Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 7:1-13;
Ayat 7:1-6;
Mrk 7:1
Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
Mrk 7:2
Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Mrk 7:3
Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
Mrk 7:4
dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
Mrk 7:5
Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
Mrk 7:6
Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
-------
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku
Saudaraku,
orang Farisi percaya bahwa mereka dapat dibenarkan dengan melakukan perbuatan terentu dan menghindari perbuatan lain.
Itu baik, tetapi yang tidak baik atau yang tidak selaras lagi dengan hukum Tuhan adalah dalam hidup sehari-hari mereka menipu orang lain, atau munafik.
Mereka melakukan semua perintah Allah hanya supaya terlihat suci.
Saudaraku,
jika kita ingin "hidup utuh", artinya tidak lagi memisahkan antara kehidupan rohani dan jasmani, dalam keadaan apapun kita harus "hidup dalam kehadiran-Nya".
Selalu membangun kesadaran bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Namun itu tidak mudah sebab dunia ini terlalu bising, segala hal didunia ini hanya "sajian" untuk kemanusiaan kita, kedagingan kita.
Kita hanya ingat atau memikirkan pertumbuhan rohani kita, hanya saat kita di gereja.
Saudaraku,
di zaman ini istilah "terintegrasi" sangat populer, apalagi didunia teknologi informasi.
Saya hanya berpendapat, jika hidup kita selalu "terintegrasi dengan Allah", maka keinginan kita dan keingian Allah, pasti sinkron artinya sejalan, selaras dan sesuai.
Maka kita tidak lagi hidup dalam keinginan sendiri tetapi "keinginan bersama", kita dengan Allah.
Memang itu tidak mudah, tetapi bagi kita umat katolik, kita mempunyai banyak teladan, yaitu para Santo dan Santo.
Mereka manusia biasa seperti kita, mereka dengan sukarela mengendalikan diri dalam kenikmatan dan kesenangan hidup yang dianggap tindak pantas bagi anak-anak Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Engkau telah memilih hidup kami untuk kemuliaan-Mu
Kami mohon ajarilah dan doronglah kami untuk matiraga setiap hari
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak dan rencana-Mu
Dan puaskanlah kami dengan belaskasihMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil markus 6:53-56;
Mrk 6:53
Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
Mrk 6:54
Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
Mrk 6:55
Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
Mrk 6:56
Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
-----------
Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh
Saudaraku,
melalui Injil kita melihat kuasa penyembuhan yang luar biasa.
Yang penting kita cermati adalah bahwa orang yang hanya dengan menjamah jubahnya saja. sembuh.
Apa yang mendorong orang untuk menjamah jubah Tuhan Yesus?
Karena mereka percaya bahwa "ada kuasa" dalam diri Tuhan Yesus.
Saudaraku,
orang-orang kafir tidak hanya salah mengenal Tuhan, mereka juga salah mengenal manusia.
Oleh karena itu gereja mewartakan martabat manusia sebagai pribadi yang diciptakan "sesuai dengan gambar Allah".
Supaya kita pun senantiasa menyadari dan mengusahakan bahwa hidup kita pun harus menjadi kabar baik dan membawa kesembuhan.
Saudaraku,
meskipun manusia diciptakan sesuai gambar Allah, manusia menyalahgunakan "kebebasannya" atas desakkan si jahat.
Oleh karena itu didalam diri manusia selalu ada perarungan antara "terang dan gelap".
"Kegelapan" itulah yang membuat manusia menjadi "sakit".
Artinya, jika kita sakit atau mengalami berbagai persoalan hidup, jika mau kembali kepada "hidup sesuai dengan gambar Allah", kuasa Allah akan menyembuhkan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Seringkali berbagai macam keinginan, menjauhkan kami dengan Engkau
Kami datang mendekat kepada-Mu, ya Tuhan
Kami mohon sembuhkanlah kami, baruilah hidup kami dengan kuasa Roh-Mu
Dan kami mohon lepaskanlah kami dari berbagai macam belenggu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil markus 1:29-39;
Mrk 1:29
Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
Mrk 1:30
Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
Mrk 1:31
Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
Mrk 1:32
Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
Mrk 1:33
Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Mrk 1:34
Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
Mrk 1:35
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Mrk 1:36
Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
Mrk 1:37
waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
Mrk 1:38
Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
Mrk 1:39
Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
--------
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana
Saudaraku,
baiknya kita memahami hakikat kekuasaan Tuhan.
Beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan adalah Tuhan Yesus yang adalah Anak Allah menyempatkan diri berdoa.
Mari kita perhatikan juga apa kata Simon dan kawan-kawannya: "Semua orang mencari Engkau."
Saudaraku,
mungkin para murid berpikir bahwa itu tanggung jawab Tuhan Yesus, untuk menuruti keinginan orang banyak.
Ini adalah kesalahan yang sama yang sering kita lakukan.
