dalam kisah-Nya", artinya didalam Kristus, kita menjadi anak-anak Allah.
Oleh karena itu jangan lagi kita hidup "sebagai orang-orang dunia".
Hidup kita harus menjadi perwujudan Allah yang hidupo, penuh belas kasih dan pengampunan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah membawa kami kepada Putera-Mu dan Engkau jadikan kami anak-anak-Mu
Engkau memilih kami supaya hidup kami menjadi perwujudan belas kasih dan kuasa-Mu
Maka kami mohon doronglah kami setiap hari untuk setia dan taat kepada-Mu
Supaya hanya rencana dan kehendak-Mu yang terjadi dalam hidup kami

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.