Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 1:39-56;
Ayat 46-53:
Luk 1:46
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
Luk 1:47
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
Luk 1:48
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luk 1:49
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Luk 1:50
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Luk 1:51
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luk 1:52
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Luk 1:53
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
--------
_*Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya*_
Saudaraku,
Bunda Maria memuliakan Allah dan hantinya bergembira, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Tanpa kerendahan hati Bunda Mari tidak bisa menerima kabar sukcita bahwa ia akan mengandung Anak Allah.
Tanpa kerendahan hati, mata kita tidak pernah bisa melihat pekerjaan Allah dan telinga kita tidak bisa mendengar perintah Allah.
Saudaraku,
jika kita mau jujur, hampir setiap detik hidup ini selalu dihadapkan kepada pilihan.
Pada dasarnya manusia cenderung cinta diri, cenderung untuk melayani kehendak daging.
Tentunya kita sebagai umat kristiani selalu berharap dan mengusahakan supaya "kehendak dan rencana Allah" yang terjadi dalam hdiup kita.
Melalui Injil dan melalui ajaran gereja, kita mampu membedakan yang mana kehendak daging dan yang mana kehendak Allah.
Berbahagialah kita karena kita diberikan mata yang melihat dan telinga yang mendengar, sebab orang-orang dunia tidak melihat dan tidak mendengar.
Maka sesungguhnya yang diperlukan adalah KETAATAN, penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.
Maka mari kita membangun niat yang teguh sebagai "konsekuensi yang logis", berusaha untuk memenuhi kehendak Allah.
Jujurlah bahwa pendapat sendiri selalu merisaukan hati, lawanlah itu.
Singkirkanlah pikiran-pikiran yang yang sombong dan kalahkan tipu daya keinginan daging.
Percayalah rahmat Allah cukup, untuk kita taat dan melakukan kehendak Allah.
Sehingga setiap detik, hati kita bergembira dan memuliakan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 14 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Kami mohon jauhkanlah kami dari kepuasan duniawi
Jauhkanlah kami dari rasa puas diri
Berilah kami kekuatan dan keberanian untuk menyingkirkan pikiran-pikiran yang sombong
Dan ajarilah kami untuk selalu rendah hati
Supaya mata dan telinga kami selalu mengarah kepada kemuliaan-Mu
Sehingga rencana dan kehendak-Mu yang terjadi dalam hidup kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 19:13-15;
Mat 19:13
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Mat 19:14
Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
Mat 19:15
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.
---------
Biarkanlah anak-anak itu, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga
Saudaraku,
kita mengetahui anak-anak mempercayakan hidupnya kepada orangtuanya.
Selama berada dekat dengan orangtuanya anak-anak tidak takut akan apapun.
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, supaya kita hidup sebagai anak-anak Allah.
Artinya menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah.
Penyerahan seperti apa?
Menaklukkan akal budi supaya selaras dengan kehendak Allah.
Lihatlah anak-anak punya banyak keinginan, tetapi keputusan tetap dari orangtuanya.
Hidup memang harus memiliki rencana, buatlah rencana bersama Allah.
Dengan demikian tidak akan pernah timbul rencana yang jahat.
Kemudian tetaplah berada dekat dengan Allah.
Seorang anak yang lemah, jika ia bijaksana, akan selalu berusaha dekat dengan orangtuanya.
Jangan biarkan kekhawatiran menjauhkan kita dari Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 13 Agustus 2022
Allah Bapa kami
Sungguh hati ini bergembiira
Sebab Engkau selalu memberi yang baik dan yang terbaik
Setiap hari kami mengharap belas kasih-Mu dan bimbingan tangan-Mu
Sebab kami sadar tanpa Engkau kami tidak bisa apa-apa
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 19:3-12;
Mat 19:3
Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Mat 19:4
Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Mat 19:5
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Mat 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mat 19:7
Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
Mat 19:8
Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Mat 19:9
Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
Mat 19:10
Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
Mat 19:11
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
Mat 19:12
Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."
---------
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu
Saudaraku,
pernikahan katolik bukan hanya tentang 2 insan pria dan wanita yang saling mencintai, berjanji saling memiliki dan menjaga untuk selama-lamanya.
Tetapi pernikahan adalah rencana Allah bagi Gereja-Nya.
Maka dari itu bukan hanya tentang istri harus tunduk kepada suami dan suami mencintai, menghargai dan memelihara istri.
Tetapi paling utama adalah tunduk kepada Tuhan Yesus Kristus.
Saudaraku,
kita semua menyadari menjalani hidup dalam pernikahan itu tidak mudah.
2 pribadi yang berbeda berjanji di hadapan Tuhan, untuk menjadi satu daging.
Mari saya ajak untuk menyadari dengan sungguh-sungguh: SATU DAGING.
Hidup bersama dalam perkawinan tidak mungkin tanpa masalah.
Hidup sendirian saja banyak masalah.
Suami dan istri harus menyadari itu.
Sehingga jika menghadapi setiap persoalan atau masalah, jangan tanya kepada tetangga.
Tetapi selesaikan berdua di hadapan Tuhan Yesus.
Kalau saya mengingatkan tentang cinta atau belas kasih, pasti dicibir.
Sebab jika sudah "menghakimi" istri atau suami, cinta kasih itu hanya untuk dikotbahkan dan hanya ada didalam Injil.
Saya hanya mengingatkan bahwa pernikahan adalah satu daging, maka masing-masing harus mau merasakan dan melalui setiap masalah dan persoalan bersam-sama.
BUKAN SALING MENYALAHKAN atau mencari-cari kekurangan pasangannya.
Hidup dalam pernikahan itu MEMBANGUN CINTA bukan karena jatuh cinta lalu menikah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 12 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memilih kami untuk ikut membangun Gereja-Mu
Dan kami sangat percaya Engkau hadir dalam keluarga kami
Kami mohon ajarilah kami untuk selalu tunduk kepada kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 18:21 - 19:1;
Ayat: 21-22:
Mat 18:21
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
---------
Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?
Saudaraku,
jika kita tidak bisa menerima dan mengampuni setiap ketidaknyamanan, hidup kita terpenjara dalam kebencian.
Kebencian itu menyakiti diri sendiri, merusak diri sendiri, menyakiti diri sendiri dan jalan menuju kehancuran.
Maka berupayalah untuk selalu mengampuni mereka yang menyakitimu sedari awal.
Demikian pula sebaliknya, jika kita membuat orang lain "tidak nyaman".
Tahukah kerusakan apa jika Saudara melemparkan batu dengan mata tertutup?
Kita tidak mengetahui "kerugian" akibat kita melemparkan gunjingan-gunjingan atau ujaran kebencian.
Perhatikan jika kita membenci seseorang, kita pasti melemparkan gunjingan-gunjingan.
Saudaraku,
pertentangan-pertentangan dengan keegoisan menumbuhkan kebencian.
Maka mari kita pelihara cinta kasih.
Dengan cinta kasih kita melihat kekurangan dan kelemahan kita sendiri.
Sehingga kita tidak mudah "menghakimi kekurangan orang lain."
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 11 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Kami mohon kuasilah dan peliharalah kami dengan belas kasih-Mu
Supaya kami tdak mudah tersinggung
Supaya kami tidak mengadili setiap ketidaknyamanan
Supaya kami selalu bersemangat untuk membangun persaudaran dalam kasih-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 12:24-26;
Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yoh 12:25
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Yoh 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
---------
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal
Saudaraku,
jika kita tidak pernah "belajar untuk mati", kita tidak akan pernah benar-benar hidup.
Hampir setiap hari kita "mengalami ketidaknyamanan".
Di jalan ada yang tiba-tiba memotong jalan, harus mengerem mendadak.
Ketemu pemotor dengan knalpot yang bising.
Pencapaian kerja gak sesuai yang direncanakan.
Dan lain sebagainya..
Saudaraku,
jika kita "menolak setiap ketidaknyamanan yang kita alami", sesungguhnya kita tidak pernah hidup.
Misalnya ada yang memotong jalan, lalu Saudara memaki-maki orang tersebut, apakah Saudara merasakan hidup?
Menurut saya tidak, justru sebaliknya kehilangan hidup.
Untuk benar-benar HIDUP kita perlu MATI terhadap banyak hal.
Dalam banyak hal kita perlu mati supaya kita tidak kehilangan hidup.
Dan.. kita harus hidup di tempat kita sekarang, BUKAN HIDUP DITEMPAT YANG KITA INGINKAN.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 10 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Kami mohon ajarilah kami untuk bermati raga setiap hari
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk menguasai setiap menit hidup kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
