Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 9:14-29;
Ayat 17-25:
Mrk 9:17
Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
Mrk 9:18
Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."
Mrk 9:19
Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Mrk 9:20
Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
Mrk 9:21
Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
Mrk 9:22
Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
Mrk 9:23
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Mrk 9:24
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
Mrk 9:25
Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
Mrk 9:26
Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."
--------
Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami
Saudaraku,
dalam ajaran Gereja Katolik, melalui sakramen perkawinan orangtua memiliki peran khusus yang dengannya mereka dikuatkan dan menerima perutusan dalam tugas dan martabat status mereka.
Berdasarkan sakramen ini, saat pasangan memenuhi kewajiban perkawinan dan keluarga mereka, mereka diresapi dengan semangat Kristus, yang memenuhi seluruh hidup mereka dengan iman, harapan, dan kasih.
Dengan demikian mereka semakin memajukan kesempurnaan kepribadian mereka sendiri, serta pengudusan bersama mereka, dan dengan demikian bersama-sama memberikan sumbangan bagi kemuliaan Allah.
"Hasilnya, dengan orang tua yang memimpin melalui teladan dan doa keluarga, anak-anak akan menemukan jalan yang lebih siap menuju kedewasaan manusia, keselamatan dan kekudusan.
Diberkahi dengan martabat dan tugas sebagai ayah dan ibu, orang tua akan dengan penuh semangat melaksanakan tugas membawa anak-anaknya kepada teladan Kristus.
Saudaraku,
dengan teladan yang baik, anak-anak berkontribusi dengan caranya sendiri untuk menjadikan orang tua mereka suci.
Karena mereka akan menanggapi kebaikan orang tua mereka dengan rasa syukur, dengan cinta dan kepercayaan.
Mereka akan mendampingi orang tua mereka sebagaimana seharusnya anak-anak ketika kesulitan menimpa orang tua mereka dan usia tua membawa kesepian.
Sebaliknya, keluarga yang tidak harmonis terpecah-pecah.
Mereka mungkin duduk di meja yang sama, tetapi mereka menundukkan kepala, menatap layar telepon genggam.
Mereka mengenal "aku", tetapi tidak mengenal "kita" dalam keluarga.
Saudaraku,
jika Saudara sebagai orangtua, bangunlah selalu "kesadaran" bahwa Saudara "dipanggil" untuk menjadi keluarga kudus.
Kita harus membawa anak-anak kita untuk sampai kepada Kristus.
Penuhilah mereka dengan perbuatan-perbuatan kasih dan ajarilah mereka untuk setia hidup dalam ketaatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 24 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami berdoa untuk setiap keluarga yang telah Engkau satukan mereka dalam keluarga kudus-Mu
Kuasailah mereka dengan belas kasih dan kuasa-Mu
Pimpin mereka dengan Cahaya Roh Kudus
Cukupkanlah mereka dengan pemeberian-Mu
Supaya setiap orangtua memberikan teladan yang baik dan membawa anak-anaknya supaya sampai kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 6:27-38;
Luk 6:27
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
Luk 6:28
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
Luk 6:29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
Luk 6:30
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
Luk 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Luk 6:32
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
Luk 6:33
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
Luk 6:34
Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
Luk 6:35
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
Luk 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Luk 6:37
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
--------
Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu
Saudaraku,
Allah itu penyayang, tetapi umat-Nya tidak setia.
Dosa asal tidak merusak kodrat kita sepenuhnya tetapi melemahkan, sehingga kita merasa sulit untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan.
Tanpa kasih karunia Allah, mustahil untuk mencapai kekudusan, untuk memperoleh penglihatan kekal tentang Allah, untuk menjadi ilahi.
Roh Kuduslah yang membuat kita mampu melihat, Dia yang pekerjaannya selalu menggerakkan kita menuju Kristus.
Dan dalam pekerjaan itu, Roh Kudus menjadikan kita seperti Kristus, yang tidak datang untuk menghukum, tetapi untuk mengampuni, untuk berbelas kasih sebagaimana Bapa berbelas kasih.
Saudaraku,
Roh Kudus juga selalu mendorong kita untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita.
Tidak ada seorangpun tanpa kekurangan dan tidak seorangpun yang sampai kepada kekudusan tanpa pertolongan Roh Kudus.
Menyadari itu, kita wajib saling membantu, saling menghibur, saling menolong, saling memberi nasihat dan saling memberi penerangan.
Baramgsiapa mempunyai cinta kasih yang sebenarnya, dalam segala hal ia tidak akan mencari dirinya sendiri.
Baginya, Tuhan adalah pangkal segala-galanya.
Saudaraku,
kita hidup untuk mengabdi, kita dipanggil untuk "bekerja".
Yaitu untuk menjadi perwujudan belas kasih Allah yang hidup.
Kita memang tidak sempurna, tetapi Bapa Allah kita sempurna.
Ia yang akan melengkapi kita, bagian kita adalah setia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 22 Februari 2025
Allah Bapa kami
Engkau membawa kami kepada Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus adalah kasih-Mu yang terbesar bagi kami
Didalam Kristus, Engkau memberi kami hidup dan Engkau jadikan hidup kami menjadi perwujudan belas kasih dan kuasa-Mu
Maka kami mohon berilah kami kekuatan, untuk setia hidup dalam perintah
Supaya hidup kami selalu menjadi kabar baik bagi setiap orang yang ada dalam kehidupan kami
Kami bawa doa dan permohonan ini kepadaMu ya Bapa
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 16:13-19;
Mat 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
Mat 16:14
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
---------
Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya
Saudaraku,
bayangkan apa yang Petrus rasakan ketika Tuhan Yesus melihat ke masa depan, apa yang akan terjadi, dan berkata, “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku”,
Tuhan Yesus melihat menembus dan melampaui siapa diri kita, menuju apa yang dapat kita capai di dalam tangan-Nya dan karena kita dipanggil untuk menjadi murid-murid-Nya.
Ia akan membuka mata kita supaya melihat menembus dan melampaui siapa diri kita sendiri dan membawa kita menuju apa yang tidak dapat kita bayangkan.
Perhatikan Petrus hanyalah seorang nelayan, ia orang biasa, istilah zaman sekarang "ia bukan apa-apa dan siapa-siapa".
Saudaraku,
ketika kita berdiri di hadapan Tuhan Yesus yang disalibkan, kita melihat kedalaman kasih-Nya yang meninggikan dan menopang kita, tetapi pada saat yang sama, kecuali kita buta, kita mulai menyadari bahwa tatapan Tuhan Yesus, yang menyala-nyala dengan penuh kasih, meluas untuk merangkul semua umat-Nya.
Kita menyadari bahwa Dia ingin lebih dekat dengan umat-Nya yang terkasih.
Oleh karena itu, saat engkau lelah, saat engkau merasa jauh dari-Nya, datanglah dibawah salib-Nya.
Tatap Tuhan Yesus yang disalib itu, salib itu yang telah membebaskan kita dari alam maut, salib itu yang membawa kepada kehidupan baru.
Sebab didalam salib itu, kita melihat dan merasakan belas kasih Allah yang sangat besar kepada kita.
Jika kita setia hidup dalam belas kasihNya, setiap orang dalam kehidupan kita akan merasakan dan mengalami Kerajaan Surga.
Saudaraku,
kita adalah jemaat Kristus, kita ingin menjalani seluruh hidup kita bersama-Nya.
Tergerak oleh teladanNya, kita ingin masuk sepenuhnya ke dalam kehidupan baru dan berkomitmen untuk membangun dunia baru, dunia yang penuh belas kasih dan pengampunan.
Kita hidup dalam kasih dan menghadirkan belas kasih bukan karena kewajiban, tetapi "buah" dari keputusan pribadi untuk mendatangkan sukacita bagi setiap orang dan memberi makna adi kodrati dalam setiap gerak hidup kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 22 Februari 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memilih kami menjadi jemaat-Mu
Engkau buat telinga kami mendengar dan Engkau buat mata kami melihat
Kami mohon kuasailah kami dengan kehendak-Mu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk menolak segala bentuk cinta diri
Supaya hanya rencana dan kehendak-Mu lah yang terjadi dalam hidup kami
Sehingga setiap orang dalam kehidupan kami melihat Mesias, Anak Allah yang hidup
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 8:33-9:1;
Mrk 8:34
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mrk 8:35
Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
Mrk 8:36
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
Mrk 8:37
Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Mrk 8:38
Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."
--------
Mrk 9:1
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."
---------
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku
Saudaraku,
Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya dan orang banyak yang mengikuti-Nya, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.
Sulit bagi kita untuk mendengar kata-kata itu dengan cara yang sama seperti yang didengar oleh para pengikut Yesus.
Konteksnya adalah bahwa Petrus baru saja menyadari bahwa Yesus adalah Mesias – Yang diurapi (Markus 8:29).
Dan Tuhan Yesus mulai mengajarkan bahwa Ia “harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak, dan bahwa Ia harus dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari” (Markus 8:31).
Pengakuan Petrus akan Yesus sebagai Mesias, adalah benar, tetapi reaksinya terhadap Tuhan Yesus yang berbicara tentang penderitaan, penolakan, dan kematian sulit dipahami. Petrus menegur Tuhan Yesus (Mrk 8:32)! Petrus berkata, “Tuhan, sekali-kali tidak! Hal itu sekali-kali tidak akan terjadi kepadamu”.
Saudaraku,
memikul salib kita atas pilihan kita sendiri dan mengikuti jejak langkah Yesus berarti sebuah "pilihan setiap hari" untuk mengasihi mereka yang sulit dikasihi, mengampuni mereka yang memperlakukan kita dengan buruk, memilih untuk menggunakan sumber daya dan waktu kita untuk melayani orang lain dan bukan melayani diri sendiri, dan tetap teguh serta bertekad untuk menuntaskan apa yang Tuhan minta kita lakukan, dan tetap setia sepenuhnya kepada rencana dan tujuan yang Dia miliki bagi kita, terlepas dari apa pun yang mungkin harus kita korbankan secara finansial, atau bahkan dalam hal reputasi duniawi kita.
Mengikuti Tuhan Yesus harus sanggup mengabaikan segala kesia-siaan dunia.
Perhatikan, kesia-siaanlah mencari kekayaan yang fana, kesia-siaanlah mengejar kehormatan dan membanggakan diri.
Kesia-sianlah menuruti keinginan daging.
Maka marilah kita selalu berusaha mengelakkan hati kita dari segala bentuk cinta diri dan kenikmatan hawa, nafsu rasa.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 21 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami sangat sadar, mengikuti Engkau tidaklah mudah
Tetapi kami lebih sadar dan percaya bahwa Engkau tidak akan meninggalkan kami sendirian
Maka kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendak-Mu
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh tipu daya keinginan daging
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 8:27-33;
Mrk 8:27
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"
Mrk 8:28
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."
Mrk 8:29
Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"
Mrk 8:30
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.
Mrk 8:31
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
Mrk 8:32
Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.
Mrk 8:33
Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
--------
Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari
Saudaraku,
selalu ada kebaikan meski hanya samar-samar terlihat pada awalnya, yang terkandung dalam keburukan.
Hal ini mengarah pada pengharapan, untuk menumbuhkan kepercayaan yang lebih dalam pada kendali Allah atas kejadian-kejadian di masa depan, dengan pemahaman yang kuat bahwa kesulitan itu bagian dari perjalanan hidup bersama Allah.
Kita percaya hikmat Allah lebih dari cukup bagi kita untuk mewujudkan masa depan, untuk "memperhitungkan tindakan dan konsekuensi".
Oleh karena itu, berserah diri kepada kehendak Allah, yaitu "dengan tidak menginginkan apa pun kecuali apa yang Dia inginkan," akan menuntun kita supaya kita tetap setia berada dijalan-Nya.
Perhatikan, semakin kita mencoba membuat hidup kita lebih baik dengan mengejar keinginan kita sendiri, pasti akan lepas kendali dan menimbulkan kekacauan dalam hidup kita.
Saudaraku,
dengan sangat jelas dan nyata bahwa dunia selalu berusaha "menciptakan ketakutan".
Untuk itulah Tuhan Yesus menderita supaya kita kuat dalam setiap penderitaan.
Penderitaan adalah bagian dari kesetiaan kita hidup didalam kehendak Allah.
Perhatikan, identitas Tuhan Yesus yang sebenarnya hanya dapat diketahui di kayu Salib.
Di sana, bahkan prajurit Romawi yang tidak tercerahkan pun mengenalinya: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
Demikian pula identitas kita sebagai "anak-anak Allah", akan diketahui saat kita tetap setia dalam setiap penderitaan.
Saudaraku,
Tuhan Yesus selalu ada didalam kerentanan kita dan penderitaan kita.
Salib-Nya menjadi sumber Kekuatan Ilahi, bagi kita.
Kita dapat memikul salib kita dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan Yesus telah mengalahkan segala bentuk keluh kesah daging.
Tetaplah setia dan tekun sampai akhir.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 20 Februari 2025
Tuhan Yesus
Kami sangat percaya dan sungguh percaya, Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami sendirian
Salib-Mu menjadi kekuatan kami untuk tetap setia hidup dalam pengharapan
Kami mohon ampunilah setiap keluh kesah kami dan bimbinglah kami untuk selalu hidup dalam belas kasih-Mu
Sebab hanya kasih-Mu yang menjadi sumber pengharapn dan kekuatan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
