"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 7:1-10;

Luk 7:11
Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
Luk 7:12
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Luk 7:13
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
Luk 7:14
Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
Luk 7:15
Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Luk 7:16
Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
Luk 7:17
Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.
--------

Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya

Saudaraku,
hari ini hari spesial buat saya.
Hari ulang tahun saya dan peringatan santo pelindung saya, Santo Yohanes krisostomus.
Saya sendiri yang memilih santo pelindung, sebab saat itu orangtua saya belum katolik.
Saya memilih Santo Yohanes Krisostomus dengan pertimbangan yang sederhana, yaitu tanggal peringatannya sama dengan tanggal lahir saya.
Injil Lukas hari ini mengingatkan saya bahwa Allah senantiasa hadir di hidup kita.
Saya sungguh merasakan kehadiran itu saat saya kelas 4 SD dan sampai hari ini.

Saudaraku,
perjalanan hidup saya tidak mudah.
Saat saya kelas 2 di SMA De Britto, keadaan ekonomi orangtua saya tidak baik.
Adik-adik saya juga perlu biaya sekolah.
Saya putus asa, malas sekolah dan malas belajar.
Sebab buat apa saya melanjutkan sekolah tetapi tidak bisa kuliah.
Dan kelas 2 saya tidak naik kelas.
Tetapi saat itu saya tidak sedih, justru saya rasanya seperti bangkit dari kematian dan hidup baru.
Romo Pamong yang memahami ketakutan saya dan kesulitan saya berkata demikian:
"Buat apa kamu mikir bisa kuliah atau tidak? 5 menit lagi kamu masih hidup atau mati, kamu tidak tahu."

Saudaraku,
sejak saat itu saya berserah diri kepada Tuhan Yesus.
Hari demi hari saya merasakan kebersamaan dengan Tuhan Yesus.
Saya hanya jalani kewajiban saya, dan tidak pernah berpikir tentang hari esok.
Singkat cerita, saya dituntun oleh Tuhan Yesus dijalan yang sangat baik.
Maka dari itu sampai hari ini saya selalu berusaha untuk hidup benar di hadapan Allah.
Juga teladan Santo Yohanes Krisostomus yang kita peringati hari ini, selalu hidup dalam hati dan pikiran saya.
Yohanes dikenal sebagai seorang uskup yang saleh.
Kotbah dan tulisan-tulisannya sangat berbobot dan menjadi saksi akan kefasihannya dalam berbicara.
Oleh karena itu, ia dijuluki "Krisostomus" yang artinya "Si Mulut Emas."
Walaupun tulisan saya tidak berbobot, dengan menulis renungan harian, menjaga saya tetap berada di jalan Allah.
Maka mari berusahalah dengan berbagai cara untuk selalu hidup dalam kehadiran-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 13 September 2022

Tuhan Yesus
Sungguh kami bergembira setiap hari
Sebab Engkau selalu hadir dalam hidup kami
Engkau tidak membiarkan kami tersesat
Dengan berbagai cara Engkau nyatakan kuasa-Mu dalam hidup kami
Ampunilah kami ya Tuhan ampunilah kami
Jika Kau dapati kami tidak setia
Kami mohon perbaharuilah kami dengan firman-Mu setiap hari
Dan puaskanlah kami dengan pemberian-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 7:1-10;

Luk 7:1
Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
Luk 7:2
Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
Luk 7:3
Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
Luk 7:4
Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
Luk 7:5
sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
Luk 7:6
Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
Luk 7:7
sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Luk 7:8
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
Luk 7:9
Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
Luk 7:10
Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.
--------

Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh

Saudaraku,
Rasul Petrus mengajarkan kepada kita:
Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya.
Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya.
Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
(1Pet 1:8-9)
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita:
Orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman.(Bdk Ibr 10:38)
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.(Ibr 11:1)
Namun.... saya sangat percaya mata umat kristiani "melihat pekerjaan-pekerjaan Allah."
Karena pekerjaan-pekerjaan Tuhan Yesus nampak sangat jelas dan nyata bagi kita.
Tuhan Yesus telah memberikan banyak bukti dalam hidup kita.
Jadi saya sangat sedih jika mendengar seorang kristiani yang hidupnya *MENOLAK kehendak Allah*.
Saya katakan MENOLAK karena melakukanya dengan sangat-sangat sadar.
Jadi iman bukan kepercayaan tanpa bukti, tetapi kepercayaan yang mendorong tindakan atau perbuatan.

Saudaraku,
saya kurang setuju dengan pendapat bahwa iman itu ada tingkatannya.
Saya lebih memilih "kita harus bertindak atau berbuat berdasarkan IMAN kita."
Iman harus selalu menjadi MOTIVASI dalam setiap tindakan dan perbuatan kita.
Ingat Tuhan Yesus tidak melihat hasil, tetapi Tuhan Yesus melihat motivasi dalam setiap perbuatan kita.
Maka jangan lelah dalam setiap usaha kita untuk memelihara iman, supaya kita tidak mudah disesatkan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 12 September 2022

Tuhan Yesus
Kami merasa bahagia saat telinga kami mendengar Sabda-Mu
Kami merasa tenang saat kami ingat akan janji-janji-Mu
Kami selalu terdorong untuk melakukan kehendak-Mu
Lalu berusaha supaya hidup kami adalah wujud dari belas kasih dan kuasa-Mu
Kami sadar hidup ini tidak mudah, daging ini selalu menuntut
Maka kami mohon kobarkanlah selalu api Roh Kudus-Mu dalam hidup kami
Supaya tidak ada lagi lorong-lorong gelap dalam hati dan pikiran kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 5:1-32;

ayat 1-10:

Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Luk 15:5
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
Luk 15:6
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
Luk 15:8
"Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
Luk 15:9
Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:10
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
---------

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat

Saudaraku,
dalam keragu-raguan untuk memulai sesuatu, kita sering mendengar ungkapan; "tidak ada kata terlambat."
Ungkapan itupun biasa digunakan untuk belajar hal-hal yang baru.
Perumpamaan domba yang hilang adalah "kisah harapan", bagi kita semua.
Dan perhatikan Tuhan Yesus secara aktif mencari dombanya yang tersesat.

Saudaraku,
jika kita semua berani jujur, saat kita sedikit saja menyimpang dari Allah, hati kita gelisah.
Seringkali kita berusaha untuk "mengabaikannya", dengan berbagai macam alasan yang telah disodorkan oleh daging.
Lingkungan di sekitar kita pun sangat berpengaruh, maka bijaksanalah dalam menyikapi apa yang kita dengar dan kita lihat.
Kebingungan, ya, jika kita jauh dari kawanan domba Allah.
Hati-hati "kawanan kambing dunia" memiliki seribu wajah dan seringkali nampak seperti kawanan domba Allah.
Mari kita melihat diri kita saat ini, segeralah bertobat jika saat ini tidak berada dalam kawanan domaba Allah.
Ikutilah suara Sang Gembala sejati, Yesus Kristus Tuhan dan Gembala kita.
Tuhan Yesus selalu melihat kita apa adanya, mengasihi kita terus menerus dan dengan berbagai cara mendorong kita untuk bertobat saat kita tersesat.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 11 September 2022

Tuhan Yesus
Kami sadar daging ini selalu menyesatkan
Saat daging merasakan kenikmatan, pikiran dan perasaan ini menderita
Kami pun mengetahui satu-satunya jalan adalah dengan menyalibkan daging
Maka kami mohon selamatkanlah kami ya Tuhan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 6:43-49;

Luk 6:43
"Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
Luk 6:44
Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
Luk 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
Luk 6:46
"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Luk 6:47
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya?Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan?,
Luk 6:48
ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Luk 6:49
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
--------

Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Saudaraku,
pasrah... menyesuaikan diri dengan kehendak Allah.
Menerima perintah Allah dengan tulus ikhlas pasti membawa sukacita dan kedamaian.
Sering kali kita lantang berseru Tuhan.. Tuhan..
Namun ketika Tuhan menjawab dan memerintahkan sesuatu, rasanya sangat berat untuk melaksanakannya.

Saudaraku,
kita percaya bahwa menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendan Allah selalu membawa kedamaian dan kebahagiaan.
Tetapi kenyataannya kehendak sendiri, pendapat sendiri selalu merisaukan hati.
Saya punya cara yang sederhana dan sangat ampuh, sebelum memulai sesuatu saya bertanya kepada diri sendiri: apakah yang Allah kehendaki dariku dalam hal ini?
Jika kepentingan diri sendiri lebbih dominan, saya berusaha dengan sangat keras untuk menghentikannya segera.

Saudaraku,
adalah baik untuk memuliakan Allah tanpa mencari terlebih dahulu "kenikmatan diri".
Saya ingatkan kembali bahwa daging ini harus diberi sedikit kurang dari apa yang dibutuhkannya.
Sebab jika tidak, akan menjadi jerat.
Hanya diperlukan sedetik saja sebelum memulai segala sesuatu.
Apakah yang Allah kehendaki dariku dalam hal ini?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 10 September 2022

Tuhan Yesus
Kami hanya ingin memuliakan Engkau
Dan kami percaya tidak pernah kekurangan rahmat
Tetapi godaan selalu datang tanpa henti
Kami mohon murnikanlah hati dan pikiran kami
Supaya kami sanggup menolak pertimbangan-pertimbangan manusiawi

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 6:39-42;

Luk 6:39
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
Luk 6:40
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Luk 6:41
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Luk 6:42
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
--------

Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Saudaraku,
tentunya yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah kebutaan rohani.
Kita diajak untuk melihat dan menyikapi segala sesuatu di dunia ini dari "dimensi Allah".
Sering kali kita menilai suatu perkara sesuai dengan kepentingan diri kita sendiri.
Sering kali kita "mencari diri sendiri" dalam segala sesuatu yang kita ucapkan dan kita kerjakan.
Selama segala sesuatu "berjalan menurut kehendak dan keinginan kita", kita merasa senang.

Saudaraku,
kita umat kristiani pengikut Tuhan Yesus, hidup dalam Roh Kudus.
Roh Kudus harus menguasai hati dan pikirnan kita.
Supaya kita melihat apa yang Tuhan inginkan untuk kita lihat dan mendengar apa yang Tuhan inginkan untuk kita dengar.
Maka mari arahkan pandangan kita kepada diri kita sendiri.
Apakah hidup kita mengikuti penglihatan kita atau penglihatan Allah?
Apakah hidup kita mengikuti pendengaran kita atau pendengaran Allah?
Sesungguhnya umat kristiani adalah umat yang berbahagia, sebab tidak lagi hidup oleh karena dirinya sendiri tetapi hidup oleh karena Roh.
Allah telah memilih kita, supaya melalui hidup kita, setiap orang melihat Allah.
Maka mari kita tunduk hanya kepada Roh Kudus.
Saya ingatkan kembali jika ada umat kristiani tidak mendengar dan tidak melihat keinginan Roh, sesungguhnya ia sedang menipu dirinya sendiri, hanya demi menuruti hawa nafsu daging.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 9 September 2022

Tuhan Yesus
Engkau menghendaki hidup kami menjadi kabar baik
Oleh sebab itu Engkau penuhi hidup kami dengan kasih-Mu
Kami mengucap syukur kepada-Mu
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu dan Roh Kebijaksanaan-Mu
Supaya hidup kami tidak bersandar kepada akal budi
Tetapi selalu taat dan tunduk kepada kebijaksanaan-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa