Yohanes K. Sugiyarta
Injil Markus 4:1-20;
Saya salin ayat: 3-9. 14-20:
Mrk 4:3
"Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Mrk 4:4
Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
Mrk 4:5
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Mrk 4:6
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Mrk 4:7
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
Mrk 4:8
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."
Mrk 4:9
Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
----------
Mrk 4:14
Penabur itu menaburkan firman.
Mrk 4:15
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Mrk 4:16
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
Mrk 4:17
tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Mrk 4:18
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
Mrk 4:19
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mrk 4:20
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
-----------
Yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah
Saudaraku,
Injil Markus pagi ini sudah sangat jelas menjelaskan pengajaran Tuhan Yesus dalam perumpaan penabur.
Tanpa firman Tuhan, pengharapan kita akan Allah mudah goyah oleh karena berbagai macam keinginan yang tidak terkendali.
Maka supaya firman Tuhan itu tumbuh dan berbuah, kita harus "menyangkul diri kita, hati dan pikiran kita" supaya menjadi tanah yang baik.
Rasul Petrus mengajarkan:
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
(1Pet 1:13-14)
Saudaraku,
sabda Tuhan adalah "roh dan hidup"(Bdk Yoh 6:63), yang melebihi segala ilmu pengetahuan di dunia ini.
Dengan Sabda itu kita hidup untuk memperoleh hidup.
Dengan Sabda itu pula, Ia mengajar para nabi.
Dan sampai hari ini Ia tetap bersabda kepada semua orang dengan berbagai cara.
Tuhan menciptakan kita masing-masing dan memilih kita untuk terlibat dalam rencana Allah.
Yaitu supaya seluruh bumi ini penuh dengan buah-buah kasih-Nya.
Tuhan menghendaki manusia di bumi ini hidup sukacita dalam belas kasih-Nya dan Ia pun menghendaki agar manusia selamat sampai hidup kekal bersama-Nya.
Tuhan berduka saat ada manusia yang mati karena mengabaikan keberadaan Allah, yaitu yang mati karena kerakusannya, kesombongannya dan yang menolak Sabda Tuhan.
Saudaraku,
"suara dunia" memang terdengar lebih jelas dan nampak sangat menarik.
Ada baiknya kita hati-hati dan coba perhatikan dengan seksama, suara-suara dunia itu selalu menggoda kepuasan daging.
Sedangkan kita semua mengetahui dan sadar bahwa daging ini pada saatnya nanti akan membusuk dan menjadi tanah.
Maka marilah kita mengabdi kepada Tuhan dalam segala hal dan perbuatan.
Dan mari kita ingat pula bahwa Tuhan telah memilih kita supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 27 Januari 2021
Allah Bapa kami
Engkaulah harta dan kekayaan kami
Kami ini milik-Mu
Dan Engkau hadir dalam hidup kami
Menuntun langkah kami dan mencukupkan kebutuhan kami supaya hidup kami berbuah
Supaya setiap orang dihidup kami mengalami belas kasih-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 10:1-9;
Luk 10:1
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Luk 10:2
Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Luk 10:3
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Luk 10:4
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
Luk 10:5
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
Luk 10:6
Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Luk 10:7
Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
Luk 10:8
Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
Luk 10:9
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
-----------
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua
Saudaraku,
ada perbedaan antara menghadiri gereja dan menjagi Gereja dan ada baiknya kita selalu sadar bahwa kita adalah "Gereja".
Sebagai Gereja, kita diutus untuk menghadirkan Allah dalam hidup kita sehari-hari, supaya melalui hidup kita semua orang melihat Allah dan mengalami belas kasih Allah.
Misi Tuhan Yesus sangat sederhana yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.
Mengasihi tidak perlu sekolah, mengasihi tidak perlu kaya dan kasih adalah hal mendasar yang ada dalam diri setiap orang dan yang dirindukan oleh setiap orang.
Jadi hambatan terbesar menjadi rasull Kristus adalah dari dalam diri kita sendiri.
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, hendaknya kita pahami: jangan membawa keinginan diri, kita hanyalah seorang utusan yang hanya melakukan kehendak Tuhan.
Saudaraku,
sebagai seorang utusan kita harus mengenal Tuhan Yesus yang mengutus kita dan kita diutus untuk apa.
Dan yang tidak boleh kita abaikan adalah peringatan bahwa kita diutus seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Kita telah mengenal bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup, Ia adalah Allah yang berkuasa atas seluruh bumi.
Jika kita percaya apalagi yang perlu kita takutkan?
Kita diutus untuk memberitakan kabar baik, lalu tentunya hidup kita penuh dengan kebaikan, apakah kita percaya?
Kita setiap saat akan mengalami berbagai ancaman, namun Tuhan Yesus memberikan kekuatan kepada kita kuasa untuk "menyembuhkan orang sakit", tentunya "kuasa" seperti itu pasti sanggup mengalahkan setiap ancaman, apakah kita percaya?
Artinya "kuasa Tuhan" ada didalam diri kita, jika kita saat ini masih ada yang berat mengulurkan tangan kepada orang lain, ingatlah pada saatnya nanti Tuhan Yesus akan meminta laporan pertanggung-jawaban kita.
Ia tidak akan menghukum tetapi kita akan binasa oleh karena keinginan kita sendiri.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;_(Yoh 14:12)
Kita adalah Gereja ynag menghadirkan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, mari kita membawa kabar sukacita dan kesembuhan bagi semua orang.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 26 Januari 2021
Tuhan Yesus
Dunia mencari kepentingannya sendiri
Namun Engkau membuka mata dan telinga kami
Sehingga kami mengerti kehendak-Mu
Bahkan Engkau memberikan kekuatan kepada kami untuk melakukan kehendak-Mu itu
Maka kepada-Mu ya Tuhan
Kami menaruh segala harapan dan rencana hidup kami
Kepada-Mu keserahkan segala kesusahan dan ketakutan kami
Kami percaya bersama Engkau kami akan hidup
Supaya setiap orang dihidup kami memperoleh belas kasih-Mu dan melihat hidup
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 16:15-18;
Mrk 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Mrk 16:16
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Mrk 16:17
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
Mrk 16:18
mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
-------------
Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk
Saudaraku,
iman adalah mata untuk melihat Tuhan dan telinga untuk mendengar Tuhan.
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita dalam Ibrani 11.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.(Ibr 11:1)
Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan,(Bdk Ibr 11:7)
Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.(Ibr 11:30)
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita:
sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah.(Bdk Yoh 11:40)
Bagaimana kita bisa memberitakan Injil jika kita sendiri tidak melihat kemuliaan Tuhan?
Banyak orang mengaku kristiani dan telah mendengar Injil, namun tidak hidup sesuai Injil.
Kebencian masih hidup di keluarga-keluarga kristen.
Egois masih tumbuh subur di keluarga-keluarga kristen.
Kikir masih menjadi cara untuk mengumpulkan harta di keluarga-keluarga kristen.
Menilai dan menghakimi orang lain masih terjadi di keluarga-keluarga kristen.
Dan lain sebagainya.
Saudaraku umat kristiani,
mari segera bertobat, ubah hidup kita sesuai dengan Injil, janganlah kiranya kita mencemarkan nama Tuhan.
Ingatlah selalu bahwa kita dipilih untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk.
Jangan menjadi umat kristiani yang setia duduk dibangku gereja mendengarkan firman Tuhan dan "mengangguk setuju dan berkata amin".
Tetapi tidak mengangkat tangan dan melangkahkan kakinya untuk mewujudkan firman itu.
Saya tutup permenungan ini dengan pertanyaan: apakah Saudara percaya kepada Tuhan Yesus?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 25 Januari 2021
Allah Bapa kami
Mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Banyak orang yang hidupnya dikuasai oleh kehendak-Mu
Mereka mewujudkan kehendak-Mu
Ampunilah kami ya Bapa
Jika Kau lihat kami hanya meluangkan sedikit waktu untuk-Mu
Ampunilah kami jika kami hanya memikirkan diri kami sendiri
Kami mohon kuasailah keinginan kami dengan Roh-Mu
Dan jadilah kami pelaku Firman-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Markus 1:14-20;
Mrk 1:14
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Mrk 1:15
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
Mrk 1:16
Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Mrk 1:17
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mrk 1:18
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
Mrk 1:19
Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
Mrk 1:20
Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
-----------
Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!
Saudaraku,
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!, peringatan dari Tuhan Yesus untuk kita.
Beranikah kita mengubah hidup kita saat mendapat peringatan?
Peringatan ada yang secara implisit dan eksplisit.
Misalnya tubuh kita merasa tidak enak dan dokter juga mengingatkan kita untuk menjaga pola hidup sehat.
Dalam hubungan kita dengan Allah, Tuhan Yesus memberi peringatan dengan sangat jelas dan memerintahkan kita untuk bertobat dan percaya kepada Injil.
Saudaraku,
kita telah mendengar Injil dan kita percaya hanya ajaran Tuhan Yesus yang mampu membawa kita kepada keselamatan.
Kita mendengar bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, lalu kita pun menanggapi dengan mengasihi-Nya
Permenungannya: apakah kita selalu merindukan Injil oleh karena kita mengasihi Tuhan?
Jika tidak mengasihi Tuhan, tidak akan pernah merindukan Injil.
Jika pun hafal seluruh isi Kitab Suci tetapi tidak memiliki cinta kasih Allah, apakah gunanya?
Sebab sekalipun Allah memberi peringatan secara eksplisit pun tidak akan percaya jika tidak mengasihi Allah.
Mengasihi Tuhan Yesus bukan hal yang mudah, sebab bergaul dengan Tuhan Yesus harus sanggup mengalahkan diri sendiri.
Maka marilah kita tak henti-hentinya memohon kepada Tuhan Yesus, supaya rahmatnya membimbing dan melindungi kita.
Sehingga hidup kita dikuasai oleh kasih-Nya dan hidup kita menjadi *Injil yang hidup*, supaya semakin banyak orang yang melihat keselamatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 24 Januari 2021
Tuhan Yesus
Kami membutuhkan rahmat-Mu setiap hari
Supaya kehendak-Mu menjadi kehendak kami
Dan rencana kami selaras dengan rencana-Mu
Dan kasih-Mu lah yang menguasai hati dan pikiran kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 3:20-21;
Mrk 3:20
Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.
Mrk 3:21
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
-----------
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi
Saudaraku,
keluarga Tuhan Yesus tidak memperoleh gambaran yang jelas siapa Tuhan Yesus dari aktivitas dan segala sesuatu yang diperbuat Tuhan Yesus.
Keluarga artinya orang-orang yang cukup mengerti Tuhan Yesus dan ternyata mereka salah menilai Tuhan Yesus.
Saudaraku,
janganlah menilai orang lain, sebab mungkin kita hanya memiliki gambaran sebagian, apalagi hanya berdasarkan kata orang.
Lebih baik arahkanlah pandangan kepada diri sendiri dan mawas diri.
Hampir setiap orang menilai suatu perkara sesuai dengan kepentingan dirinya sendiri.
Lagipula manusia tidak pernah memiliki ukuran-ukuran yang adil.
Maka lebih bijakasana jika kita lebih bersemangat untuk melihat diri sendiri dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kita.
Dan lebih baik jika kita memang melihat dengan jelas kekurangan orang lain, hal itu kita jadikan peringatan keras untuk mawas diri dan mebarui diri.
Jangan mengharapkan orang lain ditegur dengan keras, tetapi kita sendiri tidak terima teguran.
Seringkai kita menghendaki supaya orang lain dikendalikan dengan berbagai peraturan, tetapi kita sendiri tidak mau dibatasi dengan peraturan-peraturan.
Dan hampir setiap kali kita melihat orang lain, menggunakan ukuran kita, tetapi ukuran itu tidak kita pakai untuk ukuran kita sendiri.
Maka mari kita belajar untuk sabar dan menahan diri atas kekurangan orang lain dan harus belajar tegas untuk diri sendiri.
Menyadari pula bahwa kelebihan yang satu untuk melengkapi kekurangan lainnya.
Sehingga kita tidak menjadi orang yang sombong dan yang suka menghakimi orang lain.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 23 Januari 2021
Tuhan Yesus
Kami telah menerima semua kebaikan dan belas kasih-Mu
Engkau membarui kami setiap hari supaya hidup kami semakin selaras dengan kehendak-Mu
Teladan-Mu menjadi kekuatan kami untuk tetap rendah hati dan melayani orang lain
Dan kami sadar itu tidak mudah
Oleh karena itu setiap saat kami datang kepada-Mu
Memohon pertolongan-Mu supaya kami Engkau jauhkan dari segala keinginan dan kesenangan diri
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
