"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 16:21-27;

Saya kutip sebagian:

Mat 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mat 16:25
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Mat 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Mat 16:27
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
-------------

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku

Saudaraku,
apakah semua orang yang meminta pengampunan melalui salib Kristus, sanggup untuk memikul salib?
Banyak yang menghormati Tuhan Yesus karena mujizatnya.
Banyak yang mencintai Tuhan Yesus selama tidak mengalami kesukaran.
Banyak yang mengikuti Tuhan Yesus sampai saat Ia memecah-mecah roti, tetapi hanya sedikit yang tetap mengikutinya di jalan salib.
Lalu apakah salib itu?
Salib itu adalah "diri kita sendiri", mari coba kita perhatikan bukankah apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan untuk diri kita sendiri?
Seberapa sering kita memikirkannya untuk Tuhan?
Cobalah menengadah ke atas, menunduk ke bawah, menengok ke kiri dan ke kanan, melihat ke luar dan ke dalam, bukankah yang nampak hanya diri kita sendiri?
Di atas ada kehormatan, jabatan, kekuasaan, pujian dan lainmya.
Di bawah ada perlakuan tidak adil, berlaku tidak jujur, fitnah dan lainnya.
Di kiri dan kanan ada iri, dengki dan lainnya.
Selama daging ini masih ada, kita harus berani menyalibkan diri kita sendiri.

Saudaraku,
jika dengan sukarela bersedia menyalibkan diri sendiri, awalnya memang nampak sebagai beban namun pada akhirnya berubah menjadi penghiburan.
Dan makin kuatlah hidup batinnya karena rahmat Allah lah yang menguasai seluruh keinginannya.
Maka marilah kita memberanikan diri memanggul salib itu.
Oleh karena salib itu, kita akan menjadi semakin kuat menjalani bermacam-macam kesusahan, ingatlah kata Ayub: Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?(Ayub 7:1)
Dan janganlah sampai lupa, mati raga adalah jalan hidup kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 30 Agustus 2020

Tuhan Yesus Kristus
Setiap hari Engkau menguatkan hati kami
Dan mendorong kami agar tetap bertekun dalam iman
Sebab untuk masuk kerajaan-Mu itu harus mengalami banyak sengsara
Maka kami mohon jangan tinggalkan kami ya Tuhan
Dan tuntunlah kami dengan terang Roh Kudus-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Markus 6:17-29;

Saya kutip sebagian:

Mrk 6:17
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Mrk 6:18
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
-----------
Mrk 6:27
Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
-----------

Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya

Saudaraku,
saya yakin Saudaraku semua setuju bahwa hidup ini penuh dengan hal-hal yang tidak terduga.
Mari coba kita perhatikan, bukankah hampir setiap hari kita mengalami hal-hal yang tidak terpikirkan di hari sebelumnya?
Mulai dengan hal-hal keseharian yang sederhana saja, misalnya biasanya air minum di kantor tersedia, ternyata air di dispenser habis saat kita membutuhkannya.
Hidup ini tidak terduga, bahkan hanya untuk 1 menit yang akan datang.
Walaupun ada banyak nabi yang dibunuh, saya percaya Yohanes Pembaptis pun tidak pernah mengetahui bagaimana kematiannya.
Maka yang kita bisa lakukan sebagai seorang yang beriman adalah memelihara iman supaya kita tetap memiliki pengharapan.
Iman sangat penting supaya kita mampu membedakan, mana yang harus kita lakukan dan yang tidak.
Terlebih saat mengalami berbagai macam tekanan, sehingga kita mampu mengambil keputusan dengan bijaksana dan yang sesuai dengan kehendak Allah.

Saudaraku,
memang kita memiliki sebut saja kecerdasan alami untuk menghadapi segala macam tantangan dan pergumulan.
Namun ada baiknya kita menyadari bahwa setiap manusia cenderung menyelamatkan diri sendiri atau egois.
Padahal secara alami pula manusia tidak akan mungkin hidup sendiri, mungkin bisa hidup tanpa manusia lain namun manusia tetap membutuhkan alam untuk makanannya.
Coba arahkan mata kita ke dunia, ada banyak orang yang tidak sanggup menerima keadaan dirinya sendiri dan tidak berani jujur melihat kenyataan.
Lalu tentunya keadaan itu menjadi suatu tekanan yang hebat, dan jika tidak hati-hati bisa saja keputusan yang dipilihnya nampak meringankan, namun sesungguhnya justru semakin membawa mendekat kepada kehancuran.
Maka mari peliharalah iman kita akan Tuhan Yesus Kristus, Ia Allah yang hidup, arahkanlah seluruh perhatian kita kepada-Nya, supaya kita kuat dalam menghadapi setiap kesulitan hidup.
Sebab tanpa Tuhan Yesus, orang mudah menyerah dan lekas-lekas mencari penghiburan dunia.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 29 Agustus 2020

Tuhan Yesus
Engkau telah memberikan teladan kepada kami bagamana menghadapi setiap kesukaran
Kami mohon jagalah kami terhadap kesukaran-kesukaran hidup
Terhadap segala keinginan-keinginan
Kami mohon tangan-Mu membimbing dan menuntun kami
Sehingga kami tetap kuat dan tetap setia di jalan-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Matius 25:1-13;


Mat 25:1
"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Mat 25:2
Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Mat 25:3
Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
Mat 25:4
sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
Mat 25:5
Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Mat 25:6
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Mat 25:7
Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
Mat 25:8
Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
Mat 25:9
Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
Mat 25:10
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
Mat 25:11
Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
Mat 25:12
Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
Mat 25:13
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
-------------

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya

Saudaraku,
dalam perumpamaan lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa iman harus tetap hidup.
Karena kita tidak pernah mengetahui kapan akhir hidup kita, maka ada baiknya kita hidup seolah-olah besok kita mati.
Sehingga kita selalu sadar untuk mengusahakan hidup benar dalam Terang Allah, tidak ada kepalsuan.
Rasul Paulus mengajarkan, Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman.(Bdk Ibr 10:38)
Maka marilah kita memohon kepada Allah dengan rendah hati, agar Ia menghidupi iman kita dengan terang baru setiap hari.
Dengan demikian kita dapat dengan jelas membedakan mana jalan-jalan dunia dan jalan kita sebagai anak-anak Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 28 Agustus 2020

Tuhan Yesus Krsitus
Dengan berbagai cara Engkau menyatakan kepada kami untuk tidak bergantung kepada manusia
Dan hanya mengarahkan mata kami kepada-Mu
Oleh karena itu kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk selalu berjaga-jaga supaya Terang-Mu dalam hidup kami tidak padam oleh keinginan dunia

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Matius 24:42-51;

Saya kutip sebagian:

Mat 24:42
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Mat 24:43
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Mat 24:44
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Mat 24:45
"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
Mat 24:46
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
------------

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang

Saudaraku,
dalam segala hal, marilah kita menatap akhir hayat kita dan ada baiknya kita merenungkan bagaimana nanti kita berhadapan dengan Allah.
Bagi orang-orang dunia, setiap hari yang berlalu adalah sebuah langkah lebih dekat pada kematian.
Namun bagi anak-anak Allah setiap hari yang berlalu membawa kita lebih dekat dengan Kehidupan.
Oleh karena itu kita anak-anak Allah tidak perlu takut akan kematian.
Yang lebih penting kita sadari adalah secantik atau setampan apa tubuh ini pada akhirnya akan busuk dan berbau.
Apakah tubuh yang hanya akan membusuk ini yang kita layani?
Memang Allah adalah mahakasih, tetapi ingat Ia juga mahaadil, dan kelak akan ada pengadilan dan Ia adalah hakimnya.

Saudaraku,
hidup di dunia adalah pertempuran, masihkah kita bersantai-santai?
Mari setiap hari berusahalah untuk menemukan sedikit waktu untuk masuk ke dalam keheningan.
Saat hening itulah carilah Allah di dalam diri kita dan dengarkanlah Dia.
Supaya kita memiliki iman yang hidup dan aktif, sehingga tidak mudah menyerah saat menghadapi berbagai macam godaan dan rintangan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 27 Agustus 2020

Allah Bapa kami
Bersabdalah hambamu ini mendengar
Sebab tidak ada yang kami percaya selain Engkau
Dan kami sadar bahwa dunia ini penuh dengan kepalsuan
Ya Bapa kami mohon jagalah hati kami dengan Cahaya Roh-Mu
Supaya kelak kaudapati kami tetap setia

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Injil Matius 23:27-32;

Mat 23:27
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
Mat 23:28
Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Mat 23:29
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
Mat 23:30
dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.
Mat 23:31
Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.
Mat 23:32
Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!
------------

Di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan

Saudaraku,
membaca Injil Matius pagi ini, saya ingat Surat Rasul Paulus kepada Efesus:
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
(Ef 4:17-18)

Saudaraku,
kita tidak punya kuasa untuk memerintah segala sesuatu yang ada di luar diri.
Namun kita bisa memiliki kemauan yang kuat untuk menutup pintu gerbang hati, sehingga pengertian yang gelap tidak masuk, yang kemudian bisa menyebabkan kedegilan hati.
Maka mari kita selalu sadar dan berusaha untuk melepaskan diri dari segala ikatan-ikatan hal-hal duniawi.
Menghindari kesukaan akan diri sendiri dan tidak perlu menonjolkan diri sendiri yang tidak ada gunanya.
Menyembunyikan dengan rendah hati apa yang patut dipuji.
Bukan diri sendiri atau pekerjaannya yang dikehendaki untuk dipuji-puji, sebab hanya Allah yang pantas menerima pujian dan hormat.
Genggamlah hati kuat-kuat dan janganlah sekali-kali memberikan penghiburan.
Sebab kegembiraan kita anak-anak Allah terletak dalam hati nurani, tidak dalam mulut orang banyak.
Dan kita mencari penghiburan hanya kepada Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 26 Agustus 2020

Allah Bapa kami
Engkau sediakan segala kebutuhan kami
Dan Engkau puaskan kami dengan belas kasih-Mu
Kami mohon ajarilah kami untuk mengucap syukur
Dan kuasailah hati dan pikiran kami oleh kehendak-Mu
Sehingga kami tidak lagi tergoda oleh segala penghiburan dan kehormatan dunia

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.