Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 8:16-18;
Luk 8:16
"Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
Luk 8:17
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
Luk 8:18
Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
--------
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan
Saudaraku,
Melalui perkataan, tindakan, dan kehidupan Tuhan Yesus, manusia diberi kesempatan untuk mengetahui kebenaran yang lengkap mengenai nilai kehidupan manusia.
Ingatlah bahwa kehidupan manusia menemukan kepenuhannya dalam kehidupan Yesus Kristus.
Saudara dan saya menemukan kepenuhan dengan menjalani kehidupan Tuhan Yesus.
Kita adalah individu yang unik, kita masing-masing dipilih untuk menjalani kehidupan Tuhan Yesus dengan cara yang unik dan penuh kuasa, terbenam dalam kebenaran-Nya dan dipenuhi dengan darah-Nya yang memberi hidup.
Saudaraku,
di dalam hati setiap manusia ada kerinduan akan kepenuhan hidup.
Oleh karena itu selalu muliakanlah Allah dalam hidup kita dengan berbagai cara.
Sebab Ia yang membuka mata dan telinga kita sehingga kita "mengetahui kebenaran" didalam Kristus.
Dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan.
Jadi kita harus memperhatikan "cara kita mendengar", supaya kita tetap berada di jalan Allah.
Perhatikan, "suara dunia" selalu lebih jelas terdengar dan selalu lebih menarik dan nampaknya masuk akal.
Oleh karena itu perbaruilah "pustaka rohani" kita dengan berbagai cara dan usaha.
Dan "gunakan mata iman" dalam melihat segala sesuatu.
Supaya kita tidak mudah disesatkan dan dibutakan oleh berbagai macam tipu daya daging.
Saudaraku,
kita tidak sendirian, Roh Kudus yang berdiam dalam jiwa kita selalu menolong kita.
Kendalikanlah pikiranmu, keinginanmu dan usaha-usahamu untuk tunduk hanya kepada Roh.
Dan hiduplah dalam "kehadiran Allah".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Allah Bapa kami
Engkau nyatakan perbuatan-perbuatan-Mu melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Dan dengan belas kasih-Mu, Engkau selamatkan kami
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu taat kepada penglihatan dan pendengaran kami akan Engkau
Supaya dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia hidup dalam kehendak-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 9:30-37;
Mrk 9:30
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
Mrk 9:32
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
Mrk 9:33
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
Mrk 9:34
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
Mrk 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Mrk 9:36
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
Mrk 9:37
"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
-------
Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya
Saudaraku,
Guru ilahi kita mengajarkan: siapa yang ingin menjadi yang pertama, ia harus menjadi yang terakhir dan menjadi pelayan bagi semua.
Kehormatan bukanlah bagi dia yang duduk di meja, tetapi bagi yang rendah hati dan yang menjadi pelayan.
Bahkan Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita: Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.
Cukup jelas, mereka nanti yang akan masuk di Kerajaan-Nya, adalah seseorang yang rendah hati.
Saudaraku,
dunia memberi tahu kita bahwa kita perlu "maju" dalam hidup, untuk menaiki tangga jabatan perusahaan, untuk mencari kekuasaan dan posisi, untuk mencapai puncak.
Tidak ada yang salah tentang itu semua, tetapi apapun jenis kekuasaan di dunia ini jika tidak disertai dengan kerendahan hati, hanya akan mengantar seseorang menuju kepada kematian.
Maka harus hati-hati dalam menyikapi setiap dorongan hati dalam hal "kekuasaan".
Jika tidak hati-hati bisa dijadikan "perangkap oleh si jahat".
Perhatikan ketika hati dikuasai oleh ambisi, dalam waktu yang sama, akan timbul iri hati.
Saudaraku,
jangan letakkan hati kita pada "kekuasaan" di dunia ini.
Tetapi kuasailah hati kita dengan belas kasih dan kerendahan hati.
Jika kita tidak hati-hati, segala bentuk ambisi kekuasaan justru akan memperbudak kita.
Maka carilah kegemberiaan dalam penghinaan bukan dalam kekuasaan, supaya kita tidak menjadi budak keinginan.
Hindari segala bentuk kesenangan, kenikmatan, kepuasan nafsu, kehormatan, penghargaan dan gelar-gelar.
Dan jaga dengan sungguh-dungguh supaya hati kita tidak terpikat dan terikat oleh keduniawian.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang luar biasa dan yang sempurna
Kami mohon kuasailah hati kami dengan teladan-Mu
Bukalah mata dan telinga kami hanya kepada karya-karya-Mu
Dan penuilah hati kami dengan belas kasih-Mu
Supaya kami tidak lagi tertarik kepada segala bentuk kenikmatan daging
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 9:9-13;
Mat 9:9
Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
Mat 9:10
Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
Mat 9:11
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Mat 9:12
Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
Mat 9:13
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
--------
Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia
Saudaraku,
dalam budaya tempat Matius hidup, orang Farisi memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara berpikir orang.
Para pemimpin agama pada saat itu memiliki pengaruh yang kuat.
Setiap hari, mereka akan menghabiskan waktu mempelajari hukum-hukum Taurat dan mendiktekan kepada semua orang Yahudi tentang cara hidup yang benar dan cara hidup yang salah.
Ke mana pun mereka pergi, mereka akan membusungkan dada, mereka mengenakan jubah yang panjang dan mencari-cari kesalahan orang.
Mereka meyakinkan orang-orang bahwa mereka tidak cukup baik bagi Tuhan kecuali mereka melakukan ini atau itu.
Matius termasuk orang "yang dihakimi mereka", menurut mereka pemungut cukai adalah orang yang berdosa.
Menurut mereka Matius adalah orang yang najis.
Tetapi Tuhan Yesus tidak melihat apa yang mereka lihat, sebab Tuhan Yesus tidak melihat dengan "mata yang menghakimi".
Saudaraku,
dengan cara yang sama Tuhan Yesus melihat kita, Ia melihat kita dengan penuh kasih.
Ia mendekat kepada kita, seperti Ia mendekat kepada Matius.
Ia memanggil kita, seperti Ia memanggil Matius.
Ia ingin kita "menjadi manusia baru", meninggalkan cara hidup kita yang lama dan hidup baru bersama-Nya.
Kita telah menerima rahmat surgawi dan kasih Ilahi.
Kasih Ilahi mengalahkan segala-galanya dan meneguhkan kekuatan jiwa.
Kasih Ilahi tidak menghakimi.
Maka marilah kita selalu menyadari itu.
Supaya kita bisa sungguh-sungguh hidup seperti St. Matius.
Meninggalkan semua kebiasaan lama dan hidup baru didalam Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Dengan penuh belas kasih Engkau memanggil kami
Kau jadikan kami manusia baru dan Engkau penuhi kami dengan rahmat surgawi dan kasih Ilahi
Selama hidup, kami hanya ingin mengabdi kepada-Mu
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendak-Mu
Dan sudilah Engkau melengkapi semua kekurangan-kekurangan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 8:1-3;
Luk 8:1
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
Luk 8:2
dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
Luk 8:3
Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.
-------
Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka
Saudaraku,
para perempuan yang telah disembuhkan mengikuti Tuhan Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah.
Apakah para perempuan itu mengikuti Tuhan Yesus karena telah disembuhkan?
Banyak orang telah disembuhkan Tuhan Yesus.
Banyak orang yang telah mengalami keajaiban Tuhan Yesus.
Dan banyak orang yang melihat dan mengalami belas kasih didalam Tuhan Yesus.
Tetapi tidak semua "mau" mengikuti Tuhan Yesus dan tidak semua tekun sampai akhir.
Saudaraku,
permenungannya: apakah kita sungguh-sungguh mengikuti Tuhan Yesus?
Mengikuti Tuhan Yesus berarti mengabaikan segala kesia-siaan dunia.
