"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 3:7-12;

Saya kutip sebagian:

Mrk 3:9
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Mrk 3:10
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Mrk 3:11
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."
Mrk 3:12
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
--------

Sebab Ia menyembuhkan banyak orang

Saudaraku,
orang-orang mengikuti Tuhan Yesus karena "penyembuhan ajaib", bahkan hanya dengan menjamahnya saja, tidak ada seorang pun yang bisa melakukan seperti itu.
Tentunya yang telah menerima jamahan-Nya mengalami sukacita, kegembiraan dan penuh dengan ucapan syukur.

Saudaraku,
saya yakin kita dijamah Tuhan Yesus setiap hari.
Maka jika kita tidak mengalami kegembiraan, ada baiknya kita cari apakah ada "penghalang" antara kita dengan Allah.
Misalnya "egois", mementingkan diri sendiri, hanyalah kegembiraan sesaat, puas dengan dirinya sendiri.
Kegembiraan sejati adalah saat kita merasakan kasih persaudaraan Kristus.
Yaitu saat kita "berguna" bagi anak, istri, suami dan setiap orang yang berada dalam hidup kita.
Maka sebagai murid-murid Tuhan Yesus, kuta tidak boleh bersikap masa bodoh terhadap orang-orang di sekitar kita.
Kita harus mempunyai keinginan besar untuk membuat orang lain bahagia, kegembiraan itu menyembuhkan.
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.(Ams 17:22)

Saudaraku,
penghalang yang lain adalah "prasangka".
Maka mari jauhkanlah hati dan pikiran kita dengan prasangka-prasangka.
Sebab prasangka bisa membawa kita kepada kecemasan.
Teruslah membangkitkan semangat untuk berbuat baik dan jangan hiraukan segala "pikiran buruk tentang apapun dan siapapun".
Ingatlah selalu bahwa kita diutus untuk menyembuhkan banyak orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 23 Januari 2020

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah menjamah kami
Engkau menyembuhkan kami
Dan belas kasih-Mu menyertai kami setiap hari

Hanya kepada-Mu kami percayakan hidup kami ya Bapa
Dan kami mohon berkatilah kami dan kuduskanlah kami
Sehingga hidup kami pun bisa memberi kesembuhan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 3:1-6;

Mrk 3:1
Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
Mrk 3:2
Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Mrk 3:3
Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"
Mrk 3:4
Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.
Mrk 3:5
Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
Mrk 3:6
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
-------

Supaya mereka dapat mempersalahkan Dia

Saudaraku,
ada di setiap hati manusia keinginan untuk "mencari dirinya sendiri" didalam setiap ""pekerjaannya".
Maka jika demikian ada pula keinginan untuk "tidak menghargai" keterlibatan orang lain atau bahkan ada keinginan untuk "menyingkirkan" orang lain.

Saudaraku,
ada baiknya kita tidak menilai perbuatan-perbuatan orang lain.
Karena siapa manusia yang bisa "melihat hati dan pikiran" orang lain?
Dengan demikian menilai orang lain pasti "salah kira" dan akan lebih banyak melihat keburukannya dari pada menilai kebaikannya.
Dan seringkali menilai suatu perkara sesuai kepentingan dirinya sendiri.

Saudaraku,
sebagai anak-anak Allah kita sangat-sangat tahu tentang "kerendahan hati".
Menilai setiap kejadian dengan "tidak melihat diri sendiri" adalah cara yang baik untuk melatih dan menjaga diri agar tetap rendah hati.
Lagi pula jika kita menilai orang lain pasti memakai "ukuran-ukuran" yang adil menurut kita dan beresiko memicu "kesombongan".

Saudaraku,
marilah kita selalu menyadari untuk "menarik keinginan diri" dari setiap kejadian supaya kita terhindar dari kesombongan.
Arahkanlah selalu pandangan kita kepada "salib Kritus", disana ada pengorbanan dan kemuliaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 22 Januari 2020

Allah Bapa kami
Meninggalkan kebiasaan lama itu memang sangat sulit
Oleh karena itu kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Dan doronglah kami untuk membarui diri setiap hari
Untuk menyerahkan diri kepada-Mu
Sehinga cinta kasih-Mu selalu berkobar
Dan mengatasi segala keinginan buruk dari hati dan pikiran kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 2:23-28;

Saya kutip sebagian:

Mrk 2:23
Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
Mrk 2:24
Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
---------
Mrk 2:27
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
Mrk 2:28
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
---------

Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat

Saudaraku,
ibadat biasanya berhubungan dengan kegiataan keagamaan.
Lalu tentunya ada semacam "aturan atau tata cara" tertentu dengan satu tujuan untuk memuliakan Allah atau mendekatkan diri kepada Allah.
Namun orang farisi me-reduksi menjadi peraturan-peraturan.
Bukan lagi mengutamakan hubungan dengan Allah tetapi mengutamakan aturan.
Padahal mereka mengerti kitab suci:
Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.(Yes 29:13)

Saudaraku,
ibadat bukan tentang ritual dan aturan, tetapi aturan atau ritual itu adalah sarana kita untuk menyatu dengan Allah.
Dimulai dari hati dan menyadari bahwa hidup kita 100% tergantung kepada Allah.
Selalu Menyadari bahwa "hidup itu adalah ibadat".
Dengan demikian maka ucapan atau apapun yang dikerjakannya untuk kemuliaan Allah.
Lalu yang nampak dalam dirinya bukan lagi tentang ketaatan aturan agama, namun mencerminkan "Allah yang hidup".
Yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

Saudaraku,
zaman ini banyak orang "dikuasai hari", hampir semua waktu hanya untuk dirinya sendiri.
Dan hari-hari hanyalah rutinitas dan ambisi untuk melayani diri sendiri.
Maka marilah kita selalu menyadari supaya kita berkuasa atas dunia bukan diperintah oleh dunia.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 21 Januari 2020*

Allah Bapa kami
Dunia mencari kepentingannya sendiri
Namun Engkau menghendaki kesempunaan hidup untuk mewujudkan kuasa dan belas kasih-Mu
Supaya kami tetap menyatu dengan Engkau menuju kehidupan kekal

Oleh karena itu ya Bapa
Kami menaruh semua harapan kami kepada-Mu
Dan berilah kami rahmat kekuatan
Supaya kami taat kepada-Mu
Dan hanya melakukan perintah-Mu
Bukan melakukan perintah dunia dan hidup oleh pembenaran-pembenaran diri

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 2:18-22;

Saya kutip sebagian:

Mrk 2:18
Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
Mrk 2:19
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
Mrk 2:20
Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
--------

Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?

Saudaraku,
jika kita perhatikan perjalanan pelayanan dan pengajaran Tuhan Yesus, yang paling banyak menentang adalah para "elit agama".
Dan nampak sangat jelas bahwa para elit agama, mengajarkan agama tetapi tidak melaksanakan ajaran itu sendiri.
Mereka menggunakan "pengetahuannya" untuk menilai dan menghakimi orang.
Kelihatan sangat jelas bahwa orang farisi dan ahli taurat "taat agama" hanya untuk mendapatkan pujian dan supaya terlihat suci.
Misalnya puasa adalah  cara untuk "menyangkal daging" dan mendekatkan diri kepada Allah supaya mata dan telinga melihat hal-hal yang lebih besar dari sekedar kebutuhan daging.
Namun berpuasa mereka gunakan sebagai "ajang menampilkan ketaatan kepada aturan".
Maka yang terjadi sesungguhnya adalah "kemunafikan".

Saudaraku,
menjalankan perintah agama bukan untuk mendapatkan "lencana kehormatan", lalu dipakai dan dibanggakan di depan orang.
Namun berdoa dan berpuasa, hadir dalam ekaristi kudus dan kegiatan rohani lainnya adalah cara kita untuk senantiasa "menyadari kehadiran-Nya".
Membawa diri kita kepada penyerahan diri secara total kepada Allah.
Supaya mampu mengesampingkan "kehendak diri" untuk memperoleh kebebasan hati sehingga tidak lagi terikat oleh hal-hal duniawi.
Terhindar dari "kemegahan yang kosong" yang merampas rahmat surgawi.

Saudaraku,
mari memuliakan nama Allah, bukan nama kita.
Terpujilah pekerjaan-Nya, bukan pekerjaan kita.
Biarlah orang-orang dunia mencari kehormatannya masing-masing.
Namun kita sebagai anak-anak Allah, hidup dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, dengan segala usaha menyangkal daging untuk memperoleh keselamatan dan hidup kekal dalam kemuliaan-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 20 Januari 2020

Allah Bapa kami
Hanya kepada-Mu lah pujian, hormat, kuasa dan kemuliaan
Kami mohon Roh Mu berkuasa atas hidup kami
Menjadi rahmat kekuatan kami
Supaya kami tidak terpenjara oleh kehendak diri
Dan kami mohon pakailah hidup kami untuk mewujudkan rencana-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 1:29-34;

Saya kutip sebagian:

Yoh 1:32
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
Yoh 1:33
Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Yoh 1:34
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
--------

Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah

Saudaraku,
Yohanes memberikan kesaksian siapa Tuhan Yesus.
Kita yang telah menerima pembaptisan adalah murid-murid Tuhan Yesus, maka kita pun adalah saksi-saksi Kristus.
Tanda murid-murid Kristus adalah dari perbuatan-perbuatannya maupun ucapannya, orang mengetahui bahwa ia adalah murid Kristus.
Yohanes 13:35
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.
Lalu permenungannya: tidak cukupkah teladan Tuhan Yesus untuk kita saling mengasihi?
Kira-kira menurut Saudara: istri Saudara, suami Saudara, anak Saudara, tetangga Saudara, rekan kerja Saudara, apakah melihat Tuhan Yesus di diri Saudara?

Saudaraku,
saya tahu dan saya percaya, Saudaraku taat kepada Allah.
Rajin berdoa, rajin ibadat, sering ziarah dan mungkin rajin membaca Injil dan berbagai macam renungan rohani.
Itu baik, namun jangan lupa bahwa tindak-tanduk kita disaksikan oleh orang-orang yang menilai "secara manusiawi".
Dan... kita harus memberikan teladan yang baik untuk mereka.
Memang tidak mudah, sebab saat kita berbuat baikpun tetap saja ada yang menertawakan bahkan mencaci.
Bukankah Tuhan Yesus juga mengalaminya?
Maka mari berusaha untuk saling menguatkan, mulai dari keluarga kita masing-masing, membangun semangat untuk senantiasa menghadirkan karya Allah.
Apa gunanya jam yang mewah, jika tidak bisa menunjukkan waktu?
Tidak ada artinya semua usaha rohani kita, jika tidak bisa menghadirkan Kristus dalam hidup sehari-hari.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 19 Januari 2020

Kami memuji dan memuliakan Engkau ya Bapa
Engkau nyatakan perbuatan-Mu dalam hidup kami setiap hari
Perkenankanlah kami mengetahui apa yang harus kami ketahui
Melakukan apa yang harus kami lakukan
Dengan selalu membuka mata dan telinga kami
Dan menerangi kami dengan Cahaya Roh-Mu
Sehingga hidup kami sungguh-sungguh menjadi saksi-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin