Yohanes K. Sugiyarta
Mrk 8:22
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
Mrk 8:23
Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
Mrk 8:24
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
Mrk 8:25
Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
Mrk 8:26
Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"
--------
Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia
Saudaraku,
para pemimpin agama pada zaman Tuhan Yesus memiliki anggapan yang keliru bahwa orang-orang yang sedang tidak beruntung berada dalam kesulitan karena mereka telah berdosa.
Apa yang dia alami adalah penghakiman Tuhan atas mereka atas kesalahan mereka…
Maka orang-orang buta, orang-orang lumpuh, orang-orang kusta, atau orang-orang miskin dipandang rendah oleh masyarakat sebagai orang-orang berdosa, sebagai orang-orang jahat dan mereka dijauhi.
Namun Tuhan Yesus tidak melihat mereka sebagai orang jahat atau orang berdosa.
Ia melihat mereka sebagai anak-anak Allah, sebagai pribadi berharga, sebagai anggota keluarga Allah, sebagai saudara-saudari-Nya.
Ia mengasihi mereka, memeluk mereka, dan menyembuhkan mereka.
Saudaraku,
didalam Tuhan Yesus, kita mempunyai "mata baru", mata Kristus.
Pandangan kita tidak lagi fokus kepada diri kita sendiri.
Tidak lagi egois, kita selalu memandang ciptaan dengan penuh belas kasih.
Apakah kita saat ini "melihat" melampaui keinginan egois kita sendiri?
Kita memiliki "mata Roh Kudus", yang mengubah cara kita melihat diri kita sendiri dan orang lain.
Taatlah kepada penglihatan itu.
Jika tidak, kita akan "dibutakan oleh berbagai tipu daya keinginan daging".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 19 Februari 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah membuat kami melihat dan mendengar
Dan Engkau nyatakan belas kasioh dan kuasa-Mu dalam hidup kami setiap hari
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencan dan kehendak-Mu
Dan doronglah kami setiap hari untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya kami hidup taat kepada penglihatan dan pendengaran kami, akan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 8:14-21;
Mrk 8:14
Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.
Mrk 8:15
Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
Mrk 8:16
Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."
Mrk 8:17
Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?
Mrk 8:18
Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,
Mrk 8:19
pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul."
Mrk 8:20
"Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."
Mrk 8:21
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"
--------
Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi
Saudaraku,
iman adalah tentang percaya kepada seseorang.
Iman bukan tentang barang.
Iman bukan tentang hal-hal yang terjadi atau tidak terjadi.
Iman bukan tentang perasaan bahagia atau momen aman atau bahkan pengetahuan.
Saudaraku,
kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus karena mengetahui siapa Dia.
Kita tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus karena apa yang dapat Dia lakukan.
Tuhan Yesus tidak ingin kita percaya pada tanda, Tuhan Yesus ingin kita percaya kepada-Nya.
Meminta tanda kepada Tuhan Yesus sehingga kita dapat percaya, sama dengan membuat "kesepakatan" dengan Tuhan Yesus.
Dan Tuhan Yesus "tidak membuat kesepakatan".
Dia ada, Dia mahakuasa, maha tahu, maha hadir, di setiap titik dalam hidup kita.
Tuhan Yesus Kristus bekerja berdasarkan ketentuan-Nya sendiri, bukan ketentuan kita.
Kita tidak bisa berkata kepada-Nya: "Ok Tuhan Yesus, jika Tuhan Yesus memenuhi parameter saya, maka saya akan percaya kepada-Mu.
Misalnya: Jika Tuhan memberi saya ini atau itu, saya akan menyerahkan hidup saya kepada-Mu.
Tuhan Yesus akan mengatakan kepada kita, "Tidak ada tanda yang akan diberikan".
Tuhan Yesus tidak akan cocok dengan "realitas ciptaan kita".
Kita "tidak akan melihat Tuhan Yesus" jika kita menggunakan parameter kita.
Saudaraku,
didalam Tuhan Yesus, kita yakin akan apa yang kita harapkan.
Kita yakin akan apa yang tidak kita lihat.
Kita yakin bahwa Roh Tuhan menyertai kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 18 Februari 2025
Tuhan Yesus
Engkau nyatakan belas kasih dan kuasa-Mu dalam hidup kami setiap hari
Kami mohon ampunilah kami jika Kau dapati kami kurang percaya
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam iman dan pengharapan
Supaya kami tidak mudah disesatkan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 8:11-13;
Mrk 8:11
Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga.
Mrk 8:12
Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda."
Mrk 8:13
Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.
--------
Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga
Saudaraku,
orang-orang Farisi, memusuhi Tuhan Yesus, mereka terus-menerus mengganggu-Nya.
Mengapa demikian?
Orang-orang Farisi mengganggu Tuhan Yesus karena mereka “mengutamakan hal-hal yang tidak penting.”
Entah apa alasannya, mereka menggunakan Hukum Musa, Taurat, untuk menghakimi orang-orang lain.
Jadi, mereka pun menyerang Tuhan Yesus dengan Hukum Taurat.
Dan mereka kemudian meminta tanda dari surga, suatu mukjizat untuk membuktikan keilahian Tuhan Yesus.
Tetapi Tuhan Yesus naik perahu meninggalkan mereka.
Saudaraku,
dimanakah mereka ketika Tuhan Yesus membangkitkan orang mati, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, menghentikan badai, dan mengubah air menjadi anggur?
Bukti apa lagi yang mereka tuntut dari-Nya?
Mereka tidak mencari tanda-tanda keilahian Tuhan Yesus.
Tetapi mereka hanya ingin mencobai Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus mengetahui ini dan tidak ingin terpancing.
Saudaraku,
Tuhan Yesus hanya menginginkan orang-orang percaya kepada-Nya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.
Namun, banyak orang telah melihat melampaui kesederhanaan Tuhan Yesus dan menginginkan lebih.
Lalu permenungannya: bagaimana dengan kita, apakah kita juga menginginkan lebih?
Saudaraku,
banyak yang menginginkan lebih dari Kristus; mereka menginginkan lebih banyak "kegembiraan".
Bahkan ada banyak yang menginginkan hal-hal duniawi dengan kata-katanya "berkat melimpah".
Yang lain menginginkan lebih banyak pengakuan tentang siapa mereka dan bukan siapa Dia, yang lain lagi menginginkan lebih banyak bukti tentang kemampuan-Nya untuk menolong disaat-saat kritis.
Dan beberapa menginginkan lebih banyak kebebasan untuk bertindak seperti yang mereka inginkan dan bukan seperti yang diinginkan Tuhan Yesus.
Maka arahkanlah selalu hidup kita "kepada pekerjaan-pekerjaan-Nya", supaya setiap hati kita semakin dikuatkan.
Sehingga kita tidak mudah digoyahkan oleh berbagai keinginan yang tidak teratur.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 17 Februari 2025
Tuhan Yesus
Ampunilah kami jika Kau dapati kami kurang percaya
Ampunilah kami jika kami masih menuntut banyak tanda
Kami mohon kuasilah penglihatan kami dengan pekerjaan-pekerjaan-Mu
Kuasailah telinga kami dengan kidung surgawi
Supaya dalam segala keadaan Kau dapti kami setia, hidup dalamm kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 6:17,20-26;
Luk 6:17
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
--------
Luk 6:20
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Luk 6:21
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
Luk 6:22
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
Luk 6:23
Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
Luk 6:24
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
Luk 6:25
Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
Luk 6:26
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
--------
Berbahagialah..
Saudaraku,
berbahagialah sekarang yang menangis.
Berbahagialah sekarang yang lapar.
Berbahagialah sekarang oleh karena Anak Manusia kamu dibenci.
Sabda bahagia tampaknya merupakan sesuatu yang negatif, namun dapat dilihat sebagai sesuatu yang positif oleh “tingkat kesadaran yang berbeda,” atau "kesadaran dalam Roh Kudus".
Menurut saya St. Lukas menyertakan kata keterangan “sekarang” yang berarti bahwa mereka diberkati sekarang.
