Injil Matius 5:25-30;
Mat 11:25
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Mat 11:26
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Mat 11:27
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
---------
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan
Saudaraku,
jika hidup beriman hanya tentang mana yang boleh kita lakukan dan yang mana yang tidak boleh, itu sangat berat.
Oleh karena itu Tuhan Yesus mengajak kita untuk belajar kepada-Nya.
Belajar membutuhkan ketekunan dan ketaatan, maka di sekolah pun ada berbagai macam aturan.
Oleh karena itu baiknya kita menyikapi "aturan Tuhan", bukan sebagai kewajiban atau beban, tetapi dengan penuh kesadaran akan ketaatan.
Saudaraku,
semua aturan dan hukum Allah untuk kita, oleh karena Allah sangat mengasihi kita.
Allah tidak ingin kita binasa dalam daging.
Perhatikan jika kita menuruti keinginan daging, kita akan benar-benar lelah secara mental, emosional, fisik dan spiritual.
Keadaan itulah yang saya sebut "kematian", sebab tidak ada sedikitpun yang tersisa dalam diri kita.
Seluruh "energi" hanya untuk melayani keinginan diri yang tidak ada batas atau paramater "kepuasan".
Dalam keadaan itu jarang yang menyadari bahwa sesungguhnya hidup dengan beban yang berat.
Namun mari kita perhatikan pada saatnya nanti membawa kepada kematian tubuh dan jiwa.
Saudaraku,
jika seseorang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, bukankah sama dengan orang mati?
Memang hidup dalam Tuhan itu berat tetapi tidak membawa kita kepada kematian.
Inilah yang dimaksud dengan "kuk" yang dipasang Tuhan Yesus.
Berat karena kita berperang langsung dengan diri kita sendiri, yaitu menolak segala bentuk jerat kedagingan.
Oleh karena itu mari kita selalu berusaha untuk "masuk dalam ke-ilahan", bukan untuk menjadi seperti Allah.
Tetapi berusaha hidup dengan semangat keilahian, semangat kekudusan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 16 Juni 2023
Tuhan Yesus
Mengikuti-Mu itu tidak mudah
Namun kami percaya Engkau tidak pernah membiarkan kami sendirian
Oleh karena itu kami selalu berusaha untuk membangkitkan kesadaran bahwa Engkau hidup dalm hidup kami
Maka kami mohon terangilah hati dan pikiran kami dengan Cahaya Roh-Mu dan kuasilah hati kami dengan hati-Mu
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh segala bentuk tipu daya daging
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
