"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 17:1-6;

Luk 17:1
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Luk 17:2
Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
Luk 17:3
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
Luk 17:4
Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."
Luk 17:5
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Luk 17:6
Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
--------

Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu

Saudaraku,
Tuhan Yesus berkata bahwa mereka tidak membutuhkan lebih banyak iman, mereka harus menggunakan apa yang sudah mereka miliki.
Ketika kita mulai menggunakan iman yang kita miliki, seperti biji sesawi yang awalnya merupakan biji terkecil tetapi tumbuh menjadi pohon.
Demikian pula halnya dengan iman kita.
Ketika kita mulai menggunakan iman kita, kita pasti mulai melihat "manifestasi kuasa yang lebih besar" dalam hidup kita.

Saudaraku,
kadang-kadang kita mencoba untuk "menangani berbagai hal" sendirian.
Karena keraguan telah mengakar begitu dalam.
Keraguan itulah yang menghalangi iman.
Dengan sangat jelas kita mengetahui bahwa iman itu diwujudkan dalam perbuatan, bukan hanya sekedar pengharapan.

Saudaraku,
iman dan harapan, tidak sama.
Iman bersifat langsung dan harapan adalah tentang masa depan.
Kita harus "mengusahakan harapan" itu "dengan iman".
Maka jika demikian, harapan itu pasti membuat iman kita semakin bertumbuh.
Dan ada kalanya kita harus berani untuk melangkah hanya dengan iman.
Yaitu saat kita tidak lagi memiliki harapan.
Sebab iman tidak mungkin menyesatkan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mengtahui, Engkau tidak pernah berubah
Yang kami perlukan hanyalah iman
Dan kami percaya, tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya
Maka kami mohon tingkatlah iman kami
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk taat kepada penglihatan dan pendengaran kami akan Engkau

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 12:41-44;

Mrk 12:41
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Mrk 12:42
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Mrk 12:43
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Mrk 12:44
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
---------

Tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya

Saudaraku,
ada orang yang menaruh kepercayaannya pada uang, ada yang pada penampilan, ada yang pada otot, otak, karier, rumah, atau harta benda.
Tentunya janda miskin ini, menaruh kepercayaannya hanya kepada Allah.
Sebab semua uang yang ada padanya dipersembahkan kepada Allah.
Janda itu melalui tindakannya jadi teladan iman yang luar biasa.
Oleh karena imannya ia menerima "lebih banyak" saat ia berjalan keluar dari Bait Suci itu.
Daripada yang pernah diterima oleh salah satu ahli Taurat itu seumur hidup mereka.
Maka Tuhan Yesus mengatakan:
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Saudaraku,
boleh kita merasa sebagai orang yang beriman.
Tetapi marilah kita melihat diri sendiri, ada berapakah "obyek" kepercayaan kita?
Hati-hati, jika kita menjadi begitu sibuk dengan pemenuhan kebutuhan diri sendiri, lalu kita tidak menyadari orang lain, artinya *obyek kepercayaan kita hanya diri kita sendiri*.
Mari kita perhatikan:
Janda ini menjadi simbol kemurahan hati dan kepercayaan tanpa pamrih dan pemberian dirinya secara total mengandalkan kepercayaan kepada Allah dan segala ketentuan-Nya.

Saudaraku,
segala sesuatu harus kita kembalikan kepada Allah sebagai tujuan yang tertinggi dan terakhir.
Supaya keinginan hati kita tidak lagi cenderung kepada diri sendiri.
Jika kita sungguh-sungguh mau menyadari, sesungguhnya tanpa Allah kita tidak memiliki apa-apa.
Sebab, siapakah diantara kita yang bisa memastikan hidupnya?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Alangkah besarnya belas kasih-Mu yang Engkau sediakan bagi kami
Dan bagi mereka yang takut kepada-Mu
Kami mengucapkan puji syukur dan terimakasih
Kami mohon terimalah pengabdian kami dan bantulah kami untuk mengesampingkan segala sesuatu demi cinta kasih akan Engkau
Supaya selalu Kau dapati kami dengan sukarela mengabdi kepada-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 2:13-22;

Yoh 2:13
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 2:14
Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Yoh 2:15
Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Yoh 2:16
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
Yoh 2:17
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
Yoh 2:18
Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
Yoh 2:19
Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
Yoh 2:20
Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
Yoh 2:21
Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
Yoh 2:22
Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
--------

Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya

Saudaraku,
apakah Saudara pernah menengar: "kemarahan yang benar".
Ya seringkali saya juga mendengar ada saatnya memang harus marah dengan tujuan untuk kebaikan.
Mari kita perhatikan ketika Tuhan Yesus marah karena Bait Suci dijadikan pasar.
Ia marah terhadap suatu keadaan, tindakan atau situasi.
Kemarahan Tuhan Yesus adalah kemarahan yang TIDAK mengandung kejahatan apa pun.
Ia bukan marah kepada orangnya, tetapi kelakuan orang tersebut yang menjadikan Bait Suci untuk berdagang.
Kemarahan itu tidak memiliki sentimen egois dan tidak ada unsur kepentingan diri, apapun itu.

Saudaraku,
mari kita lihat, kemarahan sebagian besar selalu "disertai" oleh sakit hati.
Dan terkadang bisa keduanya, merasa sakit hati dulu, lalu marah dan tidak mau memaafkan.
Saya hanya mau menyampaikan bahwa kemarahan diawali oleh sakit hati dan menyebabkan sakit hati.
Memang ada saat tertentu kita boleh marah.
Ingatlah kemarahan yang benar, TIDAK PERNAH DISEBABKAN oleh motif yang EGOIS atau cinta diri.

Saudaraku,
yang lebih utama adalah kita harus marah kepada semua hal yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan Yesus.
Sebab jika kita "terpisah dari Allah", maka tidak ada kasih, sebab Allah adalah kasih.
Dan hindarilah "menilai dengan kurang bijaksana".
Arahkanlah pandangan kita ke diri kita sendiri, sebelum menilai orang lain.
Dan sebaiknya janganlah menjatuhkan penilaian atas perbuatan-perbuatan orang lain.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Engkau menghendaki kami hidup dalam cinta kasih
Maka kami serahkan hidup kami kepada-Mu
Supaya hidup kami tidak dikuasai oleh pertimbangan-pertimbangan akal budi
Yang selalu berharap atas balas jasa dan nafsu untuk memperoleh keuntungan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 16:1-8;

Luk 16:1
Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
Luk 16:2
Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
Luk 16:3
Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
Luk 16:4
Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
Luk 16:5
Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
Luk 16:6
Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
Luk 16:7
Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
Luk 16:8
Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
---------

Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul

Saudaraku,
bendahara yang cerdik itu mengurangi jumlah hutang, ia dengan cerdik "membangun hutang budi".
Sehingga saat ia dipecat oleh tuannya, orang-orang yang dikurangi hutangnya itu akan membantunya.
Dengan kata lain ia "berbuat kebaikan" dengan cara "mencuri uang tuannya".
Dengan harapan orang yang telah menerima kebaikan itu akan menolongnya jika ia dipecat oleh tuannya.

Saudaraku,
Roh Kudus diberikan kepada kita.
Roh Kudus diberikan dalam baptisan dan dikuatkan dalam setiap Komuni Kudus sehingga kita dapat berbuat baik dan menghindari kejahatan.
Kekuatan pertama yang diberikan kepada kita adalah kita bisa dengan sangat jelas membedakan mana kehendak Allah dan yang mana kehendak daging.
Supaya kita tidak ditipu oleh kecerdikan kedagingan kita.
Mari perhatikan, seringkali kita menjadi tidak tenteram apabila kita menginginkan sesuatu.
Dan saat keinginan itu terwujud, juga tetap tidak tenteram, dengan mengucap penyesalan oh.. ternyata kok kayak gini.
Oleh karena itu sebaiknya kita hidup jujur apa adanya, jangan pernah "menipu diri sendiri".
Caranya kita harus sungguh-sungguh mau melepaskan diri dari segala bentuk dorongan kerakusan daging.

Saudaraku,
melepaskan diri dari "kecerdikan daging" itu tidak mudah.
Sebab yang kita lawan adalah diri kita sendiri.
Hanya ada satu cara yaitu dengan matiraga setiap hari.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami ingin hidup dalam ketaatan
Dan hanya ada satu cara yaitu matiraga setiap hari
Jika tanpa Engkau pasti kami dikalahkan oleh keinginan-keinginan yang tida teratur
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengundurkan diri dari keributan keduniawian
Dan penuhilah hati dan pikiran kami dengan perbuatan-perbuatan-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 15:1-10;

Aayat 1-7:

Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Luk 15:5
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
Luk 15:6
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
--------

Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Saudaraku,
Perumpamaan tentang "domba yang hilang" mengingatkan kita bahwa Allah tidak hanya menyambut orang berdosa.
Allah juga berusaha keras untuk menyelamatkan mereka.
Allah bersukacita ketika orang berdosa bertobat dan penting bagi kita untuk memiliki "sikap yang sama" terhadap orang yang terhilang.

Saudaraku,
setiap hari bahkan setiap saat, kita harus hidup dengan penuh kesadaran bahwa kita bukan hanya telah diselamatkan.
Tetapi hidup kita harus bisa menjadi perwujudan keselamatan itu sendiri.
Tentunya kita semua pernah mendengar kawan atau dari siapapun, yang selamat dari kecelakaan atau terhindar dari kejadian-kejadian bencana alam dan lainnya.
Mereka bercerita penuh dengan kegembiraan dan ucapan syukur dan terkadang ada rasa empati bagi yang mengalami musibah.
Lalu permenunganya: apakah hati kita juga tergerak supaya setiap orang dihidup kita juga melihat belas kasih Allah dan keselamatan didalam Tuhan Yesus?

Saudaraku,
hidup kita telah dipilih oleh Tuhan Yesus untuk menjadi "jalan", supaya setiap orang dalam hidup kita sampai kepada Allah.
Oleh karena itu kita harus selalu membangun kesadaran, agar hidup kita bisa menjadi "jalan" bagi setiap orang yang tidak melihat jalan.
Membangun sikap hidup sebagai "seorang gembala" yang suara dan tongkatnya jadi "penuntun ke jalan yang benar".
Maka marilah kita selalu memohon kekuatan kepada Sang Gembala Sejati.
Supaya kita sendiri tidak mudah disesatkan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Dan Engkau setia menuntun kami ke ladang yang berumput hijau
Engkau menghendaki supaya melalui hidup kami, setiap orang sampai kepada-Mu
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup dalam ketekunan dan ketaatan
Supaya tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menyesatkan kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa