"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 9:11-17;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 9:13
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini."
Luk 9:14
Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok."
Luk 9:15
Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
Luk 9:16
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
Luk 9:17
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.
--------

Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan

Saudaraku,
melalui mujizat lima roti dua ikan, saya memperoleh pengajaran: untuk tidak menyerah dalam setiap kesulitan dan yakin bahwa saya bisa karena bersama Tuhan Yesus.
Bijaksana melihat setiap kesempatan dengan perspektif Allah, bukan dengan cara pandang sebagai manusia, terutama disaat mengalami situasi yang sulit.
Perspektif Allah sangat sederhana, baiknya semua rencana tidak bertentangan dengan kasih dan jangan menyesuaikan diri dengan pola dunia.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.(Rm 12;2)

Saudaraku,
kita telah menerima Tubuh dan Darah Krstus, apakah gerak hidup kita dikuasai oleh Darah Kristus?
Allah ingin gerak hidup kita dalam kuasa Roh dan menggunakan cara pandang Allah, dalam berpikir, mendengar dan saat menghadapi pilihan.
Bukankah kita percaya bahwa Tuhan Yesus berkuasa membuat orang lumpuh berjalan dan orang buta melihat?
Jika demikian tidak ada yang akan mampu menghalangi langkah kaki kita dan pandangan mata kita.
Maka jika memang ada yang lumpuh dan buta, itu lebih karena kemalasan sendiri, tidak berani mengalahkan keinginan diri.

Saudaraku,
kita adalah Tubuh dan Darah Kristus bercahaya dalam diri kita, seluruh mata dunia tertuju kepada kita, dan dunia berusaha memadamkan cahaya itu dengan berbagai cara sebab dunia lebih menyukai kegelapan.
Maka marilah kita selalu menaruh segala pengharapan hanya kepada Allah.
Dan mari kita sadari bahwa itu tidak akan mudah, harus dengan usaha terus menerus oleh karena kepentingan-kepentingan diri akan selalu lebih dominan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 23 Juni 2019

Hanya kepada-Mu ya Bapa
Kami mengarahkan keinginan kami dan menaruh seluruh pengharapan kami
Kuserahkan semua kesulitan kami ya Bapa
Hanya Engkau yang mampu membawa kami ke dalam kebijaksanaan
Kami siap menerima pengajaran-Mu
Kami siap melakukan kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 6:24-34;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 6:26
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Mat 6:27
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Mat 6:28
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
Mat 6:29
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Mat 6:30
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
--------
Mat 6:31
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
--------
Mat 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Mat 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
--------

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Saudaraku,
kita semua mengetahui bahwa dunia itu penuh dengan ketidakpastian.
Lalu orang mulai merencanakan masa depan supaya aman terutama dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.
Tetapi tidak semua menyadari bahwa seiring dengan perjalanan mewujudkan rencana tersebut, selalu ada yang namanya kecemasan.
Sebab dunia ini selalu ada ketidakpastian, apalagi jika mencari kehormatan, kekuasaan dan kepuasan diri.

Saudaraku,
rasa syukur sesungguhnya adalah saat kita mampu mengendalikan kecemasan, bukan ungkapan kebahagiaan saat kita meraih sesuatu.
Coba mari kita lihat diri kita sendiri, dari semua rencana dan keinginan kita apakah hasilnya ada yang membuat kita puas?
Saudara mungkin menjawab ada, namun seberapa lama rasa puas itu dan mampukah itu membuat Saudara mengucap syukur?
Barang siapa memiliki, selalu akan diikuti kecemasan akan kehilangan miliknya itu.

Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak melarang kita untuk berkarya dan berprestasi.
Kita harus semaksimal mungkin menggunakan talenta kita untuk membawa kasih kebaikan Allah kepada semua orang.
Maka saat kita mengusahakan hidup, tidak hanya untuk dirinya sendiri, saat itulah damai akan mengalahkan kecemasan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 22 Juni 2019

Allah Bapa kami
Jadikanlah kami pekerja di kebun anggur-Mu
Sehingga hanya rencana-Mu yang terwujud dalam hidup kami
Sebab hanya pada-Mu lah kami percaya
Dan hanya bersama-Mu kami hidup damai

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 6:19-23;

Mat 6:19
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Mat 6:20
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Mat 6:21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Mat 6:22
Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
Mat 6:23
jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
--------

Harta, hati dan mata

Saudaraku,
adakah korelasi langsung antara harga diri dengan harta kekayaan?
Orang miskin direndahkan dan orang yang kaya disanjung-sanjung?
Ternyata banyak tersaji di hadapan kita, orang yang kaya yang haus hormat.

Saudaraku,
baiknya mengendalikan keinginan-keinginan, termasuk keinginan yang baik.
Agar tidak mudah kecewa atau gusar jika ada orang lain yang lebih baik.
Dan dengan segera menolak atau bersikap tegas terhadap keinginan hawa nafsu.
Belajar menerima apa adanya, dan gembira oleh karena sesuatu yang sangat sederhana dan tidak bersungut-sunggut menghadapi segala keadaan.
Berulangkali saya menulis, tidak ada cita-cita yang menjadi kenyataan tanpa pengorbanan.
Maka sangkallah diri kita sendiri.
Usaha-usaha kita untuk hidup benar dihadapan Allah, tidak akan selalu nyaman.
Kita semua menyadari bahwa daging ini lemah, mudah mengeluh, mudah marah dan cepat lelah.
Sikapi ketidaknyamanan itu sebagai bagian dari usaha untuk mencapai kesucian hidup.
Taklukanlah setiap keinginan dari awal, supaya kita yang menguasai keinginan itu dan bukan sebaliknya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 21 Juni 2019

Allah Bapa kami
Ajarilah agar kami selalu memohon nasihat-Mu
Supaya nyata dihadapan kami mana yang pantas kami lakukan dan yang tidak
Sebab mungkin saja ada kesombongan dibalik keinginan baik

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 6:7-15;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 6:7
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Mat 6:8
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Mat 6:9
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
Mat 6:10
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
--------

Jadilah kehendak-Mu

Saudaraku,
kita dipilih Allah untuk melakukan kehendak-Nya, maka dengan demikian kita harus mengetahui apa yang sedang DIKERJAKAN ALLAH, lalu terlibat didalamnya.
Seperti kita bekerja dalam sebuah perusahaan, apapun bagian kita, kita harus memahami visi-misi perusahaan.
Visi Tuhan Yesus adalah keselamatan.
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.(Luk 19:10)
Lalu apa Misi Tuhan Yesus?
Saya terkejut saat melihat arti kata misi dalam KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia), karena ada tertulis arti kata misi: kegiatan menyebarkan Kabar Gembira (Injil).
Apa kabar gembira itu?
Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.(Bdk Luk 7:22)

Saudaraku,
kita telah mengetahui visi dan misi Tuhan Yesus Kristus, kita telah dipilih untuk menjadi bagian dalam misi.
Pertanyaannya: apakah gerak hidup kita telah sejalan dengan misi itu?
Inilah yang menjadi gerak hidup kita:
Membuat orang lumpuh berjalan.
Perhatikan orang-orang disekitar kita, mungkin kita hanya mampu membantu berdiri bagi yang lumpuh, mari kita lakukan demi Tuhan Yesus.
Membuat orang kusta menjadi tahir.
Mungkin kita hanya mampu memberikan penghiburan, mari kita lakukan demi Tuhan Yesus.
Membuat orang tuli mendengar.
Menampilkan hidup menjadi sebuah nyanyian surgawi yang indah, sehingga yang tulipun mendengarnya.
Dan akhirnya semua orang di sekitar kita, yang kaya ataupun yang miskin merasakan kehidupan yang damai dan penuh sukacita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 20 Juni 2019

Allah Bapa kami
Perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kami
Engkaulah Allah yang sangat peduli
Engkaulah Allah yang penuh kasih
Rahmat kekuatan-Mu yang membuat kami tetap teguh dijalan-Mu
Supaya hidup kami membawa keselamatan bagi banyak orang

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 6:1-6, 16-18;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 6:1
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Mat 6:2
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Mat 6:3
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Mat 6:4
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Mat 6:5
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Mat 6:6
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
--------

Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka

Saudaraku,
saya yakin kita semua sangat-sangat mengerti bacaan Injil Matius hari ini.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa melakukan kewajiban agama tujuan utamanya adalah melakukan kehendak Allah.
Jadi bukan melakukan perintah atau kehendak manusia lalu mengharapkan penilaian atau sanjungan dari manusia.
Bagaimana memberi sedekah/sumbangan, saya yakin kita semua sangat paham, apapun bentuk sumbangan itu pasti hanya minta ditulis anonim, atau yang mengetahui sedekah atau sumbangan itu hanya petugas administrasi.
Tidak perlu pasang iklan keluarga apalagi pasang pas foto seperti kampanye.

Demkian pula tentang berdoa, berdoa adalah berbicara dengan Allah.
Kita punya 1 mulut dan 2 telinga, berikanlah waktu lebih banyak untuk mendengar daripada waktu untuk berbicara.
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?(Mzm 85:9)
Tuhan Yesus mengajarkan kita cara berdoa yaitu masuk ke dalam kamar, karena banyak orang dengan berdoa ingin supaya dianggap orang yang taat atau terlihat suci.
Berdoa di dalam kamar, saya menyikapinya dengan menyediakan ruang di hati untuk Allah.

Saudaraku,
baiknya apapun yang kita lakukan, tujuannya adalah melakukan kehendak Allah, bukan untuk diri sendiri dan makhluk-makhluk lain.
Dan tidak mencari diri sendiri namun selalu berusaha menghadirkan kebaikan Allah dalam setiap aktivitas apapun.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 19 Juni 2019

Terpujilah Engkau ya Bapa
Dengan segala upaya Engkau menjadikan hidup kami sebagai peruwujudan kasih dan kebaikan-Mu
Anugerah-Mu, kebaikan-Mu yang tidak ada batasnya
Menjadi kekuatan bagi kami untuk tak henti-hentinya berbuat baik
Dan kami percaya melalui ketaatan kami kepada perintah-Mu
Kami akan hidup dalam damai tanpa kekurangan suatu apapun

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin