Injil Yohanes 19:25-34;
Ayat 25-28:
Yoh 19:25
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Yoh 19:26
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
Yoh 19:27
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Yoh 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia?supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?:"Aku haus!"
---------
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!"
Saudaraku,
saat seorang perempuan melahirkan anak pertama, sesungguhnya ada dua kelahiran.
Kelahiran anak pertama dan "kelahiran ibu".
Mengapa kelahiran ibu?
Seorang wanita saat melahirkan anak pertama saat itulah ia "lahir jadi seorang ibu".
Perhatikan dan renungkan dengan sungguh-sungguh ayat ini: Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!"
Tuhan Yesus "bertanggung jawab atas ibunya", Ia "menitipkan ibu-Nya" kepada para murid-Nya.
Hal ini bagi sebagian orang mungkin nampak biasa, tetapi mari kita sadari, Tuhan Yesus memberi teladan yang sangat luar biasa.
Ia yang adalah Allah, yang seharusnya disembah dan ditinggikan sangat memperhatikan ibu-Nya.
Maka saya ingatkan bahwa kita harus menghormati ibu kita, TANPA SYARAT.
Artinya apapun keadaan ibu kita, kita harus menghormatinya.
Saudaraku,
bagi para ibu dan para calon ibu, saudari sangat berharga di mata Allah.
Sebab para ibulah yang akan "membentuk kehidupan anak-anaknya", ucapan mereka, perbuatan mereka dan hidup mereka.
Oleh karena itu, jaga dengan sungguh-sungguh hidup saudari dan taatlah kepada Allah seperti Bunda Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."(Bdk Luk1:38)
Dan bagi para bapak, jadilah pribadi yang benar dihadapan Allah, seperti bapa Yusuf.
Jangan membicarakan kekurangan atau keburukkan istrimu, cintailah dengan sungguh hati.
Ketika mengetahui Bunda Maria telah mengandung, ia akan menceraikan Bunda Maria diam-diam, supaya tidak mencemrakan nama baik Bunda Maria.(Bdk Mat 1:19)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 29 Mei 2023
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memberikan Bunda-Mu menjadi Bunda kami
Bunda Maria yang selalu memperhatikan kesulitan-kesulitan kami
Bunda Maria yang selalu mendoakan kami
Kami merasakan pelukannya dan telinga kami mendengarkan doa-doanya untuk kami
Kami percaya Bunda Maria pasti membawa kami kepada-Mu
Kekudusannya menjaga hidup kami dan ketaatannya menjadi teladan kami
Kami mohon kuduskanlah kami seperti Engkau mengkuduskan Bunda Maria bunda kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