Terlalu sering kita meyakinkan diri bahwa Tuhan Yesus selalu menuruti semua tuntutan kita.
Ketika kita fokus kepada kebutuhan dan keinginan kita, ini bisa menjadi salah.
Sebab fokus kita bukan lagi kepada Allah tetapi kepada diri kita sendiri.
Oleh karena itu dalam setiap kesempatan, berdoalah, supaya kita tetap fokus kepada Allah.
Saudaraku,
perlu kita ingat dengan baik, dalam banyak kesempatan Tuhan Yesus mengatakan: imanmu telah menyelamatkan engkau.
Doa adalah salah satu "penjaga iman".
Perbuatan tidak ada artinya tanpa doa.
Dan doa adalah dasar dari "bangunan rohani" kita.
Adakah kesucian tanpa doa?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon ajarilah kami berdoa
Dan doronglah kami supaya setiap hari kami menyediakan waktu untuk berdoa
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil 6:30-34;
Mrk 6:30
Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Mrk 6:31
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Mrk 6:32
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
Mrk 6:33
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
--------
Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Saudaraku,
Tuhan Yesus kasihan kepada mereka karena mereka seperti domba tanpa gembala.
Tuhan Yesus adalah Gembala kita dan kita adalah domba-domba-Nya.
Dan Tuhan Yesus mengatakan kepada kita bahwa Dia adalah Gembala yang baik(Bdk Yoh 10:14).
Melalui Injil kita belajar mengenai imamat dalam gambaran domba dan gembala.
Saudaraku,
hari ini adalah hari Sabtu Imam, marilah kita mendoakan para imam supaya mereka setia dalam imamatnya.
Semoga para imam selalu memiliki komitmen untuk setia dan menjadi teladan bagi domba-dombanya.
Dan supaya mereka melayani "kawanan dombanya" dengan kesederhanaannya dan penuh belas kasih.
Lalu bagi kita domba-dombanya, marilah kita hidup dalam ketaatan.
Ingatlah selalu bahwa domba mudah tersesat.
Taatlah kepada ajaran gereja dan arahkanlah selalu pendengaran dan penglihatan kita kepada Sang Gembala.
Marilah kita mendoakan para imam dan semua orang yang menyerahkan hidupnya untuk melayani domba-domba Allah.
Dan bagi kita domba-domba Allah, kita berdoa supaya Allah senantiasa memberikan kita hati yang taat.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mengucap syukur dan terimakasih kepada-Mu
Dengan sabar dan penuh belas kasih, Engkau menjaga dan memelihara kami
Kami berdoa untuk para Imam, Suster, Bruder dan semua orang yang menyerahkan hidupnya untuk melayani domba-domba-Mu
Penuhilah mereka dengan belas kasih-Mu dan kuasailah mereka dengan kehendak-Mu
Supaya mereka dengan tulus hati dan dengan gembira melayani kami domba-domba-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 2:22-32;
Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
Luk 2:32
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
--------
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan
Saudaraku,
bacaan Injil hari ini mengingatkan kita tentang tangung jawab kita dalam keluarga.
Sebagai orang katolik, keluarga adalah landasan pembinaan dimana "kasih dan pengetahuan akan Allah" ditanamkan.
Keluarga adalah "gereja rumah tangga", gereja dasar dimana kekudusan dibangkitkan, dipelihara dan dihidupi.
Keluarga adalah pusat iman dan misi, keluarga saksi Kritus.
Oleh karena itu keluarga adalah suatu relitas hidup "yang dipanggil" untuk menghadirkan kedamaian, belas kasih, bait Roh Kudus dan pewarta sabda.
Saudaraku,
hendaknya kita taat kepada Roh Kudus dan patuh kepada pimpinan Sabda Tuhan, sebagaimana dicontohkan oleh Keluarga Kudus, Bapa Yusuf, Bunda Maria dan Tuhan Yesus.
Bacalah Sabda Tuhan setiap hari, pelajari dan renungkan, supaya Sabda Tuhan berkuasa dalam hati dan pikiran kita.
Sehingga dengan gembira saling melayani dan tetap tekun dalam semua perbuatan baik.
Orangtua harus menanamkan dalam diri setiap anak, kasih yang mendalam kepada Tuhan Yesus.
Supaya dorongan batinnya mendekat dan mengikuti Kritus.
Berikutnya saya ingatkan bahwa "pengampunan" adalah hal utama untuk "kesembuhan".
Oleh karena itu janganlah kita menyimpan segala bentuk kebencian.
Marilah kita meneladan "Keluarga Kudus" dan marilah kita bertekad hidup dalam kuasa belas kasih Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau hadir dalam keluarga kami
Engkau mengkuduskan kami
Engkau mendamaikan hidup kami
Kami mohon ampunilah kekurangan dan kesalahan kami
Dan kami serahkan keluarga kami dalam belas kasih-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
