"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 8:14-21;

Mrk 8:14
Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.
Mrk 8:15
Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
Mrk 8:16
Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."
Mrk 8:17
Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?
Mrk 8:18
Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,
Mrk 8:19
pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul."
Mrk 8:20
"Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."
Mrk 8:21
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"
-----------

Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti

Saudaraku,
Injil kita pagi ini, para murid yang lapar, tidak mengerti dengan pengajaran Tuhan Yesus: Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.
Sikap kita terhadap apa yang terjadi dalam hidup kita akan sangat mempengaruhi tanggapan atau tindakan kita terhadap situasi yang kita hadapi.
Banyak orang yang marah karena lapar dan ada pula orang yang berbuat jahat karena lapar.
Maka sebaiknya kita tetap "sadar" dalam segala keadaan dan situasi.
Kesadaran yang utama bagi kita umat kristiani adalah: sadar bahwa kita adalah anak Allah.
Sehingga apapun yang kita hadapi, sikap kita, tindakan kita, tidak menyimpang dari perintah Allah.

Saudaraku,
mari saya ajak untuk melihat kembali kejadian-kejadian yang telah kita alami.
Berapa kali Tuhan Yesus bertanya kepada kita: Masihkah kamu belum mengerti?
Saya yakin kita semua mengerti apa yang baik dan yang tidak, jika kita selalu hidup dalam kesadaran akan Allah.
Hambatan terberat adalah apakah kita berani mengalahkan keinginan diri.
Kesenangan dan kepuasan diri adalah musuh kita yang sesungguhnya dan yang sangat sulit dikalahkan.
Lapar akan kesenangan dan kepuasan, membuat mata kita tidak melihat roti dari surga.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 16 Februari 2021

Tuhan Yesus Kristus
Kami sadar bahwa ketika kami lapar, Engkau akan memberi makanan
Dan saat kami haus, Engkau akan memberi minuman
Dan sadar bahwa Engkau dengan penuh kasih memelihara kami
Namun seringkali kami terbawa dalam keserakahan
Sehingga kami tidak ingat lagi akan kuasa-Mu
Lalu kami bertindak dengan cara kami sendiri
Ampunilah kami ya Tuhan ampunilah kami
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu supaya kami berani mengalahkan kesenangan diri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

 

Injil Markus 8:11-13;

Mrk 8:11
Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga.
Mrk 8:12
Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda."
Mrk 8:13
Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.
-----------

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda

Saudaraku,
Tuhan tidak pernah memaksa manusia untuk percaya kepada-Nya.
Mujizat bukan supaya manusia percaya, mujizat adalah wujud belas kasih.
Orang-orang Farisi tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab Tuhan Yesus bergaul dengan orang-orang najis, memberi makan orang Yahudi dan orang bukan Yahudi.

Saudaraku,
jika kita memaksa Tuhan menuruti permintaan kita, maka kita tidak akan pernah melihat pekerjaan Tuhan.
Hanya keinginan kita yang terjadi, bukan rencana Tuhan yang terwujud.
Dengan demikian kita tidak pernah mengalami mujizat.
Tuhan telah mendekat tetapi manusia lebih memilih dengan caranya sendiri.
Maka mari kita selalu menyadari bahwa rintangan terbesar rahmat Ilahi adalah diri kita sendiri.
Bahwa:
Tidak semua yang nikmat rasanya itu baik.
Tidak semua keinginan itu murni.
Tidak semua yang disukai manusia itu berkenan di hadapan Tuhan.

Saudaraku,
kita telah memperoleh pengajaran dari Roh Kudus, kita telah mengalami rahmat Allah.
Rahmat yang selalu mendorong agar kita tetap rendah hati dan taat kepada kehendak-Nya.
Sehingga setiap hari kita melihat tanda-tanda Allah dan hidup kita pun menjadi tanda kehadiran-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 15 Februari 2021

Semua yang baik hanya berasal dari pada-Mu
Dan Engkau telah memberikannya kepada kami
Supaya hidup kami menjadi tanda kehadiran-Mu
Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu ya Bapa
Dan kami mohon kuasailah keinginan kami dengan Roh-Mu
Supaya kami tunduk dan taat kepada perintah-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

 

Injil Markus 1:40-45;

Mrk 1:40
Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
Mrk 1:41
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
Mrk 1:42
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
Mrk 1:43
Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
Mrk 1:44
"Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."
Mrk 1:45
Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
-----------

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan

Saudaraku,
bagi saya kesembuhan orang yang sakit kusta, bukan hanya kisah kesembuhan, namun lebih dari itu yaitu "kisah kasih".
Maka pagi hari ini mari kita ingat kembali bahwa Tuhan tidak pernah menghukum, Tuhan itu Kasih.
Tuhan pun tidak menghitung-hitung kejahatan kita, saat kita datang kepadanya dan bertobat, maka saat itu kita telah dikuduskan-Nya.
Tetapi bukan lantas kita hidup seenaknya lalu bertobat.
Perlu kita sadari setiap detik bahwa kita tidak pernah mengetahui apakah esok itu ada, bahkan 5 menit ke depan aja kita tidak punya kuasa.
Jika demikian maka kita harus menjalani detik demi detik dengan hidup dalam belas kasih Tuhan.

Saudaraku,
mungkin ada yang saat ini mengharapkan belas kasih Tuhan, sudah lama hidup dalam pergumulan, lalu bertanya mengapa Tuhan Yesus sampai hari ini belum menyembuhkan saya?
Orang yang sakit kusta dalam Injil hari ini, pasti telah bertahun-tahun mengharapkan kesembuhan.
Terlebih di zaman itu, kusta nyaris tidak bisa disembuhkan.
Maka saat mendengar tentang Tuhan Yesus, ia dengan iman memohon: Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku, ini bukan perkataan yang biasa namun pengakuan iman yang sederhana tetapi sangat mendalam.
Coba bandingkan dengan orang-orang farisi dan ahli taurat saat menyaksikan Tuhan Yesus mengajar dan menampilkan kuasa-Nya.
Maka permenungannya bagi kita: perwujudan iman tidak bisa basa-basi atau sekedar ucapan dari mulut saja.
Kita umat kristiani punya Tuhan yang penuh belas kasih dan yang punya kuasa menghidupkan orang mati.
Mari dimanapun kita berada, kita harus mampu membawa kesembuhan dan mewujudkan belas kasih Tuhan walaupun untuk itu kita harus berkorban.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 14 Februari 2021

Tuhan Yesus
Di hadapan kami Engkau nyatakan belas kasih-Mu setiap hari
Betapa baiknya Engkau Tuhan
Engkau memelihara kami dan menuntun kami dengan penuh kasih
Engkau tunjukkan seluruh kebaikan-Mu
Tidak ada satupun yang pantas untuk kami persembahkan kepada-Mu
Maka kami mohon pakailah hidup kami ini untuk menghadirkan belas kasih-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 8:1-10;

Mrk 8:1
Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:
Mrk 8:2
"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.
Mrk 8:3
Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."
Mrk 8:4
Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"
Mrk 8:5
Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."
Mrk 8:6
Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
Mrk 8:7
Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
Mrk 8:8
Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.
Mrk 8:9
Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.
Mrk 8:10
Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.
-----------

Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini

Saudaraku,
kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup, Ia yang menciptakan seluruh dunia ini.
Apa yang kita sebut dengan "mujizat", tidak mustahil bagi Tuhan Yesus.

Saudaraku,
oleh karena "belas kasih" dan dengan "belas kasih", Ia menyatakan "kuasa-Nya".
Sedangkan dunia menyatakan kuasanya dengan kesombongan, kekayaan, kedudukan dan adapula dengan kecurangan dan kejahatan.
Coba kita perhatikan ada tokoh yang sukses memiliki banyak pengikut, dengan cara:
Menakut-nakuti pengikutnya.
Menjelek-jelekan tokoh lainnya.
Iming-iming kekayaan dan kekuasaan.
Berbagai macam hasutan kebohongan.
Menghakimi ajaran lainnya dengan pandangannya sendiri.

Saudaraku,
kita harus selalu menyadari bahwa "dunia ini jahat", maka kita harus hati-hati sebab setiap saat kita akan menghadapi "tipuan".
Lihatlah banyak orang yang memberi bukan oleh karena belas kasih.
Banyak orang yang terlihat peduli kepada sesamanya oleh karena sedang mengincar kekuasaan.
Banyak orang yang mengumpulkan dukungan dengan cara menghasut dan menghakimi orang lain.
Banyak orang yang memberi sumbangan supaya terkenal.
Dan masih banyak lagi cara-cara licik di dunia ini.
Maka marilah kita selalu waspada, dunia ini mengincar "anak Allah" dan dunia mengetahui bahwa daging manusia itu tidak tahan menderita.
Jadi mari penuhi hati kita dengan belas kasih dan cinta kepada Allah, supaya kita tidak mudah tergoda oleh kenikmatan dan kekuasaan yang ditawarkan oleh dunia.
Dan hati kita pun selalu peduli dengan sesama oleh karena tergerak oleh belas kasihan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 13 Februari 2021

Bapa di surga
Hidup kami ada dalam tangan-Mu
Kami tunduk dengan hukum-Mu
Kami serahkan seluruh keinginan kami untuk taat kepada kehendak-Mu
Dan kami mohon peliharalah dan puaskanlah kami dengan belas kasih-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Markus 7:31-37;

Mrk 7:31
Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
Mrk 7:32
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
Mrk 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
Mrk 7:34
Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
Mrk 7:35
Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
Mrk 7:36
Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
Mrk 7:37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
-----------

Ia menjadikan segala-galanya baik

Saudaraku,
tubuh manusia itu lemah, cepat lelah dan rentan terhadap berbagai macam penyakit.
Menyadari kelemahan itu semestinya manusia akan rendah hati dan berserah diri kepada Tuhan.
Tantangan lain tubuh manusia rakus dan selalu menuntut, inilah terkadang lalu menjadi penyebab manusia menjauh dari Tuhan.
Sebab kehendak Tuhan selalu berlawanan dengan tuntutan daging.

Saudaraku,
Tuhan telah menyembuhkan kita, sehingga telinga kita mendengar dan mata kita tidak lagi buta.
Kita mengetahui bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita dan Ia sangat mengasihi kita.
Bagian kita hanyalah "taat", supaya kehendak Tuhan yang terjadi.
Memang sangat berat, sebab kodrat manusia "tidak mau tunduk di bawah kuasa orang lain".
Dan hampir seluruh keinginan manusia hanya untuk dirinya sendiri.
Manusia memikirkan dirinya sendiri, Tuhan menghendaki untuk membawa kebaikan bagi banyak orang.
Manusia ingin dihormati, Tuhan memberikan teladan rendah hati.
Maka mari kita selalu hati-hati dan cermat dalam menanggapi setiap "dorongan", supaya kita tetap berada dalam kehendak-Nya.
Tuhan telah menjadikan kita baik, untuk melakukan pekerjaan baik.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 12 Februari 2021

Allah Bapa kami
Kami menyadari hidup ini sulit bahkan sangat sulit
Setiap detik ada pertentangan dalam diri kami
Dan daging ini selalu menuntut lebih
Maka kami membutuhkan Engkau ya Bapa
Supaya kami tetap setia dalam kebaikan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin