"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 7:6, 12-14;

Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
--------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
--------

Sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya

Saudaraku,
ikan salmon berenang melawan arus menuju ke hilir untuk bertelur, supaya anak-anaknya terhindar dari predator.
Tuhan Yesus juga mengajarkan kepada kita untuk melawan arus keduniawian agar kita sampai kepada keselamatan.
Dan pagi ini Tuhan Yesus mengingatkan kembali bahwa kita harus melalui pintu yang sempit untuk *memperoleh hidup*.
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita:
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.(Rm 12:2)

Saudaraku,
Tuhan Yesus membuka mata kita sehingga kita melihat "pintu yang sempit itu".
Oleh karena itu kita jangan hanya memperhatikan perbuatan-perbuatan lahiriah "yang hanya menggemukkan badan."
Yaitu segala bentuk perbuatan yang hanya melayani hawa, nafsu rasa.
Kita harus sungguh-sungguh memperhatikan kehidupan batin.
Hanya dari hati yang murni membuahkan hidup yang baik.
Gagah, tampan, cantik dan kaya, itulah yang dilihat orang, itulah yang dicari semua orang.
Apakah kita tidak boleh tampan, cantik dan kaya?
Tentu saja sangat boleh, tetapi jangan sampai itu semua merusak kehidupan batin.
Sebab semua perbuatan-perbuatan lahiriah, jika kita tidak hati-hati akan merusak kehidupan batin kita.
Ingatlah jika kita tidak sanggup mengingkari diri sendiri, kita tidak memiliki kemerdekaan yang sempurna.
Kita hanya menjadi "budak panca indra" dan kita tidak pernah sampai ke "pintu yang sempit itu".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 27 Juni 2023

Tuhan Yesus
Engkau menghendaki supaya kami memeiliki kehidupan rohani yang sempurna
Kami sangat menyadari itu
Maka setiap hari kami membutuhkan pertolongan-Mu dan kuasa Roh Kudus
Untuk menyingkirkan hikmat duniawi dan segala bentuk kepuasan diri
Kami serahkan hidup kami kepada-Mu, pakailah sesuai dengan rencana-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(1 Pilih)