Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 18:1-5, 10, 12-14;
Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
---------
Mat 18:10
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
---------
Mat 18:12
"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
Mat 18:13
Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Mat 18:14
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."
------------
Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Saudaraku,
Tuhan Yesus ingin kita menjadi anak Bapa.
Seorang anak yang tergantung kepada Bapa dan keyakinan akan belas kasih Bapa.
Jadilah anak-anak Bapa yang berumur tidak lebih dari 3 tahun.
Sebab lebih tua dari itu anak-anak menjadi nakal dan sudah mulai bisa berbohong.
Saudaraku,
jadilah seorang anak di hadapan Bapa, tetapi jangan kekanak-kanakan.
Seorang anak yang menggantungkan hidupnya kepada Bapanya.
Menjadi seorang anak di hadapan Allah itu menuntut kepatuhan.
Anak-anak selalu banyak keinginan, maka jangan selalu menuruti dorongan hati dan perintah akal budi.
Pertimbangkanlah segala sesuatu dihadapan Allah Bapa kita.
Saudaraku,
ingatlah selalu bahwa kita adalah anak-anak Allah, bukan anak-anak dunia.
Anak Allah yanag hanya melakukan perbuatan-perbuatan Bapa kita.
Maka mari jadilah seorang anak di hadapan Bapa tetapi dewasa dalam segala hal.
Supaya kita tidak mudah disesatkan oleh keduniawian.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 9 Agustus 2022
Allah Bapa kami
Engkau mengetahui kami selalu berusaha untuk taat kepada-Mu
Engkau mengetahui kami selalu berusaha untuk melakukan kehendak-Mu
Namun terkadang kami menjadi anak bodoh yang berusaha bersembunyi dari-Mu
Ampunilah kenakalan kami
Kami serahkan keinginan dan rencana hidup kami kepada-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 17:22-27;
Mat 17:22
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
Mat 17:23
dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
Mat 17:24
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"
Mat 17:25
Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
Mat 17:26
Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
Mat 17:27
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."
---------
Supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk taat kepada aturan sekaligus "menunjukkan" kepada kita bahwa Ia sanggup menolong kita "secara ajaib."
Perintahnya jelas dan pasti:
Pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.
Satu hal lagi, Tuhan Yesus sanggup menolong kita "secara ajaib".
Saudaraku,
jika mata kita mau melihat dan telinga kita mau mendengar, sesungguhnya Tuhan Yesus memelihara kita dengan ajaib.
Yang dibutuhkan hanyalah "iman".
Maka permenungannya: Apakah hidup kita sampai hari ini diperintah oleh iman atau oleh perintah hawa nafsu daging?
Saudaraku,
jangan melayani kepuasan panca indra, layanilah perintah Allah.
Ingatlah selalu bahwa kita dipilih dan telah diselamatkan, supaya melalui hidup kita, setiap orang di sekitar kita melihat keselamatan.
Tuhan Yesus mengingatkan kita dengan sangat jelas: Jangan kita menjadi batu sandungan.
Ada loh orang kristiani yang katanya Tuhannya penuh kasih dan percaya bahwa Allah itu adalah kasih, tetapi hidupnya pelit.
Mari tempatkanlah Tuhan Yesus dalam segala hal, supaya tidak ada lagi "kebodohan" dalam tingkah laku kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 8 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Kami siap melakukan perintah-Mu
Bersabdalah telinga ini mendengar
Pancarkanlah cinta kasih-Mu melalui hidup kami
Supaya setiap orang dalam hidup kami melihat Allah yang hidup
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 12:32-48;
Ayat: 32-40;
Luk 12:32
Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.
Luk 12:33
Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.
Luk 12:34
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."
Luk 12:35
"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
Luk 12:36
Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
Luk 12:37
Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
Luk 12:38
Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
Luk 12:39
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Luk 12:40
Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."
---------
Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu
Saudaraku,
mari kita jujur, sebagain besar kita BUKAN khawatir atau takut apakah kita punya makanan dan apakah kita punya pakaian,
Tetapi apakah punya makanan yang enak dan pakaian yang bagus untuk datang ke pesta.
Jika kita mau jujur, kita hidup oleh karena "apa kata orang."
Kamu pernah makan di resto itu belum. enak loh.
Besok datang ke pesta si A, kamu pakai baju apa?
Si Anu, mobilnya baru loh, kamu mau ganti mobil apa?
Seringkali kita hidup dengan "apa kata orang".
Lalu kita khawatir ketika kita tidak bisa mengikuti apa kata orang itu.
Saudaraku,
ketakutan. kekhawatiran timbul dari dalam diri oleh karena sikap kita akan hal-hal atau kejadian diluar diri.
Kita tidak punya kuasa sedikitpun atas segala sesuatu yang terjadi diluar diri kita.
Jadi perkuatlah hatimu dengan pengharapan yang luhur akan Surga.
Salib, kerja keras, penderitaan, semua itu tetap ada selama daging ini masih hidup.
Dan jika kita tidak bijaksana dalam mengelola kekhawatiran lahiriah kita akan mati dalam kedagingan.
Mari arahkanlah hati dan pikiran hanya kepada "keindahan adikodrati".
Percayalah Allah telah membekali kita dengan senjata-senjata dan percayalah rahmat Allah cukup.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 7 Agustus 2022
Allah Bapa kami
Kami merendahkan diri dihadapan-Mi
Kami mohon sertailah kami dalam kelemahan-kelemahan kami
Supaya hidup batin kami tidak dikacaukan oleh ketakutan akan hal-hal duniawi
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Lukas 9:28-35;
Luk 9:28
Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Luk 9:29
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Luk 9:30
Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
Luk 9:31
Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Luk 9:32
Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
Luk 9:33
Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
Luk 9:34
Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
Luk 9:35
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
Luk 9:36
Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.
--------
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan
Saudaraku,
Injil Lukas hari ini sering disebut dengan transfigurasi, wajah Tuhan Yesus berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Pagi hari ini saya mengingatkan Saudaraku semua bahwa melalui baptisan, kita diubah menjadi anak-anak Allah.
Roh Kudus membimbing kita supaya kemuliaan Allah terpancar dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jadi... mari kita melihat kehidupan diri kita selama ini, apakah hidup kita menampakkan kemuliaan Allah atau kemuliaan diri?
Saudaraku,
hati-hati dengan keduniawian sebab bisa mengacaukan kemulian Allah dalam hidup kita.
Saya sering mendengar orang kristiani latah dengan mengatakan: "jadilah kehendak-Mu."
Namun saat dihadapkan pilihan antara kenikmatan diri dan kehendak Allah, itu menjadi sebuah pilihan yang sangat-sangat sulit.
Lalu mencoba bersembunyi dari pandangan Allah dan timbul berbagai macam pembenaran-pembenaran diri.
Saudaraku,
terkadang pendengaran dan penglihatan kita sakit.
Naiklah ke "gunung doa", tempatkan semua persoalan diatas gunung doa itu.
Supaya kita kembali hidup dalam kemuliaan Allah.
Mata melihat kemuliaan Allah dan telinga mendengar kehendak Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 6 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Engkau mengenakan baju kemuliaan kepada kami
Supaya kami menjadi saksi-Mu
Kami mohon kuatkanah kami dalam menghadapi semua kesulitan
Supaya dalam segala keadaan, kami tetap bersandar pertimbangan-pertimbangan-Mu
Sehingga hidup kami selalu memulikan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 16:24-28;
Mat 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mat 16:25
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Mat 16:27
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Mat 16:28
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."
---------
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?
Saudaraku,
jika kita percaya akan kehidupan kekal, berikanlah ruang kepada kemahakuasaan untuk memerintah hidup kita.
Jangan mencoba berdebat karena pasti akan kalah.
Waspadalah supaya kita tidak lekat pada benda-benda dunia ini.
Tutup mata rapat-rapat, peliharalah kehidupan batin, kita akan melihat keilahian.
Dan keilahian itulah yang menjaga kita tetap hidup didalam Allah.
Saudaraku,
Ayub berkata hidup manusia di dunia ini adalah pertempuran.
Kita tidak bisa santai-santai.
Kita harus waspada dan berjuang setiap detik sebab keinginan daging menyerang dari semua sisi.
Maka marilah kita tumbuhkan pikiran-pikiran yang mulia supaya membuahkan keinginan-keinginan yang suci.
Sehingga tidak ada lagi tempat untuk "kedagingan" dalam hati dan pikiran kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 5 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Hampir setiap detik hidup ini diancam oleh cinta diri
Perut selalu menuntut lebih daripada apa yang dibutuhkan
Kami sadar nafsu keduniawian akan membawa kami menuju kematian
Maka kami mohon rahmat kekuatan untuk mengalahkan nafsu keduniawian sedari awal
Supaya tidak menjadi jerat
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
