Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 7:1-10;
Saya kutip sebagian:
Luk 7:3
Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
Luk 7:4
Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
Luk 7:5
sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
Luk 7:6
Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
Luk 7:7
sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Luk 7:8
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
Luk 7:9
Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
-------
Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh
Saudaraku,
kita percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Allah, Ia yang menciptakan sesuatu dari ketiadaan.
Demi keselematan manusia yang dikasihinya, Ia merendahkan diri-Nya kepada manusia.
Ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.(Bdk Yes 53:12)
Saudaraku,
terlihat di zaman sekarang yang lebih maju dibandingkan di zaman Tuhan Yesus.
Dan tentunya peradaban manusia juga semakin maju.
Namun tentang ketaatan tidak sedikitpun nampak semakin maju.
Tetap saja manusia lebih memilih hidup dengan caranya sendiri dan tidak suka diatur.
Saudaraku,
Tuhan Yesus telah memberikan teladan menjadi orang yang paling rendah.
Mari berusaha untuk taat dengan belajar mengalahkan kesombongan, belajar menundukkan diri kita dibawah kaki semua orang.
Belajar mematahkan kehendak diri sendiri, mengurbankan diri kedalam pengabdian total.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 16 September 2019
Allah Bapa kami
Kami ingin selalu berada di dekat-Mu
Kami ingin sungguh-sungguh mengasihi-Mu
Kami ingin Engkau nyatakan perkara-perkara Ilahi kepada kami
Karena hanya Engkaulah ya Bapa sumber penghiburan dan kekuatan kami
Dan kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Sehingga kami sanggup melepaskan diri dari segala jerat kesombongan
Dan tetap tunduk dan taat hanya kepada perintah-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 15:1-32;
Saya kutip sebagian:
Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
--------
Luk 15:10
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
--------
Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
---------
Ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat
Saudaraku,
sebagian besar dari kita pernah tersesat, namun kabar baiknya adalah kita mengetahui jalan pulang.
Dan jika ada yang saat ini sadar tersesat, pulanglah sekarang, sebab esok hari bisa saja tidak lagi menyadari bahwa sedang tersesat.
Saudaraku,
ada baiknya kita tidak selalu membuka diri terhadap setiap tawaran.
Sebab keinginan jahat bisa saja dibungkus dengan sangat menarik sehingga nampak luarnya baik.
Ada 2 senjata yang ampuh supaya tidak tertipu, yaitu tetap rendah hati dan tidak serakah.
Dengan kerendahan hati kita akan hidup dalam ketaatan.
Tanpa kerendahan hati, akan selalu merasa lelah dan mudah bersungut-sungut.
Tanpa kerendahan hati cinta tidak akan bertumbuh.
Tidak serakah menahan kita dari godaan hawa nafsu.
Mengapa kita mudah marah apabila ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai dengan kehendak dan keinginan kita?
Bukankah tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa memastikan semua rencana dan keinginannya tercapai?
Saudaraku,
tuntutan kebutuhan hidup badani memang sangat berat, ada baiknya kita selalu menyadarinya.
Supaya kita tidak dibuatnya tersesat.
Jika saat ini ada yang sadar tersesat, mengapa menunggu sampai lain waktu untuk kembali?
Marilah bangkit, sekaranglah waktunya untuk kembali menjadi anak-anak Bapa.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 15 September 2019
Allah Bapa kami
Kami mengucap syukur
Oleh karena rahmat-Mu membimbing dan melindungi kami
Sehingga kami tidak lagi mencintai dunia
Namun menyatukan diri kami dengan Engkau
Ada musim kemarau ada musim hujan
Ada musim panas ada musim dingin
Dan itu semua harus kami lalui
Maka kami mohon ya Bapa
Kuasailah keinginan kami
Supaya kami tetap teguh dan setia hidup dalam kehendak-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 3:13-17;
Yoh 3:13
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yoh 3:14
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
Yoh 3:15
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
--------
Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal
Saudaraku,
alangkah bahagianya orang yang dalam hidupnya sekarang ini hatinya selalu terarah menuju kehidupan kekal.
Sebab pasti sudah siap melewati pintu yang sempit itu.
Benar-benar menyiapkan diri sekuat tenaga dan siap menghadapi setiap kesukaran demi cinta kasih Kristus.
Hidupnya pasti selalu mengusahakan kebaikan dan tegas menolak segala macam godaan.
Saudaraku,
hanya kepada Tuhan Yesus Kristus kita menaruh pengharapan.
Sebab hanya Dia yang sanggup merubah hidup kita.
Ia yang sanggup merubah Matius pemungut cukai menjadi penulis Injil.
Dan sampai hari ini Ia tetap berkerja dan sanggup mengubah setiap orang yang menyerahkan hidupnya kepada-Nya.
Saudaraku,
setiap orang tidak bisa menolak kematian.
Oleh karena itu, mari berusaha menjaga hidup sedemikian rupa supaya dengan dengan gembira kita menantikan kematian.
Dengan cara mulai dari sekarang berlatih mati terhadap dunia.
Maka dengan demikian kita tidak akan takut meninggalkan dunia.
Sebab memang seharusnya demikianlah hidup anak-anak Allah, tempat nya adalah di surga.
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
(Ibr 13:5-6)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 14 September 2019
Ya Kebenaran kekal
Kami mohon berilah kami pertolongan
Janganlah kiranya penglihatan kami dikacaukan oleh hal-hal yang sia-sia
Dan kami mohon datanglah ya Roh Kudus
Kuasailah hati dan pikiran kami
Supaya tidak ada lagi tempat untuk segala keinginan dunia
Kami memuji dan memuliakan Engkau ya Bapa
Sekarang dan selama-lamanya
Injil Lukas 6:39-42;
Luk 6:39
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
Luk 6:40
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Luk 6:41
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Luk 6:42
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
--------
Dapatkah orang buta menuntun orang buta?
Saudaraku,
tanggal 13 September adalah tanggal dan hari yang sangat spesial untuk saya.
Tanggal kelahiran saya sekaligus Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus, pelindung saya.
Saya baptis saat kelas 4 sekolah dasar, jadi saat itu saya sudah bisa memilih sendiri nama baptis/ Santo Pelindung.
Alasan saya memilih St. Yohanes Krisostomus, bukan karena terobsesi Krisostomus yang artinya Si Mulut Emas, karena Kotbah dan tulisan-tulisannya sangat berbobot dan menjadi saksi akan kefasihannya dalam berbicara.
Namun hanya karena tanggal peringatannya sama dengan tanggal lahir saya.
Dalam menulis renungan harian katolik pun, bukan didorong oleh keinginan untuk seperti St. Yohanes Krisostomus.
Bukan pula karena saya merasa bisa kotbah atau saya merasa hidup saya sudah baik dan benar dihadapan Tuhan.
Namun yang menjadi semangat saya untuk konsisten menulis adalah dorongan berbagi pengalaman tentang kebersamaan hidup saya bersama Kristus.
Tentunya dalam setiap doa-doa saya, selalu memohon pertolongan kepada St. Yohanes Krisostomus untuk menjadi guru sekaligus pelindung saya.
Saya percaya St. Yohanes Krisostomus selalu menerangi hati dan pikiran saya dan selalu memberikan semangat kepada saya.
Dan karena setiap hari saya menulis, semakin hari semakin dinyatakan kekurangan-kekurangan saya dan Tuhan Yesus dengan penuh kasih mendorong saya untuk berani membaharui hidup setiap hari.
Untuk itu saya mohon maaf kepada semua pembaca renungan harian saya, jika penggunaan kata atau kalimat kurang tepat atau ada yang merasa tidak nyaman.
Dan saya mohon didoakan supaya saya tetap hidup rendah hati dan setia hidup dalam Kristus.
Saudaraku,
melalui Injil Lukas pagi ini Tuhan Yesus berfirman: Dapatkah orang buta menuntun orang buta?
Saya membiasakan diri mendengarkan perkataan setiap orang yang ada dalam kehidupan saya.
Oleh Roh Kudus kita semua diberikan kemampuan untuk mengerti mana kehendak Allah dan mana kehendak manusia.
Oleh karena itu saya berusaha untuk bersikap baik kepada siapapun dan harus selalu siap mengalah atau berkorban.
Saat saya mengalami ketidaknyamanan saya lebih memilih untuk tidak menanggapi langsung, supaya tidak terjebak dalam kemarahan atau kebencian.
Saudaraku,
Allah Bapa kita lah yang menuntun kita melalui setiap kejadian dalam hidup kita.
Maka mari ambil satu detik saja untuk menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah, sebelum mengambil keputusan apapun.
Dengarkanlah Roh Kudus, supaya ucapan, sikap dan perbuatan kita tidak menyimpang dari kehendak Allah dan tidak melanggar perintah Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 13 September 2019
Dengan penuh pengharapan atas kebaikan dan kasih-Mu yang sangat besar
Ya Bapa, kami menghadap kepada-Mu
Memohon pengampunan-Mu untuk kekurangan dan kesalahan kami
Engkau Sumber Hidup dan Engkau Allah yang Maha Pengampun
Setiap saat kami menyadari ya Bapa
Hidup kami masih banyak kekurangan
Dan setiap saat kami buka hati
Dengan kerendahan hati kami siap untuk menerima pengajaran-Mu
Dan kami mohon tuntunlah kami selalu
Sehingga semakin hari, hidup kami semakin berkenan dihadapan-Mu
Santo Yohanes Krisostomus doakanlah kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 1:46-54;
Saya kutip sebagian
Luk 1:46
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
Luk 1:47
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
Luk 1:48
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luk 1:49
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Luk 1:50
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Luk 1:51
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luk 1:52
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Luk 1:53
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
---------
Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku
Saudaraku,
setiap perempuan yang mulai mengandung, selalu memiliki pengharapan dengan anak yang dikandungnya.
Misalnya mengharapkan anak laki-laki, rasanya tidak sabar menunggu usia kandungan siap untuk USG.
Beda dengan Bunda Maria, ia telah mengetahui bahwa ia akan mengandung Anak Allah.
Allah yang telah melakukan perbuatan-perbuatan besar, Allah yang menyelamatkan umat-Nya.
Maka Bunda Maria dengan penuh percaya diri berkata kepada Anaknya: Mereka kehabisan anggur.(Bdk Yoh 2:3)
Saudaraku,
Bunda Maria telah mengetahui bahwa Anaknya mampu membuat:
orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.(Mat 11:5)
Semua keajaiban itu terjadi karena iman:
Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.(Bdk Luk 1:38)
Dan iman akan selalu berbuahkan kejaiban selama dunia ini masih ada.
Saudaraku,
mari kita selalu berdoa memohon kepada Allah supaya iman kita selalu bertumbuh.
Dan muliakan Allah dengan ucapan dan perbuatan kita sehari-hari.
Supaya mata dan telinga kita bisa dengan sangat jelas membedakan mana jalan-jalan dunia dan mana jalan kita sebagai anak-anak Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 12 September 2019
Allah Bapa kami
Dengan rendah hati Bunda Maria mewujudkan rencana-Mu
Kami percaya bahwa kami ada oleh karena rencana-Mu
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon ajarilah kami untuk tetap rendah hati
Sehingga hanya rencana-Mu yang terwujud dalam hidup kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
