"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 8:21-30;

Yoh 8:21
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."
Yoh 8:22
Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
Yoh 8:23
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Yoh 8:24
Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
Yoh 8:25
Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
Yoh 8:26
Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."
Yoh 8:27
Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
Yoh 8:28
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
Yoh 8:29
Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
Yoh 8:30
Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
-----------

Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya

Saudaraku,
dalam perjanjian lama dan perjanjian baru, Allah selalu menempatkan manusia sebagai anak-anak-Nya.
Ia tidak pernah meninggalkan manusia sendirian dan kehadiran-Nya selalu mendorong manusia untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.
Maka jika kita sungguh-sungguh yakin dan menyadari sepenuhnya bahwa Allah berada dekat di sisi kita, tentunya kita akan selalu hati-hati supaya tindak-tanduk kita sesuai dengan kehendak Bapa kita.

Saudaraku,
saat ini minggu terakhir dalam masa prapaskah, mari memeriksa gaya hidup kita, menemukan apa yang menahan kita untuk berbuat baik.
Misalnya:
Kebiasaan takut kekurangan, yang menghalangi untuk berbagi.
Kebiasaan ngomongin kejelekan orang lain, yang menghalangi belas kasih.
Kebiasaan menuduh orang lain, yang menghalangi untuk memberi pengampunan.
Kebiasaan curiga dengan orang lain, yang membuat kita tidak pernah menemukan kedamaian.
Mari menyadari bahwa Roh Kudus berdiam dalam jiwa kita, Tuhan beserta kita, Ia menerangi pikiran kita , Ia menjaga keinginan kita dan Ia menuntun kita.
Supaya kita senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 23 Maret 2021

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau selalu mendekat kepada kami
Engkau dengan berbagai cara menjaga kami
Supaya kami tidak binasa dalam keinginan diri
Engkaupun selalu menyatakan kemuliaan-Mu
Supaya kami menyerahkan semua keinginan kami kepada-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Yohanes 8:1-11;

Yoh 8:1
tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
Yoh 8:2
Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Yoh 8:3
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Yoh 8:4
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Yoh 8:5
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Yoh 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Yoh 8:7
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Yoh 8:8
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Yoh 8:9
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Yoh 8:10
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Yoh 8:11
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
-----------

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu

Saudaraku,
ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi yang membawa perempuan yang berzinah kehadapan Tuhan Yesus, setelah menimbang-nimbang kemunafikannya, diantara mereka tidak ada satupun yang melempar batu kepada perempuan itu.
Ahli Taurat dan orang Farisi ingin menjebak Tuhan Yesus, namun ternyata merekalah yang terjebak oleh hukum musa itu.

Saudaraku,
tidak hanya pada masa prapaskah, hampir setiap hari saya selalu mengingatkan untuk senantiasa melihat diri sendiri.
Janganlah menjatuhkan penilaian kepada orang lain.
Justru melalui perbuatan orang lain yang menurut pandangan kita tidak baik, kita jadikan cermin bagi kita.
Nyata dimata kita, banyak orang mencari dirinya sendiri.
Mari perhatikan, jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkannya, hatinya bahagia dan damai.
Namun apabila tidak berjalan sesuai kehendaknya, ia akan mencari siapa yang disalahkan.

Saudaraku,
mari memandang diri kita sendiri, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita masing-masing.
Berusaha tetap sabar dalam menghadapi kekurangan orang lain.
Dan perlu kita ingat bahwa orang lain pun sabar terhadap kekurangan kita.
Dan tidak ada satupun orang yang menggunakan ukuran yang dipakai untuk menilai orang lain, untuk menilai dirinya sendiri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 22 Maret 2021

Untuk-Mu ya Tuhan Yesus
Sesal penuh rendah hati atas dosa-dosa kami ini
Kami telah berdosa
Ampunilah kami
Dan kami mohon bersihkanlah dan cucilah segala yang jahat dan jadikanlah kami baru

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 12:20-33;

Saya salin ayat 24-33:

Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yoh 12:25
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Yoh 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Yoh 12:27
Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
Yoh 12:28
Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"
Yoh 12:29
Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia."
Yoh 12:30
Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.
Yoh 12:31
Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
Yoh 12:32
dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."
Yoh 12:33
Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
------------

Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah

Saudaraku,
jika biji gandum mati akan menghasilkan banyak, sunguh pengajaran yang luar biasa.
Saya pikir semua orang setuju namun tidak semua orang mampu memahami maknanya.
Perintah Tuhan Yesus sangat jelas bahwa kita harus mematikan keinginan diri yang egois supaya kita hidup.
Dan bukan hanya sekedar hidup secara jasmani namun hidup dalam damai dan belas kasih Tuhan.

Saudaraku,
saya tidak bemarksud menghakimi, namun saya melihat ada orang yang saya temui di hidup saya, yang pelit bahkan sangat pelit dan egois.
Nampak dalam sifat dan sikap, ia selalu ketakutan dalam segala hal, takut kekurangan, takut kehilangan apa yang sekarang menjadi miliknya.
Perkataannya dan responnya dalam menyikapi setiap keadaaan, tidak ada sedikitpun kedamaian.
Bahkan setiap kata dalam kalimat yang diucapkannya, mengungkapkan ia sangat takut kehilangan miliknya.
Padahal didepan matanya dinyatakan, ada banyak orang yang berbuat kebaikan dan rela berkorban untuk dirinya, namun ia tetap buta.
Dan setiap hari telinganya mendengar kabar tentang belas kasih Allah, namun bisikan ketakutan kehilangan benda-benda miliknya telah membuat telinganya tuli.

Saudaraku,
berulang kali saya menulis bahwa: tubuh ini harus diberi sedikit kurang, daripada apa yang dibutuhkannya.
Jika tidak, maka kita akan selalu menjadi budak keinginan, sulit untuk mematikan keinginan diri yang egois.
Maka mari setiap hari membarui semangat kita untuk "mati raga", dengan menjalani latihan-latihan.
Dan jika perlu ingatlah selalu bahwa orang lain telah berkorban untuk kita oleh karena ucapan kita, sikap kita dan perbuatan kita.
Mari kita sadari pula bahwa dunia berserta kenikmatannya akan hilang lenyap, bisa hari ini atau esok.
Adakah yang dapat bertahan lama di bawah matahari?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 21 Maret 2021

Allah Bapa kami
Kami menyadari bahwa kami tidak pantas menerima penghiburan-Mu
Kami menyadari bahwa kami tidak pantas beroleh belas kasih-Mu
Terimakasih ya Bapa
Engkau dengan sabar membimbing dan menuntun kami untuk mengalahkan keinginan diri yang egois
Engkau nyatakan kuasa-Mu dihadapan kami sehingga kami tidak lagi takut menderita

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Yohanes 7:40-53;

Saya salin ayat: 40-46, 50-52:

Yoh 7:40
Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkata itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
Yoh 7:41
Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
Yoh 7:42
Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
Yoh 7:43
Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
Yoh 7:44
Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
Yoh 7:45
Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
Yoh 7:46
Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
-----------
Yoh 7:50
Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
Yoh 7:51
"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
Yoh 7:52
Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."
-----------

Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea

Saudaraku,
ada banyak latar belakang atau histori sehingga seseorang mengikuti Tuhan Yesus.
Dan berbahagialah kita apabila kita didapatinya setia sampai kesudahannya.

Saudaraku,
mengikut Tuhan Yesus tidaklah mudah, sebab dari semula "dunia menolaknya" dengan berbagai alasan..
Karena manusia merasa cerdas melebihi makhluk lain di bumi ini, kecerdasan itulah yang dipakai untuk menolak Tuhan Yesus.
Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.
Manusia menggunakan nalar untuk menilai Tuhan Yesus yang telah membuat segala mujizat diluar nalar manusia.
Sampai saat ini pun dunia menyajikan berbagai alasan untuk menolak-Nya, sebab bagi dunia kehadiran Tuhan Yesus adalah hukuman.
Seperti orang-orang farisi dan ahli taurat yang merasa kedudukkannya tergeser oleh ajaran Tuhan Yesus.
Dan kehebatannya dan kehormatannya tergeser dengan mujizat Tuhan Yesus.

Saudaraku,
marilah kita berjaga-jaga sebab setiap detik dunia berusaha menarik kita untuk meninggalkan Tuhan Yesus dengan alasan-alasan yang masuk akal.
Alasan kehormatan, kedudukan, jabatan, pangkat, menjauhkan kita dari kerendahan hati.
Alasan takut "kekurangan" lalu menjadi pelit, lalu peduli sama orang lain hanya ucapan saja, menjauhkan kita dari belas kasih.
Dan godaan-godaan kenikmatan daging sebab manusia sangat takut menderita.

Saudaraku,
hanya orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.(Bdk Mat 24:13)
Maka marilah jangan menyelidiki hal-hal yang sia-sia, kita tidak kan pernah bisa mengerti seluruh dunia ini.
Kita hanya akan terjebak oleh kepalsuan yang ada didalamya.
Manusia adalah mahkluk ciptaan Allah dan berasal dari Allah, tentunya manusia mengenal pekerjaan-pekerjaan Allah.
Maka marilah hidup sebagai ciptaan Allah, kalahkanlah dunia.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 20 Maret 2021

Ampunilah kami ya Bapa
Apabila kami lebih sering mengikuti perasaan daripada percaya kepada sabda-Mu
Ampunilah kami ya Bapa
Apabila kami lebih sering merasa pintar daripada percaya kepada tanda-tanda-Mu
Ampunilah kami ya Bapa
Kami mohon kuatkanlah kami dalam segala keadaaan supaya kami tetap setia hidup dalam kehendak-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu
Tuhan kami
yang bersama dengan Dikau
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 1:6, 18-21, 24;

Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
-----------
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
-----------
Mat 1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
-----------

Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus

Saudaraku,
nama Yusuf hanya disebut sedikit di dalam Injil, jadi kesan pertama yang nampak bahwa perannya hanya sedikit.
Namun kita lihat bawah ia adalah orang yang hebat, ia percaya taat kepada perintah Tuhan walaupun hanya melalui mimpi.
Beda dengan Bunda Maria, malaikat mendatanginya.
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Saudaraku,
percaya atau tidak percaya kita harus melakukan jika kita mimpi diperintahkan Tuhan untuk berbuat baik.
Kita umat kristiani percaya kepada Allah yang hidup, Allah yang menyertai.
Maka kita dengan sangat mudah membedakan: mana kehendak manusia(diri sendiri) dan yang mana kehendak Tuhan.
Segala keinginan yang didorong oleh kenikmatan, kepuasan, kesenangan, kehormatan, kekuasaan, kebencian, pelit, egois adalah kehendak diri.
Tuhan menuntun kita untuk rendah hati dan hidup penuh belas kasih.
Dan saya yakin Tuhan dengan berbagai cara menuntun kita, sebab Ia mengasihi manusia ciptaan-Nya dan menghendaki agar semua selamat sampai hidup kekal dalam kerajaan-Nya.
Maka mari bergaul dengan Tuhan, supaya kita tetap dekat dengan-Nya dan mendengar perintahnya dan tetap dalam tuntunan-Nya.
Yaitu dengan cara tetap melakukan kehendak-Nya.
Orang kristen itu:
Tidak pelit - murah hati.
Tidak ngomongin kekurangan orang lain, tidak menghakimi - melihat dirinya sendiri.
Tidak nafsu dengan pangkat, jabatan, kekuasaan - bersyukur dalam segala keadaan dan tanggung jawab atas apa yang dipercayakan kepadanya.
Dan silahkan ditambahkan sendiri.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 19 Maret 2021

Allah Bapa kami
Engkau mengajarkan kami untuk selalu mengucap syukur dalam setiap keadaan
Namun itu tidak mudah ya Bapa
Karena daging ini selalu menolak untuk sedikit saja menderita
Maka kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Supaya kami tetap teguh melakukan kehendak-Mu
Walaupun kami harus mengalami penderitaan
Sebab mata kami melihat dan telinga kami mendengar keselamatan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin