"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 22:15-21;

Saya kutip sebagian:

Mat 22:17
Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
Mat 22:18
Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Mat 22:19
Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
Mat 22:20
Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
Mat 22:21
Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
---------

Berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah"

Saudaraku,
kita manusia yang diciptakan menurut gambar Allah.(Bdk Kej. 127)
Maka hidup kita sepenuhnya untuk Allah dan milik Allah.
Karena kita berasal dari Allah maka segala sesuatu harus kita kembalikan kepada Allah, Allah menjadi tujuan hidup.
Segala bentuk persembahan melalui gereja hanya tanda lahiriah dan melatih kita untuk memberi.
Allah bukan pemungut pajak, Allah bukan seperti preman yang meminta setoran, Allah tidak meminta komisi seperti beberapa pejabat yang memanfaatkan kekuasaannya.
Maka jika ada yang telah membantu uang untuk membangun gedung gereja atau kegiatan rohani lainnya, Saudara wajib bersyukur diberkati oleh Allah dan mengerti bagaimana memberi.
Namun janganlah lalu merasa memiliki gedung gereja itu dan berkuasa atas segalanya dan menjadi sombong.
Allah meminta hidup kita secara utuh dan selamat kembali kepada-Nya.

Saudaraku,
mari selalu berlatih untuk melepaskan diri dari keinginan-keinginan dunia supaya tidak terikat olehnya.
Sebab kehidupan dunia ini keras dan sanggup menghinakan manusia.
Dengan selalu memandang setiap kejadian bukan hanya dari lahirnya saja, namun juga dari sudut pandang Allah.
Maka yang Ilahi akan nampak dimata kita dan menjadi tanda kemana kita harus melangkah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 17 Agustus 2019*

Allah Bapa kami
Terjadilah pada kami sesuai yang Engkau katakan dan janjikan
Hanya dari Tangan-Mu lah kami berharap
Dan hanya kepada-Mu lah tujuan hidup kami

Puji dan syukur kami persembahkan kepada-Mu
Setiap hari Engkau segarkan kami dengan cahaya kasih-Mu
Engkau dengan sabar menuntun kami untuk melakukan perintah-Mu
Sehingga gerak hidup kami tetap berada dijalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 19:3-12;

Saya kutip sebagian:

Mat 19:3
Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Mat 19:4
Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Mat 19:5
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Mat 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mat 19:7
Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
Mat 19:8
Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
--------

Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu

Saudaraku,
saya tidak punya hak sedikitpun menghakimi atau menilai orang yang bercerai.
Sebab hanya mereka yang mengalami perceraian yang merasakan bagaimana sakitnya diceraikan oleh pasangannya.
Dan tentunya kita sebagai anak-anak Tuhan tidak punya keinginan menyakiti siapapun apalagi pasangannya.

Saudaraku,
apabila kita sungguh-sungguh percaya kepada Allah, bukankah percaya juga bahwa Allah mampu menyembuhkan apapun keadaan kita?
Allah sanggup mengubah orang yang keras hati.
Pernikahan adalah untuk membangun kebahagiaan bersama, jika masing-masing selalu menyadari hal itu pasti tidak akan keras hati.
Sebab hidup tidak mungkin tanpa persoalan atau masalah.
Apabila masing-masing taat kepada Allah, gesekan-gesekan yang terjadi dalam pernikahan bisa disikapi dengan dewasa dan bijak, gesekan itu bisa menghaluskan sudut-sudut yang runcing dan tepi yang tajam.
Sehingga memupuk kelembutan dan keramahan, kesempurnaaan dan cinta kasih yang tegas dan tetap sabar.

Saudaraku,
kebahagiaan yang fana adalah milik orang-orang yang egois.
Orang yang mengurung dirinya sendiri, tidak pernah mau melihat orang lain.
Hanya demi gambaran kebahagiaan yang palsu, lalu mengeraskan hatinya dan tidak lagi peduli dengan pasangannya dan orang lain.
Adakah seorang manusia mampu menyelesaikan semua yang dihadapinya sendirian?
Maka jika kita sendiri sesungguhnya tergantung dari belas kasih orang lain, mengapa kita tidak bersedia melakukannya untuk orang lain?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 16 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Dengan kesederhanaan hati
Dengan kepercayaan yang sungguh-sungguh
Kami mohon Engkau berkenan memperbaiki kelemahan dan kekurangan kami
Lembutkanlah hati kami dengan kasih dan kebaikan-Mu
Terangilah hati kami dengan sabda-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 18:21-35, 19:1;

Saya kutip sebagian:

Mat 18:21
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
---------

Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?

Saudaraku,
doa Bapa Kami memiliki standar pengampunan yang sangat tingi.
Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Rasul Paulus dalam Roma 12:17-18:
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

Saudaraku,
tidak ada kasih tanpa pengampunan dan tidak ada pemgampunan tanpa kasih.
Saya sering mendengar ucapan: maafkan dan lupakan!
Pertanyaannya apakah lalu bisa sungguh-sungguh mengampuni?
Tidak, peristiwa yang dilupakan itu suatu saat bisa saja akan muncul kembali dan bisa saja membangkitkan luka lama.
Pengampunan adalah memaafkan dan menerima semua ketidaknyamanan.
Menerima ketidaknyamanan tidak akan bisa dilakukan jika tanpa cinta kasih.
Ada nasihat yang sangat menarik dari Pengkotbah 7:20-22
Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!
Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau.
Karena hatimu tahu bahwa engkau juga telah kerapkali mengutuki orang-orang lain.
Lalu permenungannya: adakah sedikit saja alasan untuk tidak mengampuni?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 15 Agustus 2019

Terpujilah Engkau ya Bapa
Walaupun kami tidak pantas menerima semua anugerah-Mu
Namun Engkau menerima kami
Engkau pun mengampuni kesalahan dan kekurangan kami
Engkau perlakukan kami melebihi dari segala perbuatan kami atau jasa kami
Dan kebaikan-Mu mendorong kami untuk tak henti-hentinya berbuat baik

Kami mohon karya cinta kasih-Mu
Menyertai kami dalam setiap kesulitan kami
Sehingga dalam segala keadaan kami tetap hidup dalam cinta kasih dan pengampunan

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 18:15-20;

Mat 18:15
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Mat 18:16
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Mat 18:17
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Mat 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Mat 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
---------

Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali

Saudaraku,
membaca Injil pagi ini, saya langsung teringat Surat St, Paulus kepada jemaat di Efesus,
Ef 4:26:
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
Saudara pernah marah?
Saya sering mendengar pernyataan dari beberapa orang yang punya kuasa: adakalanya harus marah, supaya lebih dihormati dan perintahnya dituruti.
Adapula yang bilang supaya orang lain bisa lebih menghargai, tidak mudah meremehkan.
Tuhan Yesus hanya memerintahkan kita untuk menegor dan memberi nasihat dan melibatkan beberapa orang untuk memberikan pertimbangan.

Saudaraku,
setiap saat bahkan setiap detik, kita selalu dihadapkan 2 pilihan.
Demikian pula saat mengalami ketidaknyamanan dengan orang lain, kita bisa memilih marah atau memilih menyikapinya dengan bijak dan sabar.
Saya lebih memilih untuk selalu melihat diri sendiri terlebih dahulu, bukan untuk melihat siapa yang benar atau siapa yang salah.
Namun masih sanggupkan saya menghadapi ketidaknyamanan itu.
Jika saya masih sanggup, saya akan bicara dengan tetap mengingat akan kasih Allah.
Dan jika tidak saya memilih untuk diam dan menerima ketidaknyamanan itu.
Sebab kita harus selalu sadar akan kodrat ilahi bahwa yang satu akan memikul beban yang lainnya.
Satu dengan yang lainnya saling membutuhkan.
Dan kedamaian hati hanya ditemukan dalam kesabaran.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 14 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Kami mohon tempatkanlah kami di mana Engkau menghendaki
Dan kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Perbuatlah apa yang Engkau pandang baik
Karena hanya Engkaulah yang berkuasa akan hari esok
Maka kami pun memohon kepada-Mu
Supaya hanya kasih dan kebaikan-Mu yang menuntun setiap langkah kaki kami
Yang menggerakan perbuatan tangan kami
Dan bahasa kasih-Mu yang menguasai lidah kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 18:1-5, 10, 12-14;

Saya kutip sebagian:

Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
--------

Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Saudaraku,
kesombongan memiliki jutaan cara untuk mentransformasikan dirinya, hati-hati sebab suatu ketika bisa mencampakkan ketempat yang paling hina.
Demikian pula sebaliknya ada orang yang pura-pura tidak memiliki apa-apa untuk memperoleh keuntungan diri.

Saudaraku,
ada baiknya kita selalu menyadari dengan sejujur-jujurnya keadaan kita.
Jangan biarkan kekurangan-kekurangan dan ketidaksempurnaan menjauhkan kita dari Allah Bapa kita.
Cobalah lihat anak-anak kecil itu, saat merasa lemah atau takut, ia akan berusaha mendekati orangtuanya.
Demikian pula sebaliknya janganlah merasa sombong, sebab segala yang kita miliki adalah milik Bapa kita.
Jadilah anak yang paling kecil tidak lebih dua atau tiga tahun.
Sebab lebih dari itu anak-anak ada yang mulai nakal dan mulai mengelabui orangtuanya dengan kebohongan.

Saudaraku,
mari tetap hidup dalam kesederhanaan, sebab tanpa kesederhanaan tidak mungkin menjadi seorang anak di hadapan Allah.
Dan mari kita ingat pula bahwa kesederhanaan selalu diikuti penyerahan diri kepada Allah dan penyerahan diri menuntut ketaatan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 13 Agustus 2019

Allah Bapa kami
Kami serahkan jiwa dan raga kami kepada-Mu
Karena kami percaya hanya Engkaulah sumber penghiburan dan kedamaian
Tanpa ragu kami pegang tangan-Mu ya Bapa
Supaya kami tidak dikalahkan oleh kebohongan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin