"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 6:39-42;

Luk 6:39
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
Luk 6:40
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Luk 6:41
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Luk 6:42
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
--------

Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Saudaraku,
tentunya yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah kebutaan rohani.
Kita diajak untuk melihat dan menyikapi segala sesuatu di dunia ini dari "dimensi Allah".
Sering kali kita menilai suatu perkara sesuai dengan kepentingan diri kita sendiri.
Sering kali kita "mencari diri sendiri" dalam segala sesuatu yang kita ucapkan dan kita kerjakan.
Selama segala sesuatu "berjalan menurut kehendak dan keinginan kita", kita merasa senang.

Saudaraku,
kita umat kristiani pengikut Tuhan Yesus, hidup dalam Roh Kudus.
Roh Kudus harus menguasai hati dan pikirnan kita.
Supaya kita melihat apa yang Tuhan inginkan untuk kita lihat dan mendengar apa yang Tuhan inginkan untuk kita dengar.
Maka mari arahkan pandangan kita kepada diri kita sendiri.
Apakah hidup kita mengikuti penglihatan kita atau penglihatan Allah?
Apakah hidup kita mengikuti pendengaran kita atau pendengaran Allah?
Sesungguhnya umat kristiani adalah umat yang berbahagia, sebab tidak lagi hidup oleh karena dirinya sendiri tetapi hidup oleh karena Roh.
Allah telah memilih kita, supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat Allah.
Maka mari kita tunduk hanya kepada Roh Kudus.
Saya ingatkan kembali jika ada umat kristiani tidak mendengar dan tidak melihat keinginan Roh, sesungguhnya ia sedang menipu dirinya sendiri, hanya demi menuruti hawa nafsu daging.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 9 September 2022

Tuhan Yesus
Engkau menghendaki hidup kami menjadi kabar baik
Oleh sebab itu Engkau penuhi hidup kami dengan kasih-Mu
Kami mengucap syukur kepada-Mu
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu dan Roh Kebijaksanaan-Mu
Supaya hidup kami tidak bersandar kepada akal budi
Tetapi selalu taat dan tunduk kepada kebijaksanaan-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)