Berbahagialah kamu yang miskin secara materi, yang meskipun demikian tetap berharap dan percaya pada janji Allah.
Kata “sekarang” berbicara tentang "kualitas jiwa".
Ketika tubuh tunduk pada jiwa, tubuh mematuhi kemampuan jiwa yang lebih tinggi berupa akal budi dan kehendak.
Roh Kudus adalah "kondisi internal" yang memberikan harapan kepada Allah, bagi orang yang lapar, menangis dan dibenci karena berharap kepada Allah.
Saudaraku,
sabda bahagia menjadi menarik ketika berani melihat masa depan sebagai milik mereka yang percaya kepada janji Allah.
Janji-janji Allah berdampak di masa kini dan masa depan.
Perhatikan sebuah janji tidak dapat dipisahkan dari orang yang mengucapkannya dan Tuhan Yesus yang mengucapkan janji-janji itu.
Dan barangsiapa melihat Tuhan Yesus, sesungguhnya ia telah memperoleh semua kebaikan yang dapat dipahaminya.
Maka jika Saudara sungguh telah melihat Tuhan Yesus, berbahagialah..
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 16 Februari 2025
Tuhan Yesus
Begitu banyak hal yang menghalangi penglihatan kami kepada-Mu
Terlebih masih saja ada berbagai macam keinginan yang tidak teratur
Maka kami mohon ampunilah kami
Dan kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan pekerjaan-pekerjaan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 8:1-10;
Mrk 8:1
Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:
Mrk 8:2
"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.
Mrk 8:3
Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."
Mrk 8:4
Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"
Mrk 8:5
Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."
Mrk 8:6
Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
Mrk 8:7
Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
Mrk 8:8
Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.
Mrk 8:9
Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.
Mrk 8:10
Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.
--------
Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini
Saudaraku,
kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus karena kita mengetahui siapa Dia, kita tidak percaya kepada Yesus Kristus karena apa yang dapat Dia lakukan.
Tuhan Yesus tidak ingin kita percaya pada tanda, Tuhan Yesus ingin kita percaya karena kita "mengalami kehadiran-Nya".
Tuhan adalah Tuhan.
Dia ada, Dia mahakuasa, maha tahu, maha hadir, di setiap titik dalam hidup kita.
Saudaraku,
bagi saya "bisa melihat Tuhan Yesus" adalah mujizat terbesar, terlebih saya tidak lahir di keluarga katolik.
Saya yakin, kita semua percaya kepada Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus melihat kita dan hati-Nya tergerak oleh belas kasihan.
Ia memanggil kita supaya kita mengalami "kuasa-Nya".
Ingatlah ini: Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.(bdk Yoh 15:16)
Saudaraku,
kita dipilih oleh Tuhan Yesus, supaya kita hidup seperti Dia.
Punya hati yang selalu tergerak oleh belas kasihan.
Jadi kalau Saudara hanya memikirkan hidup Saudara sendiri, Saudara harus secepatnya datang kepada Tuhan Yesus.
Mohonlah pengampunan dan memohon supaya hatimu, dipenuhi dan dikuasai oleh belas kasih-Nya.
Saudaraku,
Iman bukan tentang benda.
Iman bukan tentang hal-hal yang terjadi atau tidak terjadi.
Iman bukan tentang perasaan bahagia atau aman atau bahkan pengetahuan.
Iman adalah tentang percaya kepada seseorang.
Kita percaya kepada Tuhan Yesus, Allah yang menjadi manusia.
Hati kita telah diubahkan seperti hati-Nya.
Jadi jika hati kita tidak tergerak oleh belas kasihan kepada setiap orang dalam kehidupan kita yang mebutuhkan pertolongan, secepatnya kita harus memohon pengampunan dan memohon supaya kita memiliki hati seperti hati-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 15 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon ubahlah hati kami supaya seperti hati-Mu
Dan berilah kami keberanian untuk melawan segala bentuk cinta diri
Supaya apapun keadaan kami dan dimanapun kami berada, hidup kami menjadi perwujudan belas kasih dan kuasa-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
