Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 15:3-7;
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Luk 15:5
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
Luk 15:6
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
--------
ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat
Saudaraku,
saya awali permenungan pagi ini dengan kutipan dari Yesaya 64:6,
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
Jadi.. saya ajak Saudaraku jangan menipu diri sendiri, kita semua harus bertobat.
Bukan hanya karena kekurangan, kesalahan dan dosa kita, namun dengan sikap pertobatan setiap hari maka kita akan dijauhkan dari kesombongan dan tinggi hati.
Lagi pula menurut Nabi Yesaya kesalehan kita hanya seperti kain kotor.
Saudaraku,
Kisah tentang domba yang hilang adalah kisah pengharapan bagi kita.
Kita memiliki Allah yang hidup dan yang menjamin keselamatan bagi setiap orang yang taat kepada-Nya.
Bahkan Allah kita bukan Allah yang hanya diam, duduk dan menunggu disembah, namun Ia aktif mendekat kepada kita, menyapa kita dan menyediakan kebutuhan kita.
Supaya hidup kita mengungkapkan kebenaran Allah kepada dunia.
Dan Tuhan Yesus ingin menyampaikan pula kepada kita bahwa setiap orang adalah *berharga* dimata Allah.
Maka setelah kita mengerti bahwa kita berharga dimata Allah, semakin mendorong kita untuk menjaga hati nurani tetap bersih.
Dengan demikian kita mengalami kegembiraan hidup yang sejati dan pada akhirnya hidup kita menjadi perwujudan kasih Allah.
Kegembiraan yang berakar pada kebenaran, bukan kegembiraan semu dan menipu yang ditawarkan oleh dunia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 28 Juni 2019
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Engkau memberikan hati yang baru dan roh yang baru
Engkau berikan kami hati yang taat
Bahkan Roh-Mu menjadi penasihat kami
Sehingga kami hidup menurut ketetapan-Mu dan berpegang teguh kepada Firman-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 7:21-29;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
--------
Mat 7:24
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Mat 7:25
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Mat 7:26
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Mat 7:27
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
--------
Yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu
Saudaraku,
pondasi batu itu adalah kehadiran Allah, Roh Allah yang hidup dalam diri kita dan itu adalah karunia iman.
Apapun yang berdiri diatasnya terhubung dengan Roh Kudus.
Maka segala pencapaian setinggi apapun tetap akan berdiri kokoh dalam segala keadaan dan cuaca.
Sebaliknya segala pencapaian yang tidak berpondasikan Roh Kudus, hanyalah penghiburan semu, hanya pemuas keinginan duniawi.
Saudaraku,
kehadiran Allah memberikan kententraman sejati dalam segala keadaan.
Kehadiran Allah selalu membuat kita berpikir baik.
Kehadiran Allah menjadikan kita bijaksana.
Lalu bukan lantas tidak ada godaan.
Jadikanlah Firman Tuhan sebagai dinding kasih dan kesabaran.
Kita tidak memerlukan senjata dan peluru yang tajam, yang kita perlukan adalah kesabaran yang besar.
Sebab tidak ada seorangpun yang terbebas dari godaan, ketakutan, kelemahan, sakit penyakit, fitnahan, teguran, hinaan dan gangguan-gangguan lainnya.
Saudaraku,
adakah orang yang begitu berhikmat dan mengetahui segala-galanya?
Maka marilah hidup dibawah perintah Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 27 Juni 2019
Puji dan syukur selalu kami persembahkan kepada-Mu ya Bapa
Engkau selalu berada di dekat kami
Bahkan karya-karya-Mu Engkau nyatakan setiap hari
Ya Bapa
Dengan sungguh-sungguh dan keinginan yang kuat
Kami selalu berusaha untuk hidup berkenan kepada-Mu
Menuruti semua perintah-Mu
Kami percayakan hidup kami kepada-Mu
Supaya kami memperoleh keselamatan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 7:15-20;
Mat 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Mat 7:16
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Mat 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Mat 7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Mat 7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Mat 7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
---------
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka
Saudaraku,
sudah tidak asing lagi dimata kita, sampai hari ini masih ada saja penipu-penipu relijius.
Kita beruntung percaya kepada Tuhan Yesus dan memperoleh pengajaran bahwa dari buahnya lah kebenaran itu dinyatakan.
Bukan dari pakaian, bukan dari kata dan ucapannya, bukan tentang hafal ayat-ayat suci, bukan pula dari ibadatnya, namun bagaimana ia mengasihi sesamanya.
Maka ada baiknya pula kita melihat buah kita sendiri, apakah hidup kita berbuahkan kasih?
Saya paling tidak senang mendengar kalimat ini: ya namanya manusia, susah untuk tidak merasa disakiti, disaat mengalami ketidaknyamanan.
Saudaraku,
bersama Tuhan Yesus kita mengetahui bagaimana mengasihi, sebab Roh Allah ada dan hidup, yang membuka mata kita sehingga kita melihat dari dimensi Allah dan yang setia menuntun langkah kita.
Maka berusahalah untuk selalu mengampuni mereka yang menyakiti kita sejak dari awal, supaya tidak terjadi infeksi sakit hati lalu akan berkembang dan masuk menjadi stadium dendam.
Dan tidak membiasakan diri mengadili.
Kita adalah orang-orang pilihan, untuk mewujudkan kedamaian dan kasih dan supaya setiap orang menerima keselamatan.
Orang-orang pilihan bukan orang-orang bodoh atau orang-orang yang rendah yang hanya bisa merusak.
Orang-orang pilihan untuk membangun kerajaan Allah.
Mari berloba-lomba untuk berbuah kebaikan, memulai dengan usaha-usaha sederhana misalnya hindari membuat ketidaknyamanan untuk siapapun dan dimanapun, di rumah, di lingkungan, di jalan, di tempat pekerjaan, dan dimanapun Saudara ditanam oleh Tuhan Yesus.
Dan menyikapi segala ketidaknyamanan dengan kasih Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 26 Juni 2019
Allah Bapa kami
Puji dan syukur kami telah menerima segala yang baik
Setiap hari Engkau memperbaiki kelemahan-kelemahan kami
Rahmat-Mu menyegarkan kami
Cahaya Firman-Mu menerangi hati dan pikiran kami
Dan oleh karena kasih-Mu yang besar itu kami hidup
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 7:6, 12-14;
Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
--------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
--------
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka
Saudaraku,
Tuhan Yesus merangkum semua hukum dalam Perjanjian lama menjadi 2 hukum:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.(Bdk Mat: 22:37)
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.(Bdk Mat 22:39)
Untuk mengasihi sesama kuncinya sangat jelas:
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
Pertanyaannya apakah mudah melaksanakannya?
Hambatan utamanya adalah ambisi mencari kepentingan diri sendiri.
Saudaraku,
gerakan untuk memikirkan orang lain sudah semakin sidikit atau mungkin media tidak tertarik meliputnya.
Menurut saya, semakin hari dunia ini semakin egois.
Coba perhatikan promosi dalam berbagai media dipenuhi dengan: tentang kebutuhan kita dan keinginan kita.
Bahkan ada kegiatan rohani, ada kelompok atas nama agama yang katanya untuk kemanusiaan dan katanya dikelola secara profesional dan transparan tetapi ujung-ujungnya tetap saja ada kepentingan perut kelompoknya.
Kalau saya pribadi sih agak risih, lebih baik bisnis adalah bisnis dan secara konsisten mengalokasikan sebagian keuntungan untuk sumbangan sosial.
Saudaraku,
memang kita harus mengarahkan pandangan kita kepada diri sendiri tetapi bukan untuk memikirkan diri sendiri.
Mawas diri apakah kita lebih banyak menilai orang lain, atau lebih banyak berbuat baik kepada orang lain.
Sebab naluri manusia lebih cenderung menilai segala sesuatu dengan ukuran kepentingan dirinya sendiri.
Sia-sia jika ada yang berusaha untuk menghilangkan kepentingan diri itu, kita hanya bisa untuk mengendalikan.
Sehingga segala usaha dalam hidup kita tidak sekalipun merugikan atau menyusahkan oran lain, namun sebaliknya harus bisa membawa kebaikan bagi orang-orang disekitar kira.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 25 Juni 2019
Allah Bapa kami
Kami sangat ingin berubah untuk hidup semakin baik di hadapan-Mu
Kami membutuhkan pertolongan-Mu ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami berani meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk
Ubahlah kami setiap pagi ya Bapa
Dan tuntunlah hati, pikiran dan langkah kami
Supaya hidup kami hanya dipenuhi oleh perbuatan-perbuatan baik
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 1:57-66, 80;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
Luk 1:59
Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
Luk 1:60
tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
Luk 1:61
Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
Luk 1:62
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
Luk 1:63
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.
Luk 1:64
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
--------
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya
Saudaraku,
Yohanes menjadi bisu karena meragukan kabar gembira dari malaikat Gabriel bahwa ia akan menjadi bapak.
Kita semua bukan sekedar menerima kabar gembira darai malaikat, tetapi kita telah menerima Tuhan Yesus Kristus Anak Allah.
Kita adalah orang-orang yang terpilih dalam rencana keselamatan Allah.
Maka Allah memberikan Roh Kudus yang hidup dalam diri kita untuk melanjutkan karya keselamatan itu sampai akhir zaman.
Karena Roh Kudus itulah kita memiliki KASIH.
KASIH adalah cara Allah supaya kita HIDUP.
Saudaraku,
seperti Allah kembali membuat Zakharia berbicara, oleh karena Kritus kita telah diubah menjadi manusia baru.
Mari mengusahakan hidup kita supaya mengilhami semua orang disekitar kita dengan Cinta kepada Allah.
Menjaga api kasih Allah tetap menyala di kehidupan kita.
Sehingga tetangga-tetangga kita, teman-teman kita melihat Allah itu baik dan memberikan rahmat-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 24 Juni 2019
Allah Bapa kami
Apabila dibandingkan dengan orang-orang kudus-Mu
Usaha-usaha kami untuk hidup kudus masih sangat-sangat kurang
Usaha-usaha kami untuk hidup berkenan kepadamu masih terlalu sedikit
Oleh sebab itu ya Bapa
Kami mohon bakarlah semangat kami dengan Api Roh-Mu
Sehingga sepanjang hari-hari kami
Kami selalu bersemangat untuk menjadi tanda kebaikan-Mu bagi semua orang
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
