Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 9:51-62;
Luk 9:51
Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
Luk 9:52
dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
Luk 9:53
Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
Luk 9:54
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
Luk 9:55
Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
Luk 9:56
Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
Luk 9:57
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
Luk 9:58
Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Luk 9:59
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku."
Luk 9:60
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."
Luk 9:61
Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."
Luk 9:62
Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."
--------
Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku
Saudaraku,
apa arti panggilan untuk mengikut Tuhan Yesus bagi Saudara?
Saya sendiri tertarik mengkuti Tuhan Yesus karena "mengalami karya-karya Tuhan Yesus" melalui para pengikut Tuhan Yesus di sekitar hidup saya.
Dan pengalaman itu pun yang menjadi penuntun hidup saya, supaya hidup saya pun menjadi bukti kehadiran Allah yang menyelamatkan dan yang penuh belas kasih.
Saudaraku,
"mengikut" tanpa komitmen adalah omong kosong.
Saya yakin kita sering "bimbang" dalam menyikapi berbagai hal dalam hidup sehari-hari.
Selalu saja muncul "pembenaran-pembenaran diri" saat dihadapkan pilihan: melakukan kehendak Allah atau dorongan diri.
Kita sangat sadar bahwa kita harus mengabaikan kesia-siaan dunia.
Tetapi.. siapa yang tidak tergiur dengan keduniawian?
Maka sesungguhnya jangan tergiur oleh "provokasi", Tuhan Yesus telah menderita dan wafat untuk kita, jadi kita sekarang boleh menikmati "berkat" itu.
Selama daging ini masih hidup, kita harus membangun semangat "matiraga" setiap hari.
Ingat: "mata tidak pernah kenyang melihat dan telinga tidak pernah puas mendengar."
Tanpa matiraga kita tidak akan bisa menjadi pengikut Kristus.
Pada akhirnya kita hanya hidup untuk diri kita sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 26 Juni 2022
Tuhan Yesus
Dengan dungguh hati kami hanya ingin mengabdi kepada-Mu
Kami mohon beriah kami keberanian untuk mengenal diri sendiri
Supaya dalam segala keadaan kami tetap rendah hati
Sehingga tidak mudah tergoda oleh hiruk pikuk duniawi
Dan dalam keadaan apapun Kau dapati kami tetap taat kepada perintah-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 2:41-51;
Luk 2:41
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Luk 2:42
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Luk 2:43
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Luk 2:44
Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Luk 2:45
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Luk 2:46
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Luk 2:47
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Luk 2:48
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luk 2:49
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
Luk 2:50
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Luk 2:51
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
--------
Kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau
Saudaraku,
meskipun Bunda Maria mengetahui "keajaiban Anaknya", sebagai seorang ibu ia sangat khawatir akan keadaan anaknya.
Menjadi permenungan kita, walaupun kita yakin selalu "berusaha hidup kudus", jangan meanganggap remeh, setiap godaan.
Jangan merasa suci dan tidak mempan oleh berbagai macam godaan.
Saudaraku,
seperti Bunda Maria yang "menjadi kudus" saat menerima kabar sukacita dari malaikat bahwa ia akan mengandung Anak Allah.
Allah membawa kita kepada Putera-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus supaya hidup kita kudus.
Oleh karena itu hidup seorang kristiani tidaklah mudah, hidup adalah "pertempuran" dan musuh kita adalah diri kita sendiri.
"Sekalipun daging berbusana kain sutra", daging tetaplah daging. mari kita hati-hati menghadapi setiap godaan.
Sebab saat kita melayani pemuasan hawa nafsu, saat itu kuga kita justru merasa kesepian.
Maka mari sungguh-sungguh bertekad menjalani hidup yang murni, hidup dengan penuh kewaspadaan.
Jangan sampai kita "kehilangan Tuhan Yesus".
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 25 Juni 2022
Tuhan Yesus
Engkau tidak pernah meninggalkan kami
Kamilah yang secara sadar menjauh dari-Mu
Kami mohon bersihkanlah kami, murnikanlah kami
Supaya kami hanya mengikuti Roh Kudus yang tinggal dalam hati kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 15:3-7;
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Luk 15:5
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
Luk 15:6
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangga serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
--------
Pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya
Saudaraku,
apakah Saudara yakin tidak tersesat?
Mari saya ajak masuk dalam permenungan:
Kita telah dibaptis
Kita selalu mendengar Firman Tuhan.
Kita rajin ibadat.
Kita aktif dalam kegiatan gereja.
Bukankah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat juga demikian?
Tetapi mereka tersesat dalam "kesombongan agama".
Saudaraku,
semua kegiatan rohani dan taat kepada ajaran gereja itu sangat baik.
Tetapi apakah kita yakin masih berada dalam kawanan domba Allah?
Domba MENDENGAR dan MENGENALI suara gembalanya.
Domba mengikuti gembalanya.
Saudaraku,
kita bisa tersesat dalam kemarahan.
Kita bisa tersesat dalam kebencian.
Kita bisa tersesat dalam kesombongan.
Kita bisa tersesat dalam kekhawatiran.
Kita bisa tersesat dalam kesedihan.
Kita bisa tersesat dalam kekayaan.
Kita bisa tersesat dalam kehormatan.
Dan lain sebagainya.
Maka mari kita melihat keadaan diri kita dengan jujur, jangan mencoba menipu diri sendiri.
Arahkan mata dan telinga kita hanya kepada Sang Gembala kita.
Ikuti langkah-Nya dan lakukan perintah-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 24 Juni 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau panggil kami masuk dalam kawanan domba-domba-Mu
Engkau membawa kami ke padang yang berumput hijau
Engkau menjaga kami dengan sabar dan penuh kasih
Engkau tidak akan membiarkan kami tersesat
Maka kami mohon ajarilah kami mengucap syukur dalam segala keadaan
Supaya kami tidak tersesat ke dalam kebisingan duniawi
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 1:57-66. 80;
Luk 1:57
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
Luk 1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
Luk 1:59
Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
Luk 1:60
tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
Luk 1:61
Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
Luk 1:62
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
Luk 1:63
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.
Luk 1:64
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
Luk 1:65
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
Luk 1:66
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
--------
Luk 1:80
Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.
--------
"Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia
Saudaraku,
kisah Yohanes Pembaptis bisa penjadi pengingat kita bahwa kita pun "dipersiapkan" Allah, untuk "membawa" setiap orang di hidup kita kepada Tuhan Yesus.
Kita harus percaya bahwa hidup kita pun telah ditentukan oleh Allah untuk mewartakan keselamatan dan menghadirkan belas kasih Allah.
Kita harus setia dan memiliki integritas dalam panggilan itu.
Saudaraku,
menarik untuk permenungan kita, Zakharia bisu sesaat setelah merima kabar bahwa Elsabet istrinya akan mengandung sampai kelahiran Yohanes pembaptis.
Menjadi tanda bagi Zakharia bahwa Allah "sedang bekerja", seolah-olah Allah berkata: Diam, jangan berkata-kata, biarkan Saya bekerja.
Ada saatnya kita "diam" dan membiarkan Allah yang berbuat segala sesuatu dalam hidup kita.
Permenungannya: janganlah kita mudah percaya kepada setiap perkataan atau dorongan, tetapi pertimbangkanlah setiap perkara dengan tenang dan seksama.
Dengan demikian kita bisa menyadari bahwa kita manusia cenderung "cinta diri".
Jika tidak bisa mengalahkan diri, bisa menjadi awal dari timbulnya keinginan jahat.
Maka janganlah tergesa-gesa dalam segala hal.
Pertimbangkanlah segala sesuatu dengan menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Supaya bijaksana dalam segala hal, dalam ucapan, tingkah laku dan perbuatan.
Maka setiap orang dikehidupan kita melihat dan merasakan Allah yang hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 23 Juni 2022
Allah Bapa kami
Engkaulah yang membawa kami kepada Putera-Mu Tuhan Yesus
Sebab Engkau menghendaki kami supaya hidup kami menjadi kabar baik dan membawa belas kasih-Mu
Maka dengan sungguh hati kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk mengalahkan keinginan kami supaya kami hanya taat kepada rencana dan perintah-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 7:15-20;
Mat 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Mat 7:16
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Mat 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Mat 7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Mat 7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Mat 7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
--------
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka
Saudaraku,
sangat menarik, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu.
Tuhan Yesus sangat mengenal manusia ciptaan-Nya, mudah tergoda dan tertipu hanya oleh pendengaran dan penglihatannya.
Di dunia ini "ada banyak perbuatan jahat yang tersembunyi."
Beberapa kejahatan nampak jelas terlihat, tetapi ada banyak kejahatan yang dipoles atas nama kemanusiaan bahkan tidak sedikit yang mengatasnamakan agama.
Semoga mata kita melihat.
Saudaraku,
saya ingatkan kembali bahwa kita umat kristiani oleh karena Roh Kudus, kita bisa melihat dari dimensi Allah.
Jadi tidak mungkin tersesat, jangan mau ditipu oleh kelicikkan duniawi.
Kita sangat tahu dan benar-benar tahu, mana pekerjaan Allah dan mana pekerjaan manusia.
Sedangkan orang-orang dunia hanya berjalan dalam kebimbangan, karena semua hanya katanya dan semoga.
Jadi jika seorang kristiani hidupnya menyimpang dari jalan Allah, itu adalah kesengajaan.
HATI-HATI! jangan tertipu oleh "rasa cinta diri."
Saudaraku,
berulang kali kita merasa tidak tenteram saat tergoda oleh kesombongan dan kekikiran.
Hati-hati sesaat lagi, kita bisa tergoda dan terkalahkan, lalu terpenjara olehnya.
Maka mari waspada dalam segala hal, bukan hanya tentang ajaran-ajaran dari luar diri, tetapi juga "nabi palsu dalam diri kita sendiri."
Kenali semua "hawa nafsu" yang TIDAK mendekatkan diri kepada kedamaian hati.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 22 Juni 2022
Tuhan Yesus
Saat hati dan pikiran kami menyimpang
Roh Kudus selalu berteriak dengan sangat lantang
Namun suara kepalsuan terdengar lebih merdu dan menarik hati
Oleh karena itu setiap detik kami memerlukan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