Artinya kita tidak mudah terpikat segala bentuk kesenangan dan kepuasan duniawi.
Bijaksana dalam perkataan dan dalam tingkah laku.
Saudaraku,
kita harus menyadari bahwa mengikuti Tuhan Yesus itu mudah dan tetapi tekun sampai akhir itu sulit.
Artinya begini, tidak ada syarat apapun untuk mengikuti Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus menerima semua orang yang datang kepada-Nya.
Tetapi bertahan hidup bersama Tuhan Yesus tidaklah mudah.
Sebab setiap orang lebih suka bersandar kepada dirinya sendiri.
Perhatikan setiap orang mengandalkan dirinya sendiri, cinta diri dan senang membanggakan diri.
Dan perhatikan, ada orang yang awalnya sangat taat, tetapi kemudian justru meninggalkan Tuhan Yesus.
Saudaraku,
mari kita melihat diri kita sendiri, apakah saat ini kita mengikuti Tuhan Yesus atau mengikuti diri kita sendiri.
Bangunlah selalu kesadaran bahwa kita harus selalu dekat dengan Tuhan Yesus.
Buanglah segala bentuk cinta diri, sebab menjauhkan dan bahkan bisa memisahkan kita dengan Tuhan Yesus.
Layanilah Tuhan Yesus dengan seluruh hidupmu.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Maka dengan rendah hati kami serahkan hidup kami untuk melayani-Mu
Pakailah hidup kami untuk menghadirkan belas kasih-Mu dan mewartakan kerajaan-Mu
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk keinginan yang bisa menjauhkan kami dengan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 7:36-50;
Luk 7:36
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
Luk 7:37
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Luk 7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
Luk 7:39
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."
Luk 7:40
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."
Luk 7:41
"Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
Luk 7:42
Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"
Luk 7:43
Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."
Luk 7:44
Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
Luk 7:45
Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
Luk 7:46
Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
Luk 7:47
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."
Luk 7:48
Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."
Luk 7:49
Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
Luk 7:50
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
--------
Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!
Saudaraku,
kita dapat belajar banyak dengan membandingkan perilaku perempuan itu dengan perilaku orang Farisi.
Pertama perempuan itu menyadari dosanya, apa pun itu.
Dan yang kedua, ia tidak mengabaikan dosanya; ia bertanggung jawab atas dosanya.
Orang Farisi TIDAK menyadari dosanya sendiri.
Mata perempuan itu "melihat Tuhan Yesus", sedangkan orang Farisi tidak melihat siapa Yesus.
Dan perempuan itu tidak hanya berhenti pada penglihatannya.
Lalu ia pergi kepada Yesus, meskipun orang banyak tidak menyetujuinya dan melakukan tindakan yang membuatnya tidak hanya kehilangan uang untuk minyak wangi itu, tetapi juga harga dirinya.
Sambil menangis tersedu-sedu ia membasuh dan mengeringkan kaki Kristus.
Dan ia memijat kaki Tuhan Yesus dengan minyak wangi .
Saudaraku,
orang yang beriman memperoleh kekuatan dengan "menempatkan dirinya ditangan Tuhan Yesus".
Maka kita harus berani melihat diri kita sendiri dengan jujur, apakah dalam segala sesuatu kita melibatkan Tuhan Yesus?
Saya ingatkan kembali bahwa "iman" bukan untuk dikotbahkan.
Tetapi iman itulah yang "membentuk" hidup kita.
Sehingga setiap orang di hidup kita memperoleh buah iman kita.
St. Yakobus mengajarkan kepada kita: Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.(Yak 2;26)
Barang siapa beriman didalam Kristus, ia memiliki cinta kasih yang sebenarnya dan sempurna.
Berani menyalibkan segala bentuk kepuasan diri demi "iman".
Supaya dalam segala hal, hanya Allah yang dimuliakan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon penuhilah hidup kami dengan belas kasih-Mu
Supaya dalam segalah hal, Engkaulah yang dimuliakan
Sehingga setiap orang didalam kehidupan kami, melihat keselamatan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
