"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 5:17-19;

Mat 5:17
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Mat 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Mat 5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
------

Sering terjadi tawuran antar kelompok dan adanya kelompok-kelompok yang melakukan hal-hal yang brutal.
Apakah orang-orang yang demikian menghadapi krisis moral?
Apakah mreka tidak lagi bisa membedakan antara yang putih dan yang hitam?

Dalam hidup sehari-hari, kita selalu menghadapi pilihan:
Yang baik atau yang terbaik.
Yang tidak baik atau yang baik.

Saya mengajak Saudara masuk dalam permenungan ini:
Bandingkan perasaan Saudara ketika:
1. Senang mendapatkan pujian.
Dan
2. Senang saat melihat tayangan televisi atau menonton film kesukaan Saudara.

Bandingkan perasaan itu.
Yang pertama adalah perasaan pemujaan diri.
Yang kedua adalah perasaan senang karena pemenuhan diri.

Apakah ayat-ayat dalam Kitab Suci menyatakan dengan jelas atau eksplisit tentang bagaimana kita menentukan pilihan?
Dan bagaimana kita menggunakan Kitab Suci dalam kehidupan kita?
Mungkin ada sebagian orang yang berpendapat:
Katakan saja mana yang boleh saya lakukan dan mana yang tidak boleh saya lakukan.
Jika demikian maka yang terjadi adalah legalisme agama.
Agama hanya tentang aturan dan hukum.

Teologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan Allah.
Tentunya tidak terlepas dari Kitab Suci.
Dan melihat isi Kitab Suci dalam makna sebuah hubungan kasih antara Allah dengan manusia.

Dengan demikian kita melihat Allah bukan tentang aturan dan hukum.
Dan bukan penalaran moral.
Tetapi kita mampu membedakan perasaan yang ada dalam hidup kita.
Yang akan menuntun kita kepada kebaikan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 14 Juni 2017

Allah Bapa di sorga
Melalui firman-Mu dalam Kitab Suci
Kami mengetahui bahwa
Engkau mengasihi kami
Engkau mendengarkan setiap orang yang berseru kepada-Mu
Engkau memelihara setiap orang yang berserah kepada-Mu

Maka pagi hari ini ya Bapa
Kami berseru kepada-Mu
Mohon rahmat-Mu
Kami menjadikan firman-Mu
Bukan sekedar tentang aturan dan hukum
Namun kami menjadi mengerti bahwa kasih-Mu sangat besar bagi kami

Murnikanlah hati kami
Gembirakanlah hati kami
Penuhilah hati kami dengan sukacita surgawi

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil dari Matius 5:13-16;

Mat 5:13
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Mat 5:14
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Mat 5:15
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Mat 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
-------

Kemarin pagi kita telah membaca ayat sebelumnya yaitu kotbah dibukit, atau lebih dikenal dengan Sabda Bahagia.
Kebahagiaan dari dalam diri.
Dan tentunya kebahagiaan itu akan terpancar sehingga terlihat dan dirasakan oleh semua orang di sekitarnya.
Pagi ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk berbagi kebahagiaan itu dengan sesama.
Tentunya berawal dengan hati yang bersih.
Roh Kudus dan Sabda Tuhan yang telah tertanam dalam hati kita harus bertumbuh dan selalu menjadi dasar pertimbangan dan inspirasi lembut dalam perbuatan dan tingkah laku kita.
Dan memelihara Kasih Allah yang telah kita terima sehingga kasih itu selalu memancar dalam kehidupan kita.
Garam dan Terang dunia adalah menjadi IDENTITAS setiap orang Kristen.
Anak-anak Allah tidak dikenal dari pakaiannya ataupun dikenal karena salib.

Kesempurnaan hidup kristen adalah mewujudnyatakan Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Maka marilah kita memelihara Sabda Tuhan agar selalu hidup dalam hati kita.
Dan selalu menjadikannya sebagai inspirasi dalam setiap perbuatan kita.
Roh Kudus yang ada dalam diri kita akan memberikan kekuatan.
Dan jadikan doa-doa kita menjadi dasar bangunan rohani.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 13 Juni 2017

Allah Bapa di sorga
Firman-firmanMu memberi terang
Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh

Kami memang bodoh ya Allah
Seringkali kami bertindak demi keinginan kami sendiri
Kasihanilah kami
Ajarilah kami setiap hari
Supaya Firman-Mu selalu menjadi inspirasi kami
Meneguhkan langkah kami
Supaya hidup kami tidak dikuasai oleh yang jahat

Kami mohon
Agar kami menggunakan sarana-sarana yang telah Engkau sediakan
Menjadi bagian dalam mewujudkan kesempurnaan hidup
Dan Engkau dimuliakan dalam setiap perbuatan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 5:1-12;
Yang kita kenal dengan Sabda Bahagia

Mat 5:3
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:4
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Mat 5:5
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Mat 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Mat 5:7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Mat 5:8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mat 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:11
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Mat 5:12
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
------

Dengan sangat jelas Tuhan Yesus berfirman bahwa kebahagiaan bersumber dari dalam diri seseorang.
Bukan oleh karena faktor dari luar diri.
Bahasa saya: pengelolaan hati adalah kuncinya.
Yaitu kemampuan terbaik seseorang dalam menerima segala sesuatu yang terjadi terhadap dirinya.
Dan kemampuan terbaik untuk memaknai setiap kejadian.

Tempo hari saya menulis:
Seseorang mampu menyadari kekurangannya.
Tetapi marah, saat orang lain mengatakan kekurangan itu.

Bahagia adalah RASA.
Dan selalu dikaitkan dengan penghiburan.
Kritik dari orang lain atau bahkan cacian akan menjadi sebuah penghiburan apabila dikelola dengan bijak.
Jika yang disampaikan itu benar, menjadi peringatan untuk menyadarkan akan kekurangan kita.
Kalau pun kenyataannya tidak benar, itu bisa menjadi pengingat bahwa setiap langkah selalu ada tantangan.

Kebahagiaan sejati itu bebas, tidak mengikat.
Kebahagiaan dunia itu adalah jerat.
Lihatlah begitu banyak orang terikat oleh keinginan dan hawa nafsu lalu menjadi mudah marah.
Selalu cemas dan takut, kalau-kalau keinginannya tidak terpenuhi.

Kita akan berbahagia jika memiliki hati yang tidak terikat oleh segala sesuatu di luar diri.
Dan memiliki hati yang selalu berdoa kepada Tuhan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 12 Juni 2017

Betapa baiknya Engkau Bapa
Dan kami berbahagia saat bersama-Mu
Dan berbahagialah setiap orang
Yang berseru kepada-Mu
Sebab Engkau akan memberikan penghiburan

Buatlah hatiku selalu mengarah pada-Mu
Dan berilah rahmat-Mu
Agar kami mampu menjauhkan diri dari penghiburan yang lain
Sebab Engkau telah memberikan Roh Kudus-Mu dalam hati kami
Yang menjadi sumber penghiburan sejati

Berilah pula kami kesabaran
Supaya kami tetap setia dan teguh berada di jalan-Mu
Sehingga kedamaian dan sukacita selalu ada dalam kehidupan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 3:16-18;

Yoh 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Yoh 3:18
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
-----

Kasih atau cinta adalah sebuah perasaan.
Allah menciptakan kita manusia yang memiliki perasaan.
Perasaan yang mendasari hubungan dengan Allah dan dengan sesama.
Maka ketika anggota keluarga, sahabat dan teman kita meninggal dunia, kita akan merasakan kesedihan.
Dan kasih selalu disertai dengan kerendahan hati.

Allah telah merendahkan diri-Nya melalui Putera-Nya.
Yesus Kristus Tuhan kita merendahkan diri-Nya dan hadir dalam hidup kita.
Menjadi manusia seperti kita, bahkan mati untuk dosa-dosa kita.

Kerendahan hati adalah bertindak rendah hati.
Secara pribadi kita mampu mengakui kekurangan dan kelemahan kita.
Namun menjadi marah ketika orang lain mengatakan kekurangan itu.

Saya sudah sangat sering menulis:
Jatuh cinta itu mudah, namun membangun cinta membutuhkan komitmen.
Janganlah merasa PALING dalam setiap hubungan.
Sebab itu adalah awal dari kesombongan.
Ada pepatah:
Seekor keledai yang memuat permata berharga sekalipun, tetaplah keledai.

Berbahagialah dan bersukacitalah untuk segala keberhasilan kita.
Tetapi janganlah kita menjadi sombong dengan apa yang telah kita peroleh.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 11 Juni 2017

Terpujilah Engkau Bapa
Terpujilah nama-Mu yang Mulia dan Kudus
Engkau sangat mengasihi kami

Mampukanlah kami ya Bapa
Supaya kami dengan segenap hati menyerahkan hidup kami kepada-Mu
Supaya kami tidak mengejar kesenangan dan keinginan diri
Sebab kami tahu
Kasih adalah sumber kebahagiaan hidup kami.

Kami mohon
Selalu ada komitmen dalam hidup kami
Untuk membangun cinta dengan-Mu
Dan membangun cinta dengan sesama
Dengan Api kasih-Mu
Yang selalu menyala dalam hati kami
Dan tidak akan pernah padam
Dan yang menyucikan hati

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil hari ini Markus 12:38-41;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 12:38    Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
---
Mrk 12:41
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Mrk 12:42
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Mrk 12:43
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Mrk 12:44
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
--------

Ada banyak orang kaya yang membuat yayasan amal.
Lalu menarik orang-orang kaya yang lainnya untuk terlibat menyumbangkan uangnya.
Dan melakukan kegiatan kemanusiaan.
Ada sedikit pertanyaan dalam hati saya.
Adakah setengah dari nilai hartanya diberikan untuk amal?
Atau adakah orang kaya yang berani memberikan seluruh harta pribadinya saja untuk amal?
Tidak termasuk harta perusahaannya.
Jika dipikir secara logika, ia tidak akan kekurangan.
Sebab ia berpengalaman mencari uang.

Dalam Injil pagi ini seorang janda miskin memberikan persembahan dua peser.
Yaitu seluruh uang miliknya.
Tidak memberikan 1 peser, dan 1 peser-nya untuk makan misalnya.
Janda tersebut memberikan semua yang ada padanya untuk Tuhan.

Bukan tentang uang dan harta yang kita miliki, Allah menantang kita untuk menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya.
Bukan pakaian dan doa yang panjang-panjang, namun hati yang berserah penuh.

Saya mengajak Saudaraku semua..
Janganlah malas dan setengah hati menjalankan hal-hal yang berkaitan dengan Allah.
Janganlah licik atau dengan sengaja mencari-cari jalan untuk menghindari kewajiban kita.

Pikirkanlah hal-hal yang mulia, walaupun kecil.
Sebab akan menjadi awal dari keinginan-keinginan suci.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 10 Juni 2017

Dengan segenap hati
Kami memuliakan Engkau ya Bapa
Setiap hari kami menyaksikan karya-Mu

Kami mohon
Semoga rahmat-Mu membersihkan hati kami
Membersihkan pikiran kami dari yang jahat
Supaya hati dan pikiran kami
Penuh dengan hal-hal yang mulia

Jauhkanlah kami dari rasa memiliki dunia
Supaya kami tidak terikat padanya
Yang pada akhirnya
Tanpa disadari akan menjauhkan kami dari Engkau

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